MerahPutih.com - Beredar informasi media daring yang menyebut bahwa warga wilayah Jalan Bakri, Bantaeng, Sulawesi Selatan menutup akses jalan lantaran kecewa dengan kinerja pemerintah.
Puluhan warga yang menutup jalan merupakan korban banjir bandang. Aksi itu dilakukan karena merasa kecawa tak diperdulikan oleh pemerintah.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dielu-elukan Warga Amerika saat Unjuk Rasa George Floyd
Narasinya:
Kecewa Terhadap Pemerintah, Puluhan Warga Jalan Bakri Bantaeng Tutup Jalan Raya
Fakta:
Pemerintah Kabupaten dan Dinas Kominfo setempat pun akhirnya angkat bicara mengenai hal itu. Masih mengutip pemberitaan milik publikasionline.id, Lurah Bonto Rita Ahmad Efendi menjelaskan bahwa tidak benar warga telah menutup Jalan Bakri sebagai bentuk protes kepada pemerintah.
Wilayah Jalan Bakri merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang di Kota Bantaeng, Sulawesi Setalan. Begitu pula dengan yang terjadi saat itu, Jalan Bakri sempat ditutup lantaran warga tengah membersihkan lumpur yang terjadi akibat banjir bandang.
“Kita sudah kroscek informasi itu sama sekali tidak benar. Kita juga sudah mencari narasumber dalam berita itu, orangnya sama sekali tidak ada,” tegasnya.
Efendi menjelaskan pemerintah terus berupaya untuk memberikan bantuan yang terdampak banjir. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap.
Kepala Dinas Kominfo Bantaeng Syahrul Bayan mengajak seluruh warga Bantaeng untuk bijak menggunakan media sosial. Lebih lanjut Syahrul juga berharap agar warga tidak mudah terpancing atas informasi palsu atau hoaks yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
“Dalam kondisi seperti ini sebaiknya kita bijak menggunakan media sosial. Sebaiknya kita focus saling membantu, daripada sibuk menyebarkan berita palsu,” pungkas Efendi.
Baca Juga:
[HOAX atau FAKTA] : Abu Vulkanik Gunung Merapi Jadi Obat Sembuhkan Corona
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil penelusuran, informasi mengenai warga jalan Bakri Bantaeng tutup jalan raya karena kecewa dengan pemerintah merupakan informasi tidak benar. Oleh sebab itu unggahan tersebut masuk dalam misleading content/konten yang menyesatkan. (Asp)
Baca Juga:
Hoaks Corona Capai 460 Konten, Mafindo Turun Langsung Edukasi Masyarakat