Indonesia Diminta Tak Sepelekan Temuan Drone Bawah Laut di Sulawesi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 05 Januari 2021
Indonesia Diminta Tak Sepelekan Temuan Drone Bawah Laut di Sulawesi

Analis Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta menilai penemuan drone asing di perairan Selayar, Sulawesi menjadi peringatan keras terhadap kedaulatan negara. Pemerintah tidak boleh menganggap sepele masalah ini sehingga perlu dilakukan peningkatan pertahanan dari sisi SDM maupun alutsista.

Jika tidak ada reaksi apapun dari Indonesia maka aksi mata-mata dengan menggunakan drone atau model lain akan terus dilakukan

"Harus berubah dalam melihat ancaman tersebut, ini hal yang sangat serius," ujar Stanislaus, Selasa (5/1).

Baca Juga:

Drone Tiongkok 'Menyusup' ke Laut NKRI, Ahli Intelijen Wanti-Wanti TNI-AL

Ia menyarankan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melayangkan surat protes kepada negara yang terbukti mengirim drone ke wilayah kekuasaan Indonesia.

"Indonesia akan terus menjadi wilayah jajahan negara lain karena dianggap tidak kuat dalam mempertahankan kedaulatannya," ucapnya.

Alumnus Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini berujar, pemerintah harus mengevaluasi secara luas pengawasan kedaulatan Indonesia. Jangan sampai wilayah kedaulatan negara kita jadi arena bagi negara lain, termasuk menjadi arena konflik," tuturnya.

Wilayah Indonesia sebagai jalur transportasi, mempunyai akses yang sangat strategis secara ekonomi dan pertahanan. Namun bisa juga drone tersebut melakukan pemetaan sumber daya alam di Indonesia.

"Daerah yang kaya dan startegis pasti menjadi daya tarik bagi pihak lain," ucap Stanislaus Riyanta.

Kendaraan bawah laut tak berawak tipe glider ditemukan di lepas pantai Kepulauan Selayar Indonesia pada Desember 2020./Twitter
Kendaraan bawah laut tak berawak tipe glider ditemukan di lepas pantai Kepulauan Selayar Indonesia pada Desember 2020./Twitter

Pemerintah juga harus mempunyai drone attack untuk mengetahui keberadaan drone pengintai negara lain yang ada masuk ke Indonesia. "Lengkapi alutsista sesuai dengan tingkat ancaman yang terjadi," jelas dia.

Kepala Staf Angkatan Laut ( KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, seaglider atau drone laut pada dasarnya bukan untuk kegiatan spionase atau mata-mata, tetapi untuk agenda penelitian di bawah laut.

Pernyataan itu sehubungan dengan temuan seaglider yang menyerupai roket di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Selain itu, seaglider juga berfungsi untuk mengambil data dan validitas arus.

Ia juga memastikan bahwa alat tersebut tidak bisa untuk mendeteksi kapal selam maupun kapal pada umumnya. Sebab, seaglider yang ditemukan tidak bisa menangkap sonar sebagaimana yang dimiliki TNI AL.

"Jadi tidak bisa mendeteksi keberadaan kapal kita yang atas air dan kapal-kapal yang melintas, tidak bisa," kata dia.

Akan tetapi, data-data yang terekam seaglider ini juga bisa digunakan untuk kepentingan industri maupun militer. Untuk industri, seaglider dapat digunakan untuk keperluan pengeboran hingga kedalaman air laut.

Baca Juga:

Drone Bawah Air Masuk Perairan Indonesia, Politisi PKS: Keamanan Negara Sangat Rentan

Sementara, dalam ranah militer, benda ini juga bisa digunakan untuk membuat jalur melalui data yang ditangkapnya. Adapun seaglider yang ditemukan seorang nelayan itu terbuat dari bahan alumunium. Benda ini memiliki kerangka serta dua sayap dengan diameter masing-masing berukuran 50 sentimeter.

Sementara, panjang bodi sendiri berukuran 225 sentimeter dan mempunyai antena sepanjang 93 senitemer. Selain itu, di bagian tubuh seaglider ini juga ditemukan instrumen mirip kamera. (Knu)

#Intelijen
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Rombak Jabatan, Brigjen Anom Setyadji Kini Pegang Posisi Wakabaintelkam
Brigjen Anom Setyadji ditunjuk menjadi Wakabaintelkam Polri melalui Surat Telegram Kapolri tertanggal 10 Oktober 2026. Simak rekam jejak kariernya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Kapolri Rombak Jabatan, Brigjen Anom Setyadji Kini Pegang Posisi Wakabaintelkam
Dunia
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Iran bongkar dugaan plot rahasia Netanyahu yang rekayasa pembajakan pesawat flydubai FZ1073. Netanyahu dituduh mau fitnah Iran dan seret Donald Trump ke perang!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Geger Skenario 'False Flag' Israel, Netanyahu Dituduh Korbankan Flydubai Demi Seret Trump ke Perang!
Indonesia
Cara Cek Lulus Seleksi Administrasi STIN 2026: Ingat, Pakai Nomor Bukan Nama!
Ribuan calon taruna-taruni yang mendaftar di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) akhirnya bisa bernapas lega.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Lulus Seleksi Administrasi STIN 2026: Ingat, Pakai Nomor Bukan Nama!
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya
Soeripto juga terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada periode 2004-2009.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 November 2025
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya
Indonesia
Viral Anggota Bais Ditangkap Brimob Saat Demo Rusuh, Wakil Panglima TNI: Harusnya Tidak Menyebarkan, Kan Intelijen
Tandyo menjelaskan bahwa tugas utama intelijen memang mencari informasi
Angga Yudha Pratama - Senin, 01 September 2025
Viral Anggota Bais Ditangkap Brimob Saat Demo Rusuh, Wakil Panglima TNI: Harusnya Tidak Menyebarkan, Kan Intelijen
Indonesia
Wakil Panglima TNI Bantah Isu Keterlibatan Bais dalam Kerusuhan Demo
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak benar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 01 September 2025
Wakil Panglima TNI Bantah Isu Keterlibatan Bais dalam Kerusuhan Demo
Indonesia
Intelijen Ikut Amankan Pesta Rakyat HUT ke-80 RI di Jakarta, Fokus dari Thamrin Sampai Istana
10 ribu personel gabungan bertugas mengamankan pesta rakyat HUT ke-80 RI di Jakarta, Minggu (17/8).
Wisnu Cipto - Sabtu, 16 Agustus 2025
Intelijen Ikut Amankan Pesta Rakyat HUT ke-80 RI di Jakarta, Fokus dari Thamrin Sampai Istana
Indonesia
Anak Buah Prabowo jadi Koordinator Tim Pengawas Intelijen Negara
Puan menekankan pentingnya kerja sama antar stakeholder
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 Desember 2024
Anak Buah Prabowo jadi Koordinator Tim Pengawas Intelijen Negara
Bagikan