Kesehatan

[HOAX atau FAKTA]: Penggunaan Masker Sebabkan Radang Selaput Dada

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 29 Agustus 2020
[HOAX atau FAKTA]: Penggunaan Masker Sebabkan Radang Selaput Dada

Fakta seputar hal negatif pada masker wajah. (Foto: Pixabay/3dman_eu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEREDAR postingan dari akun Facebook Anna Sommers yang berisikan narasi seorang gadis menderita pleurisy atau radang selaput dada dikarenakan penggunaan masker.

Postingan ini telah dikomentari sekitar 1000 kali dan telah disebarkan kembali sekitar 7100 kali. Padahal penggunaan masker menjadi salah satu kewajiban dalam masa kenormalan baru.

Baca Juga:

Menjemur Masker di Sinar Matahari Tak Cukup

masker
Masker dituding sebabkan radang selaput dada. (Foto; screenshoot)

Jika diterjemahkan narasi tersebut berbunyi seperti ini :

“Anak perempuanku. 19 tahun. Sehat. Pekerja garis depan di rantai toko kelontong besar. Mulai merasa mual sekitar dua minggu lalu. Nyeri sisi dan punggung. Mual .. Nyeri dada. Dokter primer mengirimnya untuk rontgen dada .. Sesuatu “menyala” di sisi kanan. Dikirim untuk MRI. Suara ultra dari daerah punggung dan perut..Tidak ada .. Saat bekerja tidak dapat bernapas. Nyeri dada. Bergegas ke UGD. Dikarantina. Diuji untuk covid. Muda, sendiri karena tidak ada yang bisa bersamanya. Ternyata itu radang selaput dada .. Infleksi bagian luar dari lapisan paru-paru. Mereka pada dasarnya memberitahunya .. Itu karena dia telah memakai masker selama lebih dari 8 jam sehari 5-6 hari seminggu. Bernapas dalam bakteri sendiri. Karbon dioksida .. Menyebabkan infeksi. Dan sekarang dia sangat kesakitan. Harus pergi bekerja tanpa bayaran .. Tapi Anda tidak akan melihatnya di media sosial! Dia 19. Sehat. Dan sekarang ranjang terikat dan berjuang untuk bernafas. Antibiotik. Steroid. Perawatan pernapasan.”

masker
Masker bukan penyebab radang selaput dada. (Foto: Pixabay/OrnaW)

FAKTA

Berdasarkan artikel factcheck.afp.com, Departemen Kesehatan Australia kota Victoria menjelaskan bahwa pleurisy atau radang selaput dada disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, kanker, pembekuan darah pada paru-paru dan kondisi autoimun. Dr. Leon van den Toorn, presiden the Dutch Association of Doctors for Lung Diseases and Tuberculosis menjelaskan penggunaan masker tidak menimbulkan risiko bagi diri sendiri.

Menurut artikel apnews.com, Humberto Choi sebagai pulmonologi di Cleveland Clinic menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar, disebutkan juga ribuan pekerja medis bekerja dengan menggunakan masker setiap harinya bahkan masker yang digunakan lebih ketat dari masker bedah dan hingga sekarang belum ada yang terkena pleurisy.

Baca Juga:

No Makeup saat Mengenakan Masker, ini Alasannya


KESIMPULAN

Klaim tersebut tidak benar, pemakaian masker sama sekali tidak menimbulkan risiko bagi diri sendiri ataupun pleurisy. Pleurisy atau radang selaput dada hanya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, pembekuan darah pada paru-paru, dan kondisi autoimun. (Knu)

Baca Juga:

Pakai Masker di Bawah Dagu Berbahaya, Ini Alasannya

#Kesehatan #COVID-19 #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan