Ini Kata PM Suga Soal Sengketa di Laut China Selatan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 21 Oktober 2020
Ini Kata PM Suga Soal Sengketa di Laut China Selatan

PM Jepang Yoshihide Suga memberi sambutan saat bertemu dengan Asosiasi Alumni Jepang di Indonesia (PERSADA) di Jakarta. (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jepang tidak akan membiarkan ada intimidasi dan kegiatan apa pun yang akan meningkatkan ketegangan di Laut China Selatan.

Hal itu ditegaskan kembali Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Jakarta, Rabu (21/10). Untuk itu, Suga mendorong agar seluruh sengketa di Laut China Selatan diselesaikan lewat jalur damai menggunakan aturan hukum internasional.

"Jepang menolak semua kegiatan yang dapat meningkatkan ketegangan dan saya ingin menitikberatkan bahwa seluruh konflik di Laut China Selatan semaksimal mungkin harus diselesaikan dengan hukum internasional, bukan kekuatan dan intimidasi," kata PM Suga dalam sambutannya saat menemui perwakilan media Jepang dan Indonesia pada jumpa pers terbatas, dikutip Antara.

Baca Juga:

Inilah 4 Poin Kesepakatan Jokowi dan PM Yoshihide Suga

PM Suga menerangkan Jepang akan selalu berusaha mengajak pihak-pihak yang berkonflik untuk mencari solusi damai dan menegakkan supremasi hukum, yaitu aturan-aturan yang disepakati dalam hukum internasional, saat dihadapkan pada sengketa wilayah.

Oleh karena itu, ia membantah adanya tuduhan dari pihak lain yang menyebut Jepang bersama negara sekutunya berupaya membentuk aliansi pertahanan yang mirip dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara di Indo-Pasifik (NATO).

"Tujuan paling penting adalah memastikan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik, yang bebas dan terbuka, dan kita bisa menjalin kerja sama dengan pihak manapun yang satu pemikiran, dan sama sekali tidak terbersit niat membentuk NATO ala Indo-Pasifik," kata PM Suga menjawab pertanyaan wartawan.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi minggu lalu mencurigai pembahasan mengenai kerja sama pertahanan antara Jepang, India, Australia, dan Amerika Serikat, yang salah satunya diprakarsai Washington, merupakan upaya membentuk pakta pertahanan mirip NATO di Indo-Pasifik.

Namun, PM Suga membantah kecurigaan Tiongkok dan menjelaskan bahwa Jepang lebih memilih untuk meningkatkan kerja sama tingkat menteri luar negeri, patroli bersama di Laut China Selatan, serta kerja sama transfer ilmu dan teknologi pertahanan.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga memasuki ruangan untuk bertemu dengan ikatan alumni Jepang di Indonesia (PERSADA), di Jakarta, Rabu (21/10/2020). PM Suga mengunjungi Indonesia pada 20-21 Oktober demi menegaskan komitmen terhadap kemitraan Indonesia dan Jepang. (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga memasuki ruangan untuk bertemu dengan ikatan alumni Jepang di Indonesia (PERSADA), di Jakarta, Rabu (21/10/2020). PM Suga mengunjungi Indonesia pada 20-21 Oktober demi menegaskan komitmen terhadap kemitraan Indonesia dan Jepang. (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jepang, menurut PM Suga, telah membantu negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) memelihara keamanan di Laut China Selatan melalui kegiatan patroli, yang salah satunya bertujuan mencegah aktivitas penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan yang disengketakan tersebut.

"Saya juga ingin memanfaatkan reputasi pasukan penjaga keamanan laut kami untuk membina sumber daya manusia (di negara-negara ASEAN, red) untuk bidang ini (pertahanan maritim, red)," ujar Suga.

Sementara itu, terkait dengan kerja sama bidang pertahanan, ia menjelaskan Jepang telah menyepakati kerja sama transfer ilmu dan teknologi pertahanan dengan Vietnam demi meningkatkan stabilitas di perairan Laut China Selatan. Namun untuk Indonesia, kerja sama itu masih dibicarakan oleh pihak-pihak terkait.

Oleh karena itu, ia berharap pembahasan mengenai kerja sama pertahanan antara Jepang dan Indonesia dapat segera dipercepat demi mendapatkan hasil yang konkret.

Baca Juga:

Indonesia dan Jepang Sepakati Aturan Perjalanan Bisnis

Yoshihide Suga memilih Indonesia dan Vietnam sebagai tujuan pertama lawatan luar negerinya setelah ia pada bulan lalu ditunjuk sebagai perdana menteri Jepang menggantikan Shinzo Abe yang mengundurkan diri karena sakit.

Dalam lawatannya ke Indonesia pada 20-21 Oktober, Suga mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, Selasa (20/10), kemudian menemui Asosiasi Alumni Jepang di Indonesia (PERSADA), Rabu.

Selain itu, Suga juga menemui media asal Jepang dan Indonesia pada sesi jumpa pers terbatas dan lanjut menemui asosiasi pengusaha Jepang di Indonesia.

Sebelum kembali ke Tokyo hari ini, Suga menyempatkan diri mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk memberi penghormatan kepada para pahlawan nasional Indonesia. (*)

Baca Juga:

PPI Jepang Ingatkan Pemerintah dan DPR Bikin Aturan Berkeadilan sosial

#Jepang #Laut China Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
33 Negara Serukan Warga Stok Makanan Hingga Obat, Ada Apa?
Sebanyak 33 negara, termasuk Inggris, AS, dan Jepang, resmi mengimbau warganya untuk stok makanan dan obat selama 72 jam. Simak alasan lengkap dan daftar negaranya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
33 Negara Serukan Warga Stok Makanan Hingga Obat, Ada Apa?
Indonesia
Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027, Siap Jamu 50 Pemimpin Dunia
Jakarta siap menyambut delegasi dari lebih dari 50 kota di dunia yang akan menghadiri forum tahun depan.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027, Siap Jamu 50 Pemimpin Dunia
Fun
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang
Pemutusan hubungan itu terjadi setelah kontroversi yang memicu kecaman luas di China.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Dikecam China, Pembuat Hello Kitty Cut-Off Drama Mata-Mata Jepang
Indonesia
Alarm Bahaya dari Tokyo! Jepang Petakan 3 Pemicu Krisis Keamanan Negara Asia Tenggara
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi beberkan 3 alasan utama memburuknya krisis keamanan di Asia Tenggara pada ADMM Cebu. Simak penjelasannya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Alarm Bahaya dari Tokyo! Jepang Petakan 3 Pemicu Krisis Keamanan Negara Asia Tenggara
ShowBiz
PSYCHIC FEVER Bakal Sapa Penggemar Indonesia, Bawa Album Terbaru 'DIFFERENT' ke Jakarta
PSYCHIC FEVER from EXILE TRIBE kembali ke Jakarta untuk memperkenalkan album DIFFERENT. Grup ini merekomendasikan lagu 'I Got Ways' sebagai single unggulan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Oktober 2026
PSYCHIC FEVER Bakal Sapa Penggemar Indonesia, Bawa Album Terbaru 'DIFFERENT' ke Jakarta
Indonesia
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Jepang terus mempertahankan tiga prinsip anti-nuklirnya yang melarang negara tersebut memiliki, memproduksi, dan membawa senjata nuklir ke wilayahnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Indonesia
Janda Presiden Pertama Indonesia Sukarno Didenda Rp 22,5 Juta Oleh Pengadilan Jepang
Dewi melemparkan gelas sampanye ke arah asistennya saat itu di sebuah restoran di kawasan Shibuya, Tokyo, pada 13 Februari tahun lalu
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 Janda Presiden Pertama Indonesia Sukarno Didenda Rp 22,5 Juta Oleh Pengadilan Jepang
Berita Foto
Asian Games 2026: Bintang/Sofyan Raih Medali Perak Voli Pantai
Pasangan voli pantai putra Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih medali perak di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Hekinan, Sabtu (3/10/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 03 Oktober 2026
Asian Games 2026: Bintang/Sofyan Raih Medali Perak Voli Pantai
Berita Foto
Asian Games 2026: Tim Sepak Takraw Indonesia Raih Perak Nomor Kuadran
Tim sepak takraw putra Indonesia raih medali perak nomor kuadran putra di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu (3/10/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 03 Oktober 2026
Asian Games 2026: Tim Sepak Takraw Indonesia Raih Perak Nomor Kuadran
Berita Foto
Asian Games 2026: Aksi Desak Made Raih Medali Emas Panjat Tebing
Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi saat finish pada final di Jepang, Rabu (30/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 30 September 2026
Asian Games 2026: Aksi Desak Made Raih Medali Emas Panjat Tebing
Bagikan