Indonesia Perlu Antisipasi Tsunami Jarak Dekat

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 28 April 2021
Indonesia Perlu Antisipasi Tsunami Jarak Dekat

Ilustrasi tsunami. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dalam beberapa pekan terakhir, Indonesia kerap dilanda gempa bumi dengan kekuatan di atas magnitude 5,00. Salah satunya di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Gempa Magnitude 6,1 pada Selasa (12/4) tidak hanya dirasakan di Malang dan sekitarnya. Namun, juga dirasakan di berbagai wilayah termasuk Yogyakarta.

Baca Juga

BMKG: Pemicu Gempa Nias Mirip Penyebab Tsunami 1921 dan 1977

Pakar gempa bumi ITB, Irwan Meilano, mengatakan gempa bumi Malang berkedalaman di 80 kilometer. Sehingga luas area guncangan lebih besar dibandingkan dengan gempa yang berpusat lebih dangkal.

"Namun, hal yang masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana gempa dengan intensitas kerusakaan 5 bisa begitu masif sampai bangunan publik seperti sekolah dan rumah sakit ikut terdampak,” kata Irwan, dalam “Diskusi Mengenai Gempa” yang disiarkan online, seperti dikutip dari laman resmi ITB, Rabu (28/4).

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi melaporkan, guncangan gempa bumi Malang mengakibatkan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Malang.

Pakar gempa bumi ITB, Irwan Meilano (kanan). (Dok ITB)
Pakar gempa bumi ITB, Irwan Meilano (kanan). (Dok ITB)

Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB tersebut mengatakan, terdapat dua kemungkinan yang membuat gempa Malang menjadi berdampak merusak.

Pertama, intensitas gempa nyatanya lebih besar. Kedua, konstruksi bangunan di Indonesia belum cukup kuat untuk menghadapi gempa tersebut. "Ini masih perlu dicari tahu lebih lanjut," kata Irwan.

Gempa bumi tesebut meski bersumber di laut, namun tidak menimbulkan tsunami. Menurut Irwan, dengan menggunakan jaringan pengamatan seismik yang telah dimiliki, sebenarnya mudah untuk memperkirakan apakah gempa tersebut berpotensi memicu tsunami atau tidak.

Akan tetapi, persoalan yang dihadapi Indonesia adalah tsunami jarak dekat. Hal ini mengakibatkan bencana terjadi duluan sebelum himbauan evakuasi dini sampai kepada masyarakat seperti gempa di Palu yang lalu.

“Ini yang patut dievaluasi sebab Indonesia sudah cukup baik dalam mendeteksi lokasi gempa dan kenaikan muka air laut, tetapi mekanisme kebencanaan belum berada di level yang sama,” tambah lulusan Nagoya University, Jepang, itu.

Irwan melanjutkan, peniliti pada bidang ilmu kebumian telah berkontribusi dalam mekanisme kebencanaan dengan menghasilkan Indonesia Seismic Hazard Map atau Peta Potensi Gempa di Indonesia.

Peta ini dapat menjelaskan lokasi-lokasi di Indonesia yang berpotensi mengalami gempa, ini juga menjadi dasar penjelasan secara ilmiah mengapa gempa di Malang dengan kekuatan dan kedalaman tersebut dapat terasa sampai daerah lain.

Ia berharap peta tersebut dapat terus dikembangkan sehingga kelak dapat menjelaskan tidak hanya potensi gempa, tetapi juga potensi kerusakan dan kerugiannya. Tentunya, butuh kerja sama multidisiplin untuk mewujudkan hal tersebut.

Dengan terus dikembangkannya kerja sama multidisiplin, diharapkan Mekanisme Kebencanaan di Indonesia dapat terus diperbaiki.

Misalnya dengan membangun posko mekanisme bencana oleh masyarakat setempat sehingga penyampaian informasi dapat tersalurkan secara baik, mengubah pandangan masyarakat terhadap risiko bencana agar lebih sigap dan tanggap, serta membuat peta risiko bencana. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga

BMKG Ungkap Penyebab Rumah dan Bangunan Rusak saat Gempa Malang

#Gempa Bumi #Tsunami
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Simak kronologi lengkap bencana gempa M 6,1 yang merenggut nyawa warga lansia di Kodi Utara Sumba.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bandung diguncang gempa Bumi M2,8 pada Senin (21/9) pagi. BMKG pun mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Peta Geologi Kebobolan! BMKG Temukan Patahan Baru Misterius Pemicu 118 Gempa Kab Bandung
BMKG mengonfirmasi 118 gempa di Kabupaten Bandung dipicu sesar lokal baru yang belum terpetakan di peta PuSGen. Simak hasil analisis lengkap BMKG di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Peta Geologi Kebobolan! BMKG Temukan Patahan Baru Misterius Pemicu 118 Gempa Kab Bandung
Indonesia
Rentetan 118 Gempa Sekitar Bandung Bentuk Pola Baru, Lurus Barat Daya ke Timur Laut!
BMKG catat 118 gempa di Bandung membentuk pola garis lurus dari jalur sesar baru yang belum terpetakan. Simak analisis lengkap BMKG di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Rentetan 118 Gempa Sekitar Bandung Bentuk Pola Baru, Lurus Barat Daya ke Timur Laut!
Indonesia
Puluhan Gempa Swarm Hantam Sekitar Bandung Sejak Kemarin, Pertanda Apa?
Puluhan gempa swarm guncang Pangalengan, Bandung sejak kemarin picu kepanikan. Cek penjelasan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Puluhan Gempa Swarm Hantam Sekitar Bandung Sejak Kemarin, Pertanda Apa?
Indonesia
Gempa M 5,2 Guncang Malang Pagi Ini, GetaranTerasa Sampai Bali
BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami, masyarakat diimbau tetap tenang dan berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Gempa M 5,2 Guncang Malang Pagi Ini, GetaranTerasa Sampai Bali
Indonesia
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Gempa Malang hari ini dengan magnitudo 5.2 mengguncang wilayah Jawa Timur bagian selatan. Cek info resmi BMKG soal potensi tsunami dan daftar daerah terdampak guncangan!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Gempa Malang Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Jawa Timur, Apakah Berpotensi Tsunami?
Indonesia
Gempa Jakarta Magnitudo 5,9 Sempat Ganggu Perjalanan KRL, Cek Info Terkininya
Gempa M 5,9 di Kepulauan Seribu yang terjadi Sabtu (12/9) pagi tadi sempat berdampak ke sejumlah transportasi umum di Jabodetabek
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 12 September 2026
Gempa Jakarta Magnitudo 5,9 Sempat Ganggu Perjalanan KRL, Cek Info Terkininya
Bagikan