Idham Azis Bakal Pensiun, Ini Jenderal Bintang Tiga hingga Dua yang "Bertarung" Menjadi Kapolri

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 11 Juni 2020
Idham Azis Bakal Pensiun, Ini Jenderal Bintang Tiga hingga Dua yang

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. (ANTARA/ HO-Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat kepolisian Neta S Pane menilai, geliat calon Kapolri sudah muncul ke permukaan. Pasalnya, Jenderal Idham Azis enam bulan lagi bakal pensiun.

Menurut Neta, ada delapan nama yang disebut-sebut masuk sebagai calon kuat dalam bursa calon Kapolri.

Baca Juga:

Terlalu Lama Buron, Idham Azis Diminta Perintahkan Tembak di Tempat Harun Masiku

Mereka terdiri dari lima jenderal bintang tiga (komjen) dan tiga bintang dua (irjen). Kedelapan nama ini mulai dari lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 A hingga lulusan tahun 1991.

Mereka adalah Komjen Rico Ahmelza Dahnil (Kabaintelkam), Komjen Agus Andrianto (Kabaharkam), Komjen Boy Rafly (Kepala BNPT), Komjen Sigit Listyo (Kabareskrim), dan Komjen Gatot Eddy (Wakapolri).

Sedangkan untuk bintang dua ada Irjen Nana (Kapolda Metro Jaya), Irjen Lufti (Kapolda Jateng), dan Irjen Fadhil Imran (Kapolda Jatim).

"Ketiga jenderal bintang dua ini bisa masuk bursa calon Kapolri karena menjelang Idham Azis pensiun ada dua posisi jenderal bintang tiga yang pensiun, yakni Kepala BNN Heru Winarko dan Sestama Lemhanas Mochammad Iriawan," kata Neta kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (11/6).

Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meninjau Mal Summarecon Bekasi untuk melihat persiapan penerapan prosedur standar "New Normal" di sarana perniagaan pada Selasa (26/5) (Agus Suparto)
Kapolri Jenderal Idham Azis (depan-kiri) saat mendampingi Presiden Joko Widodo, bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, meninjau Mal Summarecon Bekasi untuk melihat persiapan penerapan prosedur standar "New Normal" di sarana perniagaan pada Selasa (26/5) (Agus Suparto)

Dalam bursa calon Kapolri kali ini, Neta melihat ada tiga kelompok yang menonjol, yakni "Geng Solo" terdiri dari jenderal-jenderal yang pernah bertugas di Kota Bengawan itu.

"Geng Idham", jenderal-jenderal yang dekat dengan Kapolri Idham Azis, dan "Geng Netral" yang dekat dengan semua pihak.

"Yang menarik dalam dinamika teraktual di Polri, tiga kelompok yang sempat mendominasi putaran elit kekuasaan di Polri saat ini sudah terkikis dan tersingkir dari putaran elit kekuasaan internal kepolisian tersebut, yakni 'Geng Syafruddin', 'Geng Tito Karnavian', dan 'Geng Budi Gunawan'," jelas Neta.

Presidium Indonesia Police Watch ini menyebut, dalam sejumlah mutasi di era Kapolri Idham Azis, kelompok Syafruddin dan Tito perlahan tapi pasti tersingkir dari putaran elite kekuasaan di kepolisian.

Baca Juga:

Jenderal Idham Azis Ancam Copot Anak Buahnya yang Pungut Biaya Penerimaan Anggota

Sementara Geng Budi Gunawan tersisi di luar lembaga kepolisian, meski mendapat pangkat menjadi jenderal bintang tiga.

"Apakah jenderal-jenderal bintang tiga 'Geng BG' yang berada di luar Polri ini bisa kembali ke internal kepolisian dan masuk dalam bursa calon Kapolri, kita tunggu saja," terang Meta.

Selain itu, ada hal lagi yang menarik untuk dicermati. Adalah nama mantan ajudan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Komjen Rico disebut-sebut sebagai calon kuat Kapolri pengganti Idham Azis, mengingat dia adalah Adimakayasa Akpol 88 B.

"Jika hal itu terjadi tentunya ini menjadi fenomena baru, tidak hanya di dalam dinamika kepolisian tapi juga dalam dinamika politik, di mana mantan ajudan Presiden SBY bisa menjadi Kapolri di era Presiden Jokowi," terang Neta.

Terlepas siapa pun yang menjadi Kapolri, neta yakin yang dipilih Presiden Jokowi nanti, dinamika prosesnya menarik untuk dicermati. (Knu)

Baca Juga:

Kapolri Idham Azis Perintahkan Seluruh Anak Buahnya Tangkap Harun Masiku

#Calon Kapolri #Idham Azis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Da'i Bachtiar Minta Aturan Pemilihan Kapolri Dikaji Ulang untuk Hindari Beban Politik
Da'i Bachtiar menegaskan bahwa masukan ini hanyalah salah satu dari sekian banyak pertimbangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Desember 2025
Da'i Bachtiar Minta Aturan Pemilihan Kapolri Dikaji Ulang untuk Hindari Beban Politik
Indonesia
Diisukan Jadi Kapolri, Irjen Rudi Darmoko Tunggu Perintah Prabowo
Menurut dia, permasalahan tersebut merupakan urusan para pemimpin Polri dan kepala negara.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Juni 2025
Diisukan Jadi Kapolri, Irjen Rudi Darmoko Tunggu Perintah Prabowo
Bagikan