TNI Genap Berusia 81 Tahun, Imparsial Ingatkan Hal Penting soal Profesionalisme

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 2 jam, 27 menit lalu
TNI Genap Berusia 81 Tahun, Imparsial Ingatkan Hal Penting soal Profesionalisme

ilustrasi anggota TNI. (Foto: dok. Puspen TNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lembaga pemantau hak asasi manusia Imparsial mendorong penguatan profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) di momentum HUT ke-81.

Imparsial menilai peringatan HUT TNI tidak hanya menjadi momentum untuk mengapresiasi perjalanan institusi pertahanan negara, tetapi juga kesempatan melakukan evaluasi terhadap agenda reformasi TNI sejak 1998.

Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra mengatakan TNI ke depan perlu semakin kuat, modern, profesional, dan mampu menjalankan tugas sesuai mandat pertahanan negara.

“Imparsial mengucapkan selamat hari jadi kepada TNI ke-81, semoga semakin kuat, modern dan profesional dalam menjalankan tugas yang dimandatkan,” kata Ardi dalam siaran pers di Jakarta dikutip Senin (5/10).

Baca juga:

HUT TNI Tanpa Parade Alutsista, Presiden Prabowo Tetap Hadir

Profesionalisme TNI Perlu Diperkuat

Menurut Imparsial, profesionalisme TNI perlu dibangun melalui modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan prajurit, serta penguatan tata kelola dan akuntabilitas.

Imparsial juga menilai prinsip supremasi sipil tetap penting dalam pembangunan sistem pertahanan Indonesia.

Dalam pandangan Imparsial, TNI yang kuat tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya organisasi dan jumlah satuan. Kekuatan tersebut juga ditentukan oleh kemampuan menjalankan fungsi pertahanan secara profesional serta tetap tunduk pada hukum dan otoritas sipil.

TNI yang kuat adalah TNI yang profesional. TNI yang profesional adalah TNI yang fokus pada pertahanan negara, tunduk kepada otoritas sipil, menghormati hukum dan HAM, serta akuntabel,

Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra.

Imparsial Soroti Agenda Reformasi TNI

Karena itu, Imparsial meminta pemerintah memastikan agenda reformasi TNI yang masih tertunda dapat diselesaikan secara bertahap.

Salah satu yang disoroti adalah reformasi peradilan militer, penguatan mekanisme pengawasan, serta evaluasi terhadap keterlibatan TNI dalam sejumlah kegiatan di luar fungsi pertahanan.

Baca juga:

Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-81 TNI, Resmikan 6 Kodam Baru

Imparsial menegaskan penguatan TNI tetap diperlukan untuk menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks.

Namun, penguatan tersebut dinilai perlu diarahkan pada peningkatan profesionalisme, modernisasi alutsista, pendidikan prajurit, serta kesejahteraan personel dan keluarga.

Dalam momentum HUT ke-81, Imparsial berharap TNI semakin mampu menjalankan tugas pokoknya sebagai alat pertahanan negara sekaligus menjadi institusi yang profesional dan dipercaya masyarakat. (Knu)

#Imparsial #TNI #HUT TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Genap Berusia 81 Tahun, Imparsial Ingatkan Hal Penting soal Profesionalisme
Imparsial mendorong penguatan profesionalisme TNI di HUT ke-81, termasuk modernisasi alutsista, kesejahteraan prajurit, dan supremasi sipil.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 27 menit lalu
TNI Genap Berusia 81 Tahun, Imparsial Ingatkan Hal Penting soal Profesionalisme
Indonesia
Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-81 TNI, Resmikan 6 Kodam Baru
Prabowo akan meresmikan enam komando daerah militer (kodam) baru pada upacara peringatan HUT ke-81 TNI.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-81 TNI, Resmikan 6 Kodam Baru
Indonesia
HUT TNI Tanpa Parade Alutsista, Presiden Prabowo Tetap Hadir
Perayaan secara sederhana dilakukan oleh TNI karena saat ini sebagian besar pasukan masih bertugas menangani berbagai peristiwa di daerah
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
HUT TNI Tanpa Parade Alutsista, Presiden Prabowo Tetap Hadir
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Puncak peringatan HUT ke-81 TNI akan lebih difokuskan pada kegiatan internal di Mabes TNI. Keterlibatan masyarakat tetap ada, tetapi dilakukan secara terbatas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
HUT ke-81 TNI Digelar di Cilangkap, Keterlibatan Masyarakat Terbatas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rafale dan A400M milik Angkatan Udara Prancis dan TNI Angkatan Udara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Pesawat A400 M Bermanuver di Langit Jakarta Dalam Misi Pegase 2026
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Bagikan