Hutan Lindung di Provinsi Papua Tinggal 8 Juta Hektar, Pemerintah Kesulitas Mengawasi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Januari 2025
Hutan Lindung di Provinsi Papua Tinggal 8 Juta Hektar, Pemerintah Kesulitas Mengawasi

Pegunungan Cycloop merupakan salah satu hutan lindung yang berada di Kabupaten Jayapura,Provinsi Papua. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hutan lindung di Bumi Cenderawasih atau Provinsi Papua, kini seluas 8 juta hektare di mana sebelum seluas 31 hektare.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua Aristoteles Ap mengatakan delapan juta hektare tersebut tersebar di Kota dan kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya dan Waropen.

"Dengan luas hutan lindung 8 juta hektare ini kami dari Dinas Kehutanan agak kesulitan dalam menjaga dan melakukan pengawasan terhadap penebangan liar,"katanya.

Hingga kini jumlah polisi hutan Papua berjumlah 37 orang padahal dengan luas hutan lindung Papua yang mencapai 8 juta hektare tentu tidak optimal dalam melakukan pengawasan.

Baca juga:

Harga MinyaKita Diklaim Terus Turun, Sempat Sentuh Rp 19.000 di Papua

"Oleh sebab itu kami melakukan kerja sama dengan masyarakat yang berada di hutan lindung dan memberikan pemahaman serta imbauan untuk bersama menjaga hutan Papua,"ujarnya.

Ia menjelaskan, idealnya satu anggota Polisi Hutan itu mengawasi 10.000 hektar hutan namun dengan kondisi keuangan yang kini di rasionalisasikan maka pihaknya tidak menerima lagi tenaga polisi kehutanan.

"Kalau mau jaga hutan Papua, maka membutuhkan minimal 700 orang Polisi Kehutanan, namun karena keterbatasan maka kami berupaya bagaimana mendorong agar mewujudkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK)," katanya.

Pihaknya meminta masyarakat agar melakukan penanaman pohon khususnya pada perkarangan rumah hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mencegah terjadinya bencana alam. Penyusutan luas hutan ini juga akibatpemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB). (*)

#Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Indonesia
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan