Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Fashion

Industri Fashion Indonesia Punya Kekuatan Ide Kreatif, Kementerian Ekraf Dukung Langkah ke Pasar Global

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 19 Juni 2025
Industri Fashion Indonesia Punya Kekuatan Ide Kreatif, Kementerian Ekraf Dukung Langkah ke Pasar Global

Kementerian Ekraf beri dukunga untuk industri fesyen Tanah Air.(foto: Dok JF3)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — EKOSISTEM fesyen di Indonesia seperti berjalan di tempat. Para pelaku industri seperti melakukan pengulangan. Demikianlah Founder JF3 Theresia Mareta membuka talkshow JF3 Talk Volume 2 yang digelar di Teras Lakon, Summarecon Serpong, pekan lalu.

Theresia menekankan bahwa pelaku industri fesyen Indonesia haruslah berpikir kembali dan memberikan kontribusi untuk lebih efektif agar industri ini maju. “Kita tahu, potensi kreator Indonesia sangat besar. Namun, potensi ini tidak bisa tumbuh sendiri. Potensi ini membutuhkan lingkungan yang mendukung, support system yang baik untuk berkembang. Inilah pentingnya kolaborasi lintas sektor, dan terutama, dukungan nyata dari pemerintah dalam membangun fondasi industri yang kokoh,” jelasnya.

Hal yang diungkap Theresia sejalan dengan fokus yang dituju Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai lembaga pemerintah nan menaungi industri fesyen. Kementerian Ekraf telah menjadikan industri fesyen sebagai salah satu dari tiga fokus karena memiliki kontribusi yang besar terhadap ketahanan dagang Indonesia dan sekaligus mampu melibatkan banyak pelaku UMKM di berbagai daerah. Industri fesyen menempati posisi yang sangat strategis dan menonjol. Sebagai bentuk ekspresi budaya sekaligus identitas visual bangsa, sektor fesyen tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk tampil di panggung global.

“Kita sadar bahwa kekuatan terbesar kita terletak pada proses desain karena kita memiliki fashion designer yang sangat luar biasa. Permasalahannya bukan di inkubasi dari creative ideas-nya, melainkan lebih kepada bagaimana caranya kita bisa menunjukkan kepada dunia, bahwa we have it,” kata Wakil Menteri Ekraf Irena Umar dalam kesempatan yang sama.

Irene melihat salah satu tantangan utama dalam industri fesyen Indonesia ialah ketersediaan dan pengolahan bahan baku. Menurutnya, meski Indonesia kaya akan material lokal, teknologi pengolahannya masih tertinggal. Oleh karena itu, Indonesia masih perlu melakukan inovasi teknologi yang terbarukan untuk mengolah bahan yang kita miliki.

Baca juga:

JF3 Talk 2025 Meredefinisi Daya Saing Fesyen Indonesia di Panggung Global



Saat ini, kata Irene, fokus utama Kementerian Ekraf ialah mengoptimalkan keunggulan Indonesia di sektor desain dan mendorong fesyen yang tidak hanya mengangkat warisan budaya seperti batik dan tenun, tetapi juga produk ready to wear yang bisa dipakai sehari-hari. “Jika melihat demografi Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar, kita merencanakan menjadikan Indonesia sebagai pusat muslim fashion di kawasan Asia. Hal yang menjadi tantangannya kita bersama yakni bagaimana kita mendorong ini tidak hanya untuk level nasional, tapi juga untuk level internasional,” tegasnya.

Sejalan dengan niat itu, Theresia menyebut JF3 hadir sebagai salah satu upaya untuk memperkuat ekosistem fesyen Tanah Air. “Kami terus berkomitmen menciptakan ekosistem yang sehat dan progresif bagi para pelaku industri mode, agar fesyen Indonesia tidak hanya menjadi tren sesaat, tapi benar-benar menjadi kekuatan budaya dan ekonomi yang diakui secara global,” katanya.

Bak gayung bersambut, pihak Kementerian Ekraf mengamplifikasi niat itu dengan langkah konkret seperti memetakan dan mencari potensial buyer yang berada di luar negeri. Menurut Irene, Prancis sudah menjadi salah satu menjadi partnernya. Kehadiran Indonesia di Osaka World Expo 2025, menurutnya, menjadi pintu menjalin kerja sama dengan Jepang untuk membuka distribution outlet brand Indonesia di sana.

“Ada beberapa agents yang ada di Jepang yang sudah kami kontak dan akan dilakukan beberapa zoom sessions dengan beberapa jenama Indonesia yang siap untuk ekspor dalam skala hal kecil untuk market testing di sana,” jelasnya.

Secara umum, Kementerian Ekraf membantu jenama lokal dalam melebarkan distribusi produk secara global melalui mitra-mitra yang telah bekerja sama di dalamnya. Meski begitu, menurut Irena, ekspansi ini memerlukan kesiapan dari pelaku industri, baik dari sisi produk, standar global, hingga kapasitas produksi.

“Melalui digital platform kita mampu menampilkan karya-karya kita agar bisa dilihat secara global,” tutup Irene.(dwi)

Baca juga:

3 Desainer Asia Tenggara dalam AFDS Pamerkan Koleksi di JF3

#Fashion #Jakarta Fashion Food Festival (JF3) #Ekonomi Kreatif #Badan Ekonomi Kreatif
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Indonesia
Investasi Aplikasi di Indonesia Capai Rp 54,18 Triliun, Ekonomi Digital Berkembang Pesat
Indonesia tidak kekurangan ide, Indonesia tidak kekurangan talenta, Indonesia juga tidak kekurangan kreatifitas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Investasi Aplikasi di Indonesia Capai Rp 54,18 Triliun, Ekonomi Digital Berkembang Pesat
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperkuat kolaborasi Indonesia dan Italia melalui Italian Trade Agency dan ASSOMAC untuk mendorong inovasi industri mode nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
Fashion
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Koleksi ini terdiri dari atasan kemeja, tee, kaus lengan panjang, celana panjang dan pendek, celana bermuda, serta dua sepatu spesial.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Fashion
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
ESMOD Jakarta memberikan panggung bagi para mahasiswa untuk memamerkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi rancangan busana.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
Fashion
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Fenomena sepatu pink di Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Ternyata, ada beberapa alasan mengapa warna pink mendominasi ajang bergengsi tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Fenomena Unik Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink, Ternyata ini Alasannya!
Bagikan