[HOAKS atau FAKTA]: Timnas Uzbekistan Diblacklist dari Turnamen FIFA

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 06 Mei 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Timnas Uzbekistan Diblacklist dari Turnamen FIFA

Sebuah postingan TikTok mengklaim bahwa Timnas sepak bola Uzbekistan diblacklist untuk berpartisipasi dalam turnamen yang diakui FIFA (Mafindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebuah postingan TikTok mengklaim bahwa Timnas sepak bola Uzbekistan diblacklist untuk berpartisipasi dalam turnamen yang diakui FIFA.

Disebutkan dalam postingan itu alasannya karena ditemukan kecurangan penggunaan doping dan praktik curang dalam upaya mempengaruhi hasil pertandingan.

Baca juga:

Pemain Timnas Malaysia Faisal Halim Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar Tingkat Dua

NARASI

“Timnas Uzbekistan secara mengejutkan diblacklist dari semua turnamen FIFA dan AFC. Keputusan ini menyusul temuan yang mengungkap praktik curang yang dilakukan oleh tim tersebut dalam piala Asia, kini mengguncang komunitas sepak bola internasional. … Praktik-praktik curang tersebut mencakup berbagai hal mulai dari upaya mempengaruhi hasil pertandingan hingga penggunaan doping dilaporkan bahwa jumlah pemain dan staf pelatih terlibat dalam skema ini. … Ini sangat lah tajam FIFA dan AFC otoritas tertinggi dalam sepak bola dunia segera mengambil langkah tegas. Mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Timnas Uzbekistan akan dilarang berpartisipasi dalam semua Turnamen yang diakui oleh ke-2 organisasi tersebut.”

FAKTA

Dari hasil penelusuran Turn Back Hoaks (Mafindo), informasi yang beredar tersebut adalah hoaks.

Pada laman resmi FIFA, disebutkan bahwa Uzbekistan sudah dipastikan akan mengikuti cabang olahraga Sepak Bola Putra pada Olimpiade 2024 di Paris.

Penelusuran melalui Google terkait doping yang digunakan pemain Uzbekistan saat pertandingan melawan Timnas Indonesia di semifinal Piala Asia U-23 melawan Indonesia, faktanya klaim tersebut tidak benar.

Kapas yang dihirup pemain Uzbekistan yang diduga merupakan doping adalah amonia. Amonia adalah senyawa untuk meningkatkan pernapasan yang tidak termasuk dalam daftar terlarang oleh Organisasi Anti-Doping Dunia

Baca juga:

Alasan Timnas U-23 Tidak Pulang Dulu ke Indonesia Sebelum Hadapi Guinea

KESIMPULAN

Faktanya tidak ditemukan sumber valid yang membenarkan bahwa Timnas Uzbekistan diblacklist karena ditemukan kecurangan hirup doping. (Knu)

##HOAKS/FAKTA #Penyebar Hoaks
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Indonesia
Pengamat Minta Polisi Usut Aktor di Balik Sindikat Buzzer
Penanganan perkara tidak boleh berhenti pada para pelaku yang diduga menjalankan aktivitas di lapangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pengamat Minta Polisi Usut Aktor di Balik Sindikat Buzzer
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Disebutkan, larangan mendirikan kios itu berlaku dalam radius 2 kilometer dan jika ketahuan akan diancam denda.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Sendal Jepit saat Naik Motor akan Ditilang Polisi
Pengendara sepeda motor yang berkendara menggunakan sendal jepit akan ditilang, denda Rp 250 ribu. Cek informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Sendal Jepit saat Naik Motor akan Ditilang Polisi
Indonesia
Rp 220 Juta Disita, Polda Telisik Dugaan Sindikat Propaganda Hoaks Medsos Dibiayai Uang Negara
Polda Metro Jaya menyita Rp220 juta dari sindikat hoaks medsos. Polisi mendalami dugaan dana negara digunakan untuk membiayai propaganda digital. Delapan tersangka ditangkap.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
 Rp 220 Juta Disita, Polda Telisik Dugaan Sindikat Propaganda Hoaks Medsos Dibiayai Uang Negara
Bagikan