Ini Cara Jitu MUI Lawan Kebijakan Trump Terkait Yerusalem
Ilustrasi dukungan terhadap Palestina. (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan dolar Amerika Serikat dalam transaksi antarnegara.
Hal tersebut merupakan salah satu sikap MUI untuk menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait pengesahaan sepihak Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
"Jika Donald Trump tidak mundur soal Yerusalem, maka kita perlu meninggalkan transaksi menggunakan dolar AS secara berangsur. Kita tekan tanpa ada letusan senjata," kata Anwar saat ditemui di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (12/12).
Dia mengatakan, langkah yang bisa dilakukan di tingkat perdagangan antarnegara adalah dengan tidak menggunakan Dolar AS dalam transaksi.
Sebagai contoh, kata Anwar, jual-beli Indonesia dan Malaysia langsung menggunakan mata uang masing-masing negara tanpa menggunakan Dolar AS.
Menurut dia, menekan Amerika dengan tidak menggunakan dolar AS adalah langkah yang jitu. Perlahan ekonomi AS akan tertekan karena kecilnya permintaan dolar sehingga nilainya terus turun.
"Dengan begitu, Trump bisa mendapatkan tekanan dari banyak sisi, baik luar dan dalam negeri," katanya.
Apabila di dalam negeri AS terus mengalami tekanan, kata dia, maka Trump bisa dimakzulkan oleh masyarakat Amerika karena tidak puas dengan kepemimpinan tokoh Partai Republik itu.
"Kalau begitu, maka dia akan mendapat tekanan dalam negeri yang sangat kuat. Kalau bisa di-impeachment," katanya.
Tinggalkan dolar terlepas dari persoalan Palestina, baru-baru ini Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand (BOT) menyepakati local currency settlement framework.
Dengan kesepakatan itu, kata Anwar, setiap negara dapat menggunakan mata uangnya masing-masing yaitu rupiah, ringgit, dan baht dalam transaksi ekspor dan impor di antara ketiga negara.
"Hal ini jelas memiliki arti positif tidak hanya dalam mempermudah dan memperlancar perdagangan antara ketiga negara, tapi juga akan meningkatkan efisiensi karena para pelaku usaha bisa langsung bertransaksi tanpa kurs ketiga dalam perdagangan dan investasi. Ini tentu jelas akan dapat memperkuat stabilitas ekonomi dari masing-masing negara karena tidak lagi tergantung kepada mata uang asing lainnya terutama dolar AS," katanya. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Pindahkan 1 Juta Orang Israel ke Papua, Prabowo Sudah Oke
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Masuk Dewan Perdamaian Ala Trump, Indonesia Klaim Tak Perlu Bayar Rp 17 Triliun
RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Taktik Wujudkan Solusi 2 Negara
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Alarm Kebakaran Berbunyi Saat Trump Berada di World Economic Forum 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Jerman Ragu Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Belum Cocok Sama Formatnya