[HOAKS atau FAKTA]: ISIS Beri Racun di Makanan Pesan Antar Go Food

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 November 2021
[HOAKS atau FAKTA]: ISIS Beri Racun di Makanan Pesan Antar Go Food

Ilustrasi Gojek. (Foto: gojek)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beredar di Aplikasi Whatsapp, informasi mengenai ajakan untuk tidak memesan makanan lewat Go Food dikarenakan banyak makanan yang diberi racun oleh anggota ISIS. Dari keterangan pesan Whatsapp tersebut bila sekarang ini ISIS menjadi pengemudi Gojek.

NARASI

Moms... untuk sementara jangan pesan makan lewat gofood di krn anggota isis itu skrng jd gojek.. Jd makanan di racunin. Tmn saya sudah kena dan sekarang dibawa ke rs.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: PPKM Level 4 Nataru, Pemerintah Sudah Prediksi Varian Baru COVID-19

FAKTA

Vice President Corporate Communications Go-Jek Michael Say mengatakan, pihaknya telah melaporkan informasi yang beredar tersebut ke Diskrimsus Polda Metro Jaya. Yang jelas,informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Michael meminta warga tidak menyebarkan info tersebut, karena beredarnya isu tersebut sangat merugikan mitra pengemudi Go-Jek.

Tangkapan layar hoaks.

Selain itu, Informasi itu sebenarnya bisa langsung dicurigai sebagai hoaks. Pertama, pesan tersebut tidak berisi penjelasan detail. Misalnya, siapa korban, dirawat di rumah sakit mana, atau meninggal di mana. Pembuat pesan sengaja menyebarkan informasi seperti itu agar masyarakat susah melacak kebenarannya.

Divisi Humas Mabes Polri juga telah menyatakan bahwa pesan tentang anggota ISIS yang memberikan racun pada makanan dengan menyamar sebagai pengemudi ojek online merupakan hoaks.

Meski begitu, di lini masa media sosial, masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang kebenaran pesan tersebut. Mungkin si penyebar hoaks itu perlu diserahkan ke ISIS biar kapok.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, informasi mengenai ajakan untuk tidak memesan makanan lewat Go Food dikarenakan banyak makanan yang diberi racun oleh anggota ISIS yang sekarang menjadi pengemudi Gojek adalah tidak benar dan merupakan konten yang menyesatkan. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Megawati dan Prabowo Sepakat Calonkan Ganjar di Pilpres

##HOAKS/FAKTA #GoJek #Mafindo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan mematikan usaha warung kelontong.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Pemerintah Larang Toko dan Warung Dibangun Dekat Kopdes Merah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikabarkan akan menerapkan pajak untuk TV, Kulkas, hingga AC. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Tegaskan Pemilik Kulkas, AC, TV dan Sepeda akan Dikenai Pajak Tahun Depan
Indonesia
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Konten-konten hoaks yang beredar saat ini, bisa menimbulkan keresahan dan ketakutan bagi anggota masyarakat awam yang kurang berhati-hati
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Cermati Platform Medsos, Minta Warga Waspadai Konten Hoaks Jelang HUT RI
Indonesia
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Negara tidak boleh membiarkan ruang digital dipenuhi informasi yang sengaja dipelintir, dimanipulasi, atau disebarkan tanpa dasar
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kementerian Komdigi Diminta Segera Tindak Tegas Akun Penyebar Hoaks Hingga Disinformasi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Disebutkan, larangan mendirikan kios itu berlaku dalam radius 2 kilometer dan jika ketahuan akan diancam denda.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Toko Klontong Dilarang Berada Dekat Koperasi Merah Putih
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Sendal Jepit saat Naik Motor akan Ditilang Polisi
Pengendara sepeda motor yang berkendara menggunakan sendal jepit akan ditilang, denda Rp 250 ribu. Cek informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Sendal Jepit saat Naik Motor akan Ditilang Polisi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Bank Indonesia menerbitkan uang kertas pecahan Rp 5 Juta bergambar Soekarno. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bakal Ubah IKN Jadi Markas Besar TNI
Beredar unggahan di media sosial yang menyebut Prabowo akan mengubah IKN jadi markas besar TNI. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Bakal Ubah IKN Jadi Markas Besar TNI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : SPBU bakal Dijaga Petugas Samsat untuk Menilang Penunggak Pajak
Pertamina menegaskan tidak ada kebijakan semacam itu dalam pelayanan.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] : SPBU bakal Dijaga Petugas Samsat untuk Menilang Penunggak Pajak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Gelombang Panas Eropa Dipicu Paparan 5G
Tidak ada bukti atau mekanisme fisika yang membuktikan bahwa sinyal 5G dapat mengubah cuaca atau memicu gelombang panas.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA ]: Gelombang Panas Eropa Dipicu Paparan 5G
Bagikan