[Hoaks atau Fakta]: Presiden Jokowi Makan Codot Panggang
Presiden Jokowi pantau proyek. (Foto: Sekretariat Presiden)
MerahPutih.com - Akun Facebook Joe Yehuda Tambunan mengunggah beberapa tangkapan layar foto dengan logo Metro News, yang menunjukan Presiden Jokowi sedang memakan codot panggang dan cunyuk panggang.
NARASI
Halelluyaa..fuji Yahweh perkasa.
Kontradiksi banget yaa..???.
Baca Juga:
[Hoaks atau Fakta]: Erick Thohir Ungkap Ada Chip Dalam Vaksin COVID-19
FAKTA
Informasi ini sudah beredar sejak tahun 2017 lalu, foto Jokowi yang sedang makan sate pertama kali muncul dari sebuah blog yaitu ponorogokomunitasonline.blogspot.com pada 20 Agustus 2013.
Terdapat foto serupa dan dijelaskan pada blog tersebut Jokowi sedang memakan sate ayam Ponorogo Haji Tukri.
Pada waktu tersebut Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI. Metro News juga tidak pernah merilis artikel tersebut yang mengklaim Jokowi memakan codot dan cunyuk panggang.
KESIMPULAN
Dari penjelasan tersebut, artikel dari Metro News dengan foto Jokowi memakan codot dan cunyuk panggang adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content. (Asp)
Baca Juga:
[Hoaks atau Fakta]: Pembatalan Haji Karena Indonesia Belum Bayar Tagihan
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Sekolah Libur Ramadan 16-23 Februari, Lebaran 16-29 Maret
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Naikkan Jumlah Uang Pensiunan sebesar 12 Persen
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Teman KKN UGM Jadi Saksi di PN Solo, Jokowi Disebut Punya Nama Panggilan 'Jack'
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Siswa Dilarang Mengeluh Soal Rasa dan Kualitas Makan Begizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: BGN Ancam Siswa Tak Komplain dan Viralkan Rasa Makan Bergizi Gratis
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun