Ini Alasan Debat Ma'ruf lawan Sandiaga semalam Membosankan
Sandiaga bersalaman dengan Ma'ruf Amin sebelum debat ketiga (@sandiuno)
Merahputih.com - Pengamat politik Pangi Sawyri Chaniago menilai, debat putaran ketiga antara Ma'ruf Amin dengan Sandiaga Uno semalam berjalan datar. Tensi politik teduh dan kedua kandidat calon wakil presiden sepertinya menahan diri dan cenderung bermain aman.
Pangi menganggap, situasi ini membuat debat berjalan sedikit membosankan dan jenuh, dipertontonkan pertunjukan adu peran antara 'kiai' dan 'santri'.
"Kedua kandidat ini sepertinya sukses memerankan perannya masing-masing sehingga panggung debat seperti telah berubah manjadi paparan layaknya kiyai yang sedang mangajar muridnya dan presentasi ala santri dihadapan gurunya," kata Pangi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/3).
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini menambahkan, penampilan kedua kandidat wakil presiden ini jika diramu dengan format debat yang lebih baik sepertinya akan lebih menarik.
"KPU sepertinya tidak mau mendengar masukan dari publik. Kesalahan yang sama terus diulang, model debat semacam ini “tidak” akan mampu menggali secara lebih mendalam ide dan gagasan masing-masing kandidat, panggung debat akhirnya berubah menjadi panggung pertunjukan untuk menilai sikap (attitude) dan etika kandidat," sebut Pangi.
Debat kali ini sedikit terselamatkan pada bagian akhir, kedua kandidat mengeluarkan jurus pamungkas dan mungkin emosi yang tertahan dengan mengungkapkan visi dan program unggulannya serta kritik keras atas kandidat lain.
"Ini menjadi penutup yang cukup memuaskan dan menjadi inti perdebatan yang membedakan (distingsi) kadua kandidat baik dalam visi maupun program jika kelak mereka mendapatkan amanah untuk memimpin," jelas Pangi.
Namun, lanjut Pangi, kedua kandidat layak mendapat apresiasi di mana keduanya tampil elegan dengan penguasaan atas materi dan berbagai masalah terkait dengan paparan yang cukup meyakinkan.
"Kiyai Ma'ruf Amin seperti telah mematahkan argumen/asumsi selama ini yang sempat meragukan kemampuannya bahkan dikalangan pendukungnya parpol koalisi Jokowi, tentu saja ini pukulan telak bagi siapa pun yang sebelumnya meremehkan kemampuan beliau," terang dia.
Disisi lain Sandi juga tampil memukau dengan penguasaan masalah penyampaian visi-misi dan program yang dibalut dengan kritik yang 'pedas' dengan bungkus yang sangat halus.
"Sehingga dalam penyampaian terkesan santun, bijak dan penuh hormat pada lawan debatnya," pungkas Pangi. (Knu)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Hasil Rapat Sesepuh NU, Ma'ruf Amin Sebut Pemakzulan tak Sesuai AD/ART
Ogah Buka Dokumen Capres-Cawapres, KPU Jadi Tidak Transparan
Ma’ruf Amin Sebut Indonesia Tidak Baik-Baik Saja, Perlu Kerja Keras dan Bersatu
Sidang Perdana Wanprestasi Jokowi soal Mobil Esemka Digelar 24 April 2025
Temui Jokowi di Solo, Sandiaga Ngaku Konsultasi agar PPP Masuk Parlemen
Ridwan Kamil Bertemu Sandiaga Uno di Masa Tenang Pilkada Jakarta
Akhiri Tugas sebagai Menteri, Sandiaga Uno Berpeluang Jadi Sekjen UNWTO
Ma'ruf Amin akan Langsung Pisah Sambut dengan Gibran Usai Hadiri Pelantikan
Ma'ruf Amin Sebut Prabowo Banyak Merangkul
Di Forum KTT, Indonesia Dukung Timor Leste jadi Anggota Penuh ASEAN