Indonesia Masih Jadi Magnet Illegal Fishing, Tahun 2025 Sudah Menangkap 32 Kapal Ilegal

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Mei 2025
Indonesia Masih Jadi Magnet Illegal Fishing, Tahun 2025 Sudah Menangkap 32 Kapal Ilegal

Perahu nelayan disandarkan di TPI Tanjung Panto pesisir selatan Banten sejak dua pekan tidak melaut akibat cuaca buruk yang melanda perairan itu. (ANTARA/Mansur)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia masih menjadi wilayah yang paling diminati para pelaku illegal fishing. Hal ini karena tingginya kebutuhan ikan global, serta potensi laut Indonesia yang melimpah yakni 12,01 juta ton per tahun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 32 kapal yang melakukan aktivitas pengambilan ikan secara ilegal (illegal fishing) di wilayah teritorial laut Indonesia, dengan potensi kerugian negara yang diselamatkan mencapai Rp 774,3 miliar.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono menyatakan, jumlah tersebut merupakan akumulasi hasil penggagalan illegal fishing periode Januari hingga Mei 2025.

"Kita telah berhasil menangkap 32 kapal pelaku illegal fishing, di mana sembilan kapal merupakan kapal asing, dan 23 kapal merupakan kapal ikan Indonesia," katanya.

Pung menyatakan, untuk sembilan kapal asing yang berhasil ditangkap tersebut di antaranya lima kapal berasal dari Filipina, satu kapal dari China, dua kapal Vietnam, serta satu kapal dari Malaysia.

Ia menegaskan, valuasi potensi kerugian negara yang mencapai Rp 774,3 miliar tersebut berdasarkan perhitungan dari aspek sosial dan perekonomian, berupa nilai sumber daya kelautan yang diambil, upah tenaga kerja yang dibayar, serta dari 23 rumpon ilegal yang ditertibkan.

Pung menyampaikan untuk lokasi penangkapan kapal asing antara lain yakni dua kapal Vietnam di Laut Natuna Utara, satu kapal China di Perairan Selatan Bali, dua kapal Filipina di Perairan Papua, serta satu kapal Filipina dan 21 rumpon di Bitung, Sulawesi Utara.

"Penangkapan tersebut merupakan hasil kinerja pengawasan yang dilakukan pihaknya yang memiliki 34 kapal pengawas yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air," katanya.

#Illegal Fishing #KKP #Nelayan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Klaim Stok Pangan Aman Buat El Nino, Prabowo Janji Bagikan Ribuan Kapal Nelayan
Presiden Prabowo Subianto umumkan capaian swasembada pangan dan bebas impor solar saat menghadiri 100 Tahun Gontor di Ponorogo. Cek rincian pidatonya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Klaim Stok Pangan Aman Buat El Nino, Prabowo Janji Bagikan Ribuan Kapal Nelayan
Berita Foto
Kemarau Panjang Tekan Hasil Tangkapan Nelayan Muara Baru
Aktivitasl jual beli ikan tangkapan nelayan Muara Baru yang dijajakan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 17 September 2026
Kemarau Panjang Tekan Hasil Tangkapan Nelayan Muara Baru
Indonesia
KKP Butuh Rp 10 Triliun Bangun Kampung Nelayan Merah Putih
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP hingga akhir 2029
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
KKP Butuh Rp 10 Triliun Bangun Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring
Ratusan nelayan Pandeglang terpaksa tidak melaut akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang bikin ikan kabur
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring
Indonesia
Target Setop Impor 2029, Pemerintah Bangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di NTT
Pemerintah menargetkan pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
Target Setop Impor 2029, Pemerintah Bangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di NTT
Indonesia
Gegana Masih Sterilkan TKP Ledakan Bom Nelayan Banten, INAFIS Olah TKP
Ledakan bom ikan di Pandeglang, Banten, menewaskan seorang nelayan dan melukai istrinya. Tim Gegana lakukan sterilisasi, INAFIS olah TKP.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Gegana Masih Sterilkan TKP Ledakan Bom Nelayan Banten, INAFIS Olah TKP
Indonesia
26 Hari Terapung di Samudra Pasifik, Nelayan Ternate Esau Selamat Berkat Air Hujan dan Alat Pancing
Esau Sidemo, nelayan asal Maluku Utara, bertahan hidup 26 hari di Samudra Pasifik hanya dengan air hujan, ikan, dan burung.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
26 Hari Terapung di Samudra Pasifik, Nelayan Ternate Esau Selamat Berkat Air Hujan dan Alat Pancing
Indonesia
Air Dermaga Marunda Surat Imbas Kemarau, Kapal-Kapal Nelayan Berguguran Kandas
Musim kemarau membuat perairan Dermaga Marunda Jakarta Utara surut. Sejumlah kapal nelayan kandas
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Air Dermaga Marunda Surat Imbas Kemarau, Kapal-Kapal Nelayan Berguguran Kandas
Indonesia
Hebat! Koperasi Merah Putih Bilelando 3,5 Bulan Untung Rp 133 Juta Layani 300 Nelayan
KNMP Bilelando di Lombok Tengah mencatat keuntungan Rp133 juta dalam 3,5 bulan operasional.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Hebat! Koperasi Merah Putih Bilelando 3,5 Bulan Untung Rp 133 Juta Layani 300 Nelayan
Indonesia
Berton-ton Ikan Keramba Mati Mendadak di Waduk Kedung Ombo, Nelayan Rugi Ratusan Juta
Sebanyak 10 ton ikan keramba di Waduk Kedung Ombo mati mendadak akibat fenomena upwelling. Nelayan rugi Rp 247 juta.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Berton-ton Ikan Keramba Mati Mendadak di Waduk Kedung Ombo, Nelayan Rugi Ratusan Juta
Bagikan