Kesehatan

Ini Buah yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes

annehsannehs - Minggu, 20 Februari 2022
Ini Buah yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes

Kiwi dan beri menjadi buah yang cocok untuk penderita diabetes. (Foto pixabay/silviarita)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA penderita diabetes harus berhati-hati dengan apa yang dikonsumsinya setiap hari, termasuk buah. Dikutip dari Women's Health Mag, cara terbaik untuk mengonsumsi buah-buahan adalah dengan tidak diolah. Hindari olahan buah seperti di-jus, dipanggang, atau sebagainya. Lantas, apa saja buah yang boleh dimakan penderita diabetes?

Menurut ahli diet terdaftar Eleana Kaidanian, buah segar atau buah beku aman dikonsumsi penderita diabetes. Hindari konsumsi buah-buahan yang dikeringkan karena biasanya mengandung tambahan gula dengan porsi yang lebih sedikit.

Yuk konsumsi buah pir dengan kulit-kulitnya. (Foto pixabay/PublicDomainPictures)
Yuk konsumsi buah pir dengan kulit-kulitnya. (Foto pixabay/PublicDomainPictures)

Menurut Kaidanian, buah yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah pir. Pir mengandung kulit berserat yang nikmat dikonsumsi. Kandungan serat ini bisa membantu mengatur gula darah dan membuatmu merasa kenyang.

Apel juga menjadi buah-buahan yang bermanfaat dikonsumsi. Apel bisa membantu menghidrasi tubuh dan mengandung banyak nutrisi. Meski begitu, Kaidanian menyarankan untuk mengonsumsi apel yang ukurannya lebih kecil.

Baca juga:

Jangan Tunda Self Love Jalani Hidup Sehat Demi Kesehatan Jantung

Jika ingin buah-buahan yang rasanya lebih unik, pilih buah persik. Buah berwarna merah muda ini memiliki kulit berserat yang bisa dimakan. "Buah persik termasuk praktis. Kamu tak harus memotong atau mengupasnya. Kamu hanya perlu mencuci dan membawanya kemana-mana dan langsung digigit," ungkap Kaidanian tentang buah persik, apel, dan pir.

Salah satu buah yang paling populer yakni jeruk juga bisa menjadi camilan sehat penderita diabetes. Buah-buahan yang mengandung citrus ini kaya akan vitamin C, mampu mempercepat penyembuhan luka, dan meningkatkan imunitas tubuh.

Baca Juga:

Mau Rambut Tebal, Lebat dan Hitam, Yuk Intip Tipsnya!

Jika sering merasa tidak bersemangat, anggur juga menjadi camilan yang membangkitkan energi. Anggur merupakan sumber mineral tembaga (copper) yang bisa memproduksi energi untuk tubuh. Buah ini juga mengandung vitamin K dan serat yang tinggi sehingga mampu membuat tubuh semakin sehat.

Beri memiliki indeks glikemik yang rendah. (Foto pixabay/PublicDomainPictures)
Beri memiliki indeks glikemik yang rendah. (Foto pixabay/PublicDomainPictures)

Last but not least, buah beri-berian juga menjadi pilihan yang tepat bagi penderita diabetes. Karena ukurannya yang kecil, konsumsi buah ini jadi lebih terkontrol. Beri memiliki indeks glikemik rendah yang aman untuk penderita diabetes.

Meski begitu, tetap perhatikan porsi buah yang boleh dimakan penderita diabetes ini. Jika perlebihan, maka risiko gula darah naik tetap ada. (shn)

Baca juga:

4 Tips Gaya Hidup yang Simpel Untuk Mencegah Kanker

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan