Hitung-hitungan Kerugian Jika Inggris-Belgia Jadi Juara Grup G

Thomas KukuhThomas Kukuh - Selasa, 26 Juni 2018
Hitung-hitungan Kerugian Jika Inggris-Belgia Jadi Juara Grup G

Roberto Martinez dan Gareth Southgahte (Zimbio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Laga pamungkas Grup G Piala Dunia 2018 antara Inggris melawan Belgia di Kaliningrad akan menentukan siapa yang akan lolos sebagai juara grup. Tapi apakah mereka bertarung bakal mati-matian untuk bisa menjadi pemuncak grup? Banyak yang menduga tidak.

Ya, rasanya sulit memastikan Inggris dan Belgia akan bersungguh-sungguh berduel demi posisi pertama grup. Ada kemungkinan kedua tim tampil tak mencari kemenangan sembari berburu kartu kuning. Hal itu mengingat aturan fair play yang menjadi faktor penentuan peringkat.

Kabar terakhir, kubu Belgia justru disebut akan mengistirahatkan sepuluh pemain inti mereka. Roberto Martinez mengatakan ada kemungkinan pihaknya melakukan itu.

Saat ini Martinez memiliki tiga pemain yang jika kartu kuning harus menjalani suspensi di 16 besar. Selain itu, Martinez mengungkap dia tak ingin memaksa Eden Hazard dan Romelu Lukaku tampil untuk menjaga kondisi karena keduanya mengalami cedera ringan. "Saya pikir setiap pemain layak bermain di Piala Dunia. Yang lebih penting bagi saya adalah memberikan kesempatan itu dan melihat bagaimana reaksi mereka," kata Martinez seperti dikutip BBC Sport.

Hazard
Eden Hazard

Saat ini, Inggris ada di posisi pertama Grup G meski memiliki pon dan selisih gol yang sama persis dengan Belgia di urutan kedua. Sebenarnya, mana yang lebih menguntungkan, lolos sebagai juara atau runner-up grup?

Pelatih kedua kubu, Martinez dan Gareth Southgate berusaha meredam pembicaraan mengenai hal ini. Awal buruk yang dialami Jerman berarti pimpinan Grup G potensi bertemu sang juara bertahan Jerman atau Brasil lebih cepat.

Inggris dan Belgia memang harus hati-hati dalam berstrategi menentukan langkah mereka. Salah strategi bisa berarti pulang kampung lebih cepat. Dari semua kriteria penentuan peringkat, kedua tim memiliki kesamaan. Mereka mencatat poin, selisih gol, gol memasukan, dan gol kemasukan yang identik. Inggris ada di posisi pertama grup karena memiliki catatan disiplin lebih baik. Inggris mengoleksi dua kartu kuning sedangkan Belgia tiga. Jika nantinya semuanya sama, maka penentuan peringkat akan ditentukan oleh pengundian yang dilakukan FIFA.

Dilihat dari jalur menuju final, menduduki runner up Grup G memang terlihat lebih nyaman. Tak hanya lawan yang akan dihadapi, tapi dua dari tiga pertandingan menuju final akan berlangsung di Moskow. Sementara juara Grup G harus terbang ke Rostov-on-Don, Kazan, dan St, Petersburg sebelum ke final di Moskow.

"Kami harus memikirkan itu betul-betul," ujar Southgate menjawab soal mana yang lebih menguntungkan, menjadi juara atau runner-up grup.

Delle Ali
Pemain Timnas Inggris. Dele Alli. (Zimbio)

Menjadi juara Grup G berarti akan menghadapi peringkat kedua Grup H, yang akan diketahui sebelum duel Inggris kontra Belgia. Bisa Jepang, Senegal, atau Kolombia. Untuk ketiga calon lawan itu, Southgate dan Martinez mengaku tidak menemukan perbedaan berarti. Ketiganya sama.

Namun, pada tahapan selanjutnya di perempat final, juara Grup G, akan berpotensi menghadapi perjalanan cukup terjal menuju final. Hal ini karena ada kemungkinan Jerman bakal lolos ke 16 besar sebagai runner-up Grup F. Jika demikian skenarionya, Jerman akan melawan Brasil yang kemungkinan menjadi pemuncak Grup E. Artinya jika semua mulus, sang juara Grup G bisa melawan pemenang antara Jerman versus Brasil di babak selanjutnya.

"Semua pihak ingin mengetahui sebuah jalan yang memungkinkan. Tapi, sebagai profesional saya pikir Anda tak bisa turun ke lapangan tanpa keinginan untuk menang," ujar Martinez sembari menambahkan terlalu banyak berhitung dalam sepak bola bisa berbalik menjadi petaka.

Suara serupa dikeluarkan jurnalis dan pengamat sepak bola Inggris. "Selalu berbahaya untuk berusaha finis di tempat kedua meski Anda berpikir jalan ke depannya akan lebih mudah," ujar John Cross wartawan Daily Mirror.

Meski begitu, amatlah wajar jika kedua kubu memiliki pemikiran untuk tidak menjadi juara Grup G. Mereka tentu tak ingin mendapati lawan yang berpotensi mengirim mereka pulang lebih cepat. Terlebih bagi kubu Belgia yang saat ini memang berada di posisi kedua. Adalah sebuah godaan cukup menggiurkan bagi Belgia untuk membiarkan Inggris menjadi juara Grup G. (BolaSkor.com)

#Timnas Inggris #Timnas Belgia #Piala Dunia #Piala Dunia 2018
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Timnas India awalnya terdaftar sebagai peserta FIFA ASEAN Cup 2026, tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Olahraga
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Kerusuhan adu jotos yang terjadi pasca-final Piala Dunia 2026 yang melibatkan sejumlah anggota skuad Timnas Argentina akhirnya berujung vonis berat.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Olahraga
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, meninggalkan jabatannya kurang dari tiga pekan setelah melontarkan kritik keras terhadap Gianni Infantino.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Olahraga
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Olahraga
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
QFA melalui pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus, menyebut langkah FIFA menarik proposal tersebut mencerminkan kebijaksanaan dalam menjaga soliditas komunitas sepak bola dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
Indonesia
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Baresi telah memperkuat Rossoneri sejak 1977 dan menjadi salah satu one man club dengan pensiun pada 1997.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982
Olahraga
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
UEFA mengancam akan memboikot Piala Dunia. Hal itu setelah FIFA mengusulkan kepemilikan saham investor di Piala Dunia.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Olahraga
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Roberto Mancini kembali ke Timnas Italia dengan harapan besar.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Roberto Mancini Kembali ke Timnas Italia dengan Harapan Besar, Bukan Hanya Hadirkan Trofi
Olahraga
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Sebelumnya, sejumlah pihak, termasuk UEFA dan Liga-Liga Eropa, menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia.
Frengky Aruan - Kamis, 30 Juli 2026
Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Munculkan Kritik dan Penolakan, Infantino: Sebuah Peluang, Bukan Kewajiban
Olahraga
Mark van Bommel Latih Timnas Belgia, Dendam Masa Lalu CEO KBVB Bikin Hein Vanhaezebrouck Terdepak
Penunjukan Van Bommel mencatatkan sejarah baru sebagai opsi pelatih luar negeri keempat secara beruntun bagi Belgia
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Mark van Bommel Latih Timnas Belgia, Dendam Masa Lalu CEO KBVB Bikin Hein Vanhaezebrouck Terdepak
Bagikan