Ini Cara Jitu MUI Lawan Kebijakan Trump Terkait Yerusalem

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 12 Desember 2017
Ini Cara Jitu MUI Lawan Kebijakan Trump Terkait Yerusalem

Ilustrasi dukungan terhadap Palestina. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan dolar Amerika Serikat dalam transaksi antarnegara.

Hal tersebut merupakan salah satu sikap MUI untuk menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait pengesahaan sepihak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Jika Donald Trump tidak mundur soal Yerusalem, maka kita perlu meninggalkan transaksi menggunakan dolar AS secara berangsur. Kita tekan tanpa ada letusan senjata," kata Anwar saat ditemui di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (12/12).

Dia mengatakan, langkah yang bisa dilakukan di tingkat perdagangan antarnegara adalah dengan tidak menggunakan Dolar AS dalam transaksi.

Sebagai contoh, kata Anwar, jual-beli Indonesia dan Malaysia langsung menggunakan mata uang masing-masing negara tanpa menggunakan Dolar AS.

Menurut dia, menekan Amerika dengan tidak menggunakan dolar AS adalah langkah yang jitu. Perlahan ekonomi AS akan tertekan karena kecilnya permintaan dolar sehingga nilainya terus turun.

"Dengan begitu, Trump bisa mendapatkan tekanan dari banyak sisi, baik luar dan dalam negeri," katanya.

Apabila di dalam negeri AS terus mengalami tekanan, kata dia, maka Trump bisa dimakzulkan oleh masyarakat Amerika karena tidak puas dengan kepemimpinan tokoh Partai Republik itu.

"Kalau begitu, maka dia akan mendapat tekanan dalam negeri yang sangat kuat. Kalau bisa di-impeachment," katanya.

Tinggalkan dolar terlepas dari persoalan Palestina, baru-baru ini Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BOT) menyepakati local currency settlement framework.

Dengan kesepakatan itu, kata Anwar, setiap negara dapat menggunakan mata uangnya masing-masing yaitu rupiah, ringgit, dan baht dalam transaksi ekspor dan impor di antara ketiga negara.

"Hal ini jelas memiliki arti positif tidak hanya dalam mempermudah dan memperlancar perdagangan antara ketiga negara, tapi juga akan meningkatkan efisiensi karena para pelaku usaha bisa langsung bertransaksi tanpa kurs ketiga dalam perdagangan dan investasi. Ini tentu jelas akan dapat memperkuat stabilitas ekonomi dari masing-masing negara karena tidak lagi tergantung kepada mata uang asing lainnya terutama dolar AS," katanya. (*)

Sumber: ANTARA

#MUI #Donald Trump #Palestina #Israel #Yerusalem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Dunia
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Seorang penumpang melihat salah seorang pilot ditusuk pilot lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pilot Ditikam, Penerbangan Tujuan Israel Dialihkan
Dunia
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan serangan terhadap fasilitas sipil di Gaza, termasuk rumah sakit dan sekolah, tidak dapat dibenarkan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
Ketegangan Timur Tengah Memanas, PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
ShowBiz
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Florence Pugh mengaku tak takut kehilangan ratusan ribu pengikut di media sosial karena vokal mendukung Palestina dan rutin menyerukan bantuan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Florence Pugh Tak Takut Kehilangan Ratusan Ribu Followers karena Dukung Palestina
Bagikan