Kesehatanw

Jadi Caregiver Diabetesi, Wajib Tahu Hal Ini

annehsannehs - Jumat, 04 Desember 2020
Jadi Caregiver Diabetesi, Wajib Tahu Hal Ini

Perlunya produk yang memberikan nutrisi pada para diabetesi tanpa menaikan kadar gula darah. (Foto: WWCOMM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENELITIAN yang dilakukan oleh American Diabetes Association pada 2019 menunjukkan bahwa peran keluarga sangatlah penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan manajemen diri para diabetesi. Keluarga bisa memberikan dukungan lewat membantu menyuntik insulin, penerapan pola makan dan gaya hidup sesuai rekomendasi perawatan medis, serta dukungan emosional bagi para diabetesi.

Peran keluarga sebagai caregiver pun harus didasari dengan edukasi yang benar seputar diabetes.

“Beberapa hal yang dibutuhkan anggota keluarga di antaranya pengetahuan dasar tentang penyakit diabetes, strategi mengubah rutinitas, cara yang subtle (lembut) untuk mengatasi aspek emosional diabetesi, serta bagaimana membangun kemandirian diabetesi agar tidak tergantung pada orang lain," ungkap Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FACE.

Caregiver bisa membantu menyuntikkan insulin. (Foto unsplash/@mchesin)
Caregiver bisa membantu menyuntikkan insulin. (Foto unsplash/@mchesin)

Caregiver pun harus bisa membantu penerapan gaya hidup baru yang direkomendasikan untuk para diabetesi dengan cara menyusun pilihan makanan yang sehat, rencana makan yang ramah diabetes dengan beragam pilihan makanan, serta membantu memastikan jumlah kandungan protein, lemak, dan karbohidrat yang tepat untuk diabetesi.

BACA JUGA:

Pentingnya Menyadari Penyakit Diabetes Sang 'Silent Killer'

Merayakan World Diabetes Day (WDD) pada 2 Desember kemarin, Diabetasol telah menyediakan beberapa informasi seputar diabetes, termasuk pengendalian dan pengelolaannya yang tersedia pada situs resminya yaitu http://diabetasol.com/id. Kegiatan mini edukasi virtual di seluruh Indonesia ini dilakukan untuk mendukung interaksi antara diabetesi, caregiver, serta tenaga medis agar bisa kembali intensif meskipun tidak ada tatap muka secara fisik.

Orang lanjut usia dan orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes memang lebih rentan mengalami risiko komplikasi bila terinfeksi COVID-19. Apalagi, data Satgas Penanganan COVID-19 menyatakan diabetes sebagai penyakit penyerta atau komorbid kedua terbanyak di Indonesia. Fenomena ini membuat para penyandang diabetes harus lebih waspada menjaga gula darahnya.

Diabetasol. (Foto Ist)
Caregiver harus tahu tentang asupan makanan para diabetesi. (Foto: WWCOMM)

"Diabetasol diformulasikan khusus dengan nutrisi lengkap dan seimbang yang dapat membantu memenuhi nutrisi bagi penyandang diabetes setiap hari, sehingga mempermudah tugas caregiver untuk menjaga diabetesi,” papar Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritional, Tunghadi Indra.

Selain asupan nutrisi yang sehat, keluarga juga harus mampu menjaga agar para diabetesi tetap berpikir positif secara konsisten dan memotivasi mereka untuk hidup sehat. (SHN)

BACA JUGA:

Supaya Cepat Sembuh, Keluarga Harus Beri Dukungan Ke Penderita Diabetes

#Penyakit Diabetes #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan