MerahPutih.com - Beredar unggahan di Facebook yang mengatakan Indonesia sedang diterpa fenomena gelompang panas hingga suhu 40-50 derajat celcius. Pengunggah juga melarang minum minuman dingin di saat cuaca panas untuk menghindari stroke.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
Bahaya gelombang panas... Peringatan bagi warga Indonesian/Malaysia/Singapura
*Bersiaplah untuk gelombang panas berikutnya* Antara 40 dan 50 °C. Selalu minum air bersuhu ruangan secara perlahan.
Hindari minum air dingin atau es !
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Batalkan Program Makan Siang Gratis karena Beras Mahal
FAKTA
Berdasarkan penelusuran Turn Back Hoaks (Mafindo) dikutip Selasa (28/5), tidak benar Indonesia sedang dilanda fenomena gelombang panas. Bantahan itu disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.
Berdasarkan karakteristik dan indikator statistik pengamatan suhu yang dilakukan BMKG, fenomena cuaca panas yang terjadi di Indonesia tidak dapat dikategorikan sebagai gelombang panas. Cuaca panas yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini diperngaruhi perubahan musim.
Merujuk artikel media Liputan6.com, dokter bernama Muhammad Fajri Addai menjelaskan tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan stroke itu disebabkan suhu panas lalu meminum air es atau dingin. Sebaliknya, kata dia, untuk mengatasi cuaca panas memang harus minum air agar terhindar dari dehidrasi.
Baca juga:
KESIMPULAN
Faktanya, Indonesia tidak sedang mengalami fenomena gelombang panas. Begitu pula tidak ada fakta ilmiah yang menyatakan minum minuman dingin ketika cuaca panas dapat memicu strok. Oleh karenanya informasi yang beredar dapat disimpulkan sebagai konten hoaks kategori berita menyesatkan. (Knu)