[HOAKS atau FAKTA] : Rakyat Tuntut Prabowo Pecat Raffi Ahmad

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 28 Januari 2025
[HOAKS atau FAKTA] : Rakyat Tuntut Prabowo Pecat Raffi Ahmad

Foto : dok Turn Back hoaks (Mafindo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah derasnya arus informasi, nama Raffi Ahmad mendadak menjadi sorotan setelah sebuah video di kanal YouTube “KOPI POLITIK” menudingnya arogan dan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk memecatnya sebagai utusan khusus.

Video yang diberi judul provokatif itu menyebar luas, memancing emosi publik. Berikut narasi video itu:

MUAK DAN MURKA !! RAKYAT DESAK RAFFI AHMAD MUNDUR

BREAKING NEWS

AROG4N & TAK BERMORAL

RAKYAT DESAK PRABOWO PECAT RAFFI AHMAD

Narasi dalam video itu bahkan diperkuat dengan foto Raffi dan Presiden Prabowo di tengah kerumunan massa, seolah-olah menggambarkan situasi riil. Namun, apa yang sebenarnya terjadi?

Fakta

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap kebenaran. Dengan menggunakan kata kunci “rakyat desak Prabowo pecat Raffi Ahmad” di mesin pencari Google, tidak ditemukan informasi atau berita kredibel yang mendukung klaim tersebut.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: PSSI Dibekukan karena Pecat Shin Tae-yong, Prabowo Sampai Marah hingga Copot Erick Thohir

Lebih jauh, foto yang digunakan dalam video itu ternyata hasil manipulasi. Foto asli berasal dari aksi massa BEM SI di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2020. Dalam foto itu, pembuat konten menambahkan gambar Raffi Ahmad dan Presiden Prabowo untuk memperkuat narasi palsu.

Video berdurasi lebih dari 10 menit tersebut juga hanya menampilkan potongan berbagai peristiwa yang tidak berkaitan, dengan narasi yang diambil dari artikel pojoksatu.id berjudul “Buntut Arogansi Mobil Dinas RI 36, Raffi Ahmad Diminta Mundur, Ini Tergantung Prabowo,” yang sebenarnya tayang pada 12 Januari 2025.

Kesimpulan

Tidak ada bukti atau informasi yang kredibel yang membenarkan klaim bahwa "rakyat mendesak Prabowo untuk memecat Raffi Ahmad.” Video tersebut merupakan hasil manipulasi, dengan foto dan narasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan. (ikh)

##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Laran Orang Tua Kasih Nama Anak dari Karakter Fiksi dan Film Kartun
Beredar informasi Dukcapil melarang orang tua menamai anak berdasarkan karakter fiksi maupun film kartun. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Laran Orang Tua Kasih Nama Anak dari Karakter Fiksi dan Film Kartun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jogging di Area Tertentu Akan Dipungut Pajak
Pemerintah dikabarkan akan memungut pajak untuk masyarakat yang ingin jogging.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jogging di Area Tertentu Akan Dipungut Pajak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp16 Juta per Bulan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut, gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih mencapai Rp16 juta. Cek kebenaran informasinya.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp16 Juta per Bulan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Beredar informasi peserta Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara dipungut bayaran. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Disebutkan, larangan mendirikan kios itu berlaku dalam radius 2 kilometer dan jika ketahuan akan diancam denda.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Bagikan