MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menangguhkan sementara seluruh pembahasan terkait Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menjelaskan langkah ini diambil pemerintah karena fokus utama saat ini adalah memantau dinamika konflik di Timur Tengah serta memastikan keselamatan WNI di wilayah terdampak.
“Sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Menlu beberapa hari yang lalu, segala pembahasan dengan BoP saat ini ditangguhkan atau istilahnya on-hold,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, kepada media di Jakarta, Jumat (6/3).
Baca juga:
Trump Setuju Israel Tolak Bayar Iuran Dewan Perdamaian US$ 1 Miliar, Standar Ganda?
Status Keanggotaan Indonesia di BoP
Yvonne menegaskan pemerintah RI terus berupaya menyiapkan langkah antisipatif menghadapi eskalasi konflik. Perlindungan WNI di Iran dan kawasan Timur Tengah menjadi prioritas utama.
Terkait keberlanjutan keikutsertaan Indonesia di BoP, Yvone menekankan setiap keputusan akan didasarkan pada kepentingan nasional, politik luar negeri bebas-aktif, serta perkembangan situasi di lapangan.
Baca juga:
WNI di Iran Mulai Dievakuasi Hari Ini, Tahap Pertama Lewat Jalur Darat Azerbaijan
Pemerintah Tegaskan Bukan Antikritik
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menghargai masukan dan kritik terkait usulan agar Indonesia menangguhkan atau bahkan mengakhiri keanggotaannya di BoP.
Pemerintah Prabowo juga menegaskan tidak antikritik dan terus mencermati keadaan. Namun, forum seperti BoP dinilai tetap penting sebagai sarana diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian, khususnya di Palestina. (*)