Traveling

IATA Usulkan Alternatif untuk Karantina

Leonard Leonard - Kamis, 02 Juli 2020
IATA Usulkan Alternatif untuk Karantina

Tes COVID-19 dilakukan sebelum penumpang tiba di bandara. (Foto: Unsplash/Oskar Kadaksoo

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ASOSIASI Transportasi Udara Internasional (IATA) mendesak pemerintah untuk menghindari tindakan karantina saat mereka membuka kembali ekonomi. Alih-alih mempromosikan apa yang disebut 'pendekatan tindakan berlapis'.

"Menerapkan tindakan karantina bagi pelancong yang datang membuat negara-negara berada dalam keterasingan. Sektor perjalanan dan pariwisata menjadi terkunci," kata Direktur Jenderal dan CEO IATA Alexandre de Juniac. Atas keadaan itu, muncul alternatif kebijakan yang dapat mengurangi risiko penyebaran COVID-19 sambil tetap membuka kembali perjalanan dan pariwisata yang penting untuk memulai ekonomi nasional.

Baca juga:

Tak Ada lagi Alkohol di Pesawat

1
Mencegah penumpang yang tidak sehat untuk bepergian. (Foto: Unsplash/Daniel Lim)

De Juniac mengusulkan kerangka kerja dengan lapisan perlindungan agar orang yang sakit tidak bepergian. Hal itu untuk mengurangi risiko penularan jika seorang pelancong diketahui telah terinfeksi setelah kedatangan.

Melansir laman Business Traveller, IATA menyarankan pencegahan penumpang bepergian jika mereka tidak sehat. Maskapai penerbangan diharapkan membantu mewujudkan hal itu dengan menawarkan fleksibilitas bagi pelancong saat memesan tiket. Hal itu memungkinkan pelancong untuk menyesuaikan tanggal. Dengan begitu, mereka tidak akan dikenai sanksi jika batal terbang pada waktu yang ditentukan.

Ia juga mengatakan penyaringan kesehatan harus dilakukan dalam bentuk 'deklarasi kesehata'. Deklarasi itu mencakup langkah-langkah seperti pemeriksaan suhu yang mungkin pada saatnya nanti. Tindakan itu berguna sebagai pencegah bagi mereka yang mungkin mempertimbangkan bepergian meskipun merasa sakit.

Bagi pelancong yang datang dari negara-negara yang dianggap berisiko lebih tinggi, advokat IATA mempertimbangkan pengujian COVID-19. Tes akan dilakukan sebelum kedatangan di bandara keberangkatan. Hal itu agar tidak menambah penumpukan bandara dan menghindari potensi penularan dalam proses perjalanan. Nantinya, pelancong akan mendapat dokumentasi untuk membuktikan hasil negatif.

Ia mengakui agar cara ini layak, tes harus tersedia secara luas dan sangat akurat. Hasil tes yang disampaikan harus cepat. Data uji perlu divalidasi secara independen agar dapat diakui pemerintah dan ditransmisikan secara aman ke otoritas terkait.

Baca juga:

Mungkinkah Tes Cepat 20 Menit Menggantikan Masa Karantina 14 Hari?

2
Tanggal keberangkatan dapat diubah tanpa terkena sanksi. (Foto: Unsplash/chuttersnap)

Selain itu, IATA juga mempromosikan pedoman lepas landas yang diterbitkan International Civil Aviation Organization (ICAO). Pedoman itu termasuk pemakaian masker wajah selama proses perjalanan, sanitasi, deklarasi kesehatan, dan jarak sosial jika memungkinkan.

Untuk mengurangi risiko penularan di negara tujuan, pemerintah mengambil langkah-langkah mereka sendiri. Langkah-langkah itu akan mengurangi risiko dari para pelancong dan pelacakan kontak dapat digunakan sebagai langkah ‘cadangan’.

Identifikasi cepat dan isolasi kontak mengandung risiko tanpa gangguan ekonomi atau sosial skala besar. Teknologi seluler baru berpotensi untuk mengotomatisasi bagian dari proses pelacakan kontak, asalkan masalah privasi dapat diatasi.

“Memulai kembali perekonomian dengan aman menjadi prioritas,” kata De Juniac. Itu termasuk perjalanan dan pariwisata. Tindakan karantina mungkin memainkan peran dalam menjaga orang tetap aman, tetapi hal itu juga akan menciptakan banyak pengangguran. Alternatifnya ialah mengurangi risiko melalui serangkaian tindakan. Maskapai sudah menawarkan fleksibilitas sehingga tidak ada insentif bagi orang sakit atau berisiko untuk bepergian.

Pernyataan kesehatan, penyaringan, dan pengujian oleh pemerintah akan menambah lapisan perlindungan tambahan. Jika seseorang bepergian saat terinfeksi, risiko penularan dapat dikurangi dengan protokol untuk mencegah penyebaran selama perjalanan atau saat di tempat tujuan. Pelacakan kontak yang efektif dapat mengisolasi mereka yang paling berisiko tanpa gangguan besar.

Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia (WTTC) memperkirakan perjalanan dan pariwisata menyumbang 10,3% dari PDB global dan 300 juta pekerjaan secara global. (lgi)

Baca juga:

Asosiasi Perjalanan AS Rilis Panduan untuk Masa ‘New Normal’

#Travel
Bagikan
Ditulis Oleh

Leonard

Berita Terkait

Travel
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Bali All-Access Pass membuka akses ke lebih dari 50 destinasi unggulan dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Travel
Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Inisiatif ini bertujuan membuat pembayaran di luar negeri lebih mudah diakses dan lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
 Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Travel
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
KoenoKoeni Hotel Semarang hadirkan perpaduan inspirasi warisan budaya dengan sentuhan elegansi modern.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
Indonesia
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Kebakaran bermula dari pecah ban, diikuti dengan kepulan asap yang tiba-tiba muncul dari bagian depan bus. Supir pun langsung menepikan kendaraan dan meminta seluruh jemaah umrah keluar bus
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Travel
Dari Sunset Syahdu sampai Seru-Seruan Arcade, ini nih 5 Spot Wajib Dikunjungi di Disney Adventure
Kapal terbesar dari armada Disney Cruise Line ini dilengkapi berbagai hiburan yang membuat para penumpang merasa tak sedang berada di tengah lautan.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Dari Sunset Syahdu sampai Seru-Seruan Arcade, ini nih 5 Spot Wajib Dikunjungi di Disney Adventure
Travel
Menikmati Pesona Ramadan di Dubai, dari Tradisi Berbuka hingga Semarak Kebersamaan Kota
Melalui inisiatif Season of Wulfa yang dimaknai sebagai musim kebersamaan, Dubai menyuguhkan beragam agenda kuliner serta aktivitas komunitas.
Dwi Astarini - Minggu, 01 Maret 2026
Menikmati Pesona Ramadan di Dubai, dari Tradisi Berbuka hingga Semarak Kebersamaan Kota
Travel
Airbnb & SEVENTEEN Hadirkan Pengalaman Eksklusif di Seoul, LA, dan Tokyo, Bikin Pengalaman tak hanya Konser Biasa
Airbnb Experiences ini mulai diluncurkan Kamis (21/8) di Seoul dan akan segera hadir di Los Angeles dan Tokyo, bertepatan dengan tur mendatang SEVENTEEN, ‘SEVENTEEN WORLD TOUR [NEW_]’.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Agustus 2025
Airbnb & SEVENTEEN Hadirkan Pengalaman Eksklusif di Seoul, LA, dan Tokyo, Bikin Pengalaman tak hanya Konser Biasa
Travel
Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream
Gadis itu terjatuh saat sang ayah sedang memotretnya di dekat pagar pembatas.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
 Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream
Indonesia
Momen Libur Panjang Waisak, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan
Mengantisipasi adanya lonjakan penumpang saat libur panjang.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Mei 2025
Momen Libur Panjang Waisak, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan
Bagikan