[HOAKS atau FAKTA]: Luka Warga Palestina akibat Serangan Israel Hasil Make Up

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 24 Mei 2021
[HOAKS atau FAKTA]: Luka Warga Palestina akibat Serangan Israel Hasil Make Up

Tangkapan layar media sosial soal hoaks luka akibat serangan Israel hasil make up. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar unggahan berupa video di Twitter oleh akun @Gsiwalette menampilkan sejumlah warga Palestina sedang dirias wajahnya untuk membuat tampilan luka-luka berdarah.

Beberapa tata rias terlihat mencampurkan bahan make up berwarna merah untuk membuat tampilan berdarah.

Dalam videonya juga terdapat narasi bahwa warga Palestina sengaja memalsukan luka di tubuh mereka agar dunia merasa kasihan dan agar Israel dipandang buruk.

Video tersebut beredar di tengah konflik yang terjadi antara Palestina-Israel yang terjadi sejak 10 Mei lalu, saat Israel menyerang Sheikh Jarrah. Cuplikan tersebut ingin membutikan bahwa luka akibat perang yang dialami warga Palestina adalah palsu.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Gibran akan Bebaskan Palestina dari Israel

FAKTA:

Setelah dilakukan penelusuran fakta terkait oleh Mafinfo, video yang dibagikan oleh @Gsiwalette adalah cuplikan behind the scene dari sebuah proyek film Palestina yang dipimpin oleh lembaga amal dari Prancis, Doctors of The Worlds.

Proyek tersebut berlangsung pada tahun 2017, yang melibatkan seorang tata rias dari Palestina bernama Mariam Salah.

Tangkapan layar Youtube cuplikan behind the scene dari sebuah project film Palestina. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Youtube cuplikan behind the scene dari sebuah project film Palestina. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)


Dilansir dari channel YouTube broadcast berita dari Turki, TRT World, Mariam Salah merupakan seorang tata rias dari Palestina yang menekuni make up untuk efek luka-luka.

Dalam video yang diunggah oleh TRT World pada 2 Maret 2017 berjudul “Palestinian film industry | Cinema | Showcase”, Mariam Salah terlihat sedang merias para pemain film.

Video yang sama persis seperti unggahan akun @Gsiwalette, ditemukan di channel YouTube GazaPost, diunggah pada 25 Februari 2017 dengan judul kurang lebih “Trik sinematik adalah sebuah kesenian yang mentransmisikan Gaza ke dunia yang berbeda”.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Turki Siap Serang Israel

KESIMPULAN:

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim akun @Gsiwalette adalah hoaks dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Bertemu Dubes Palestina, Anies dan Karyawan Patungan Dana Bantuan

##HOAKS/FAKTA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Laran Orang Tua Kasih Nama Anak dari Karakter Fiksi dan Film Kartun
Beredar informasi Dukcapil melarang orang tua menamai anak berdasarkan karakter fiksi maupun film kartun. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Laran Orang Tua Kasih Nama Anak dari Karakter Fiksi dan Film Kartun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jogging di Area Tertentu Akan Dipungut Pajak
Pemerintah dikabarkan akan memungut pajak untuk masyarakat yang ingin jogging.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jogging di Area Tertentu Akan Dipungut Pajak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp16 Juta per Bulan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut, gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih mencapai Rp16 juta. Cek kebenaran informasinya.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Capai Rp16 Juta per Bulan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Beredar informasi peserta Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Negara dipungut bayaran. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Ikut Peringatan HUT RI di Istana Negara Harus Bayar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Disebutkan, larangan mendirikan kios itu berlaku dalam radius 2 kilometer dan jika ketahuan akan diancam denda.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Bagikan