Hingga April 2026, PT KAI Angkut 16,6 Juta Ton Batu Bara

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
Hingga April 2026, PT KAI Angkut 16,6 Juta Ton Batu Bara

PT KAI investasi kereta api baru demi mengantisipasi lonjakan dalam kebutuhan transportasi.(foto: dok PT KAI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut 16.631.048 ton batu bara pada periode Januari hingga April 2026. Khusus April 2026, volume angkutan mencapai 4.633.495 ton.

Sebagian besar angkutan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik, terutama di Jawa dan Bali, yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 dihuni lebih dari 163 juta penduduk atau sekitar 58 persen populasi Indonesia.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba mengatakan distribusi energi membutuhkan moda transportasi dengan kapasitas besar, pola operasi yang stabil, serta kemampuan menjaga kesinambungan pasokan dalam jangka panjang.

"Distribusi energi memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan produktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pola angkut yang stabil menjadi penting agar rantai pasok energi dapat berjalan dengan baik," ujar Anne, Rabu (13/5).

Dalam sistem logistik nasional, kereta api dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk angkutan komoditas massal berjarak jauh. Selain kapasitas besar, jalur rel yang terpisah dari lalu lintas jalan raya membuat distribusi lebih terukur dari sisi waktu perjalanan dan pola operasi. Lokomotif CC205, misalnya, mampu menarik hingga 61 gerbong atau setara sekitar 3.050 ton barang dalam satu perjalanan. Kapasitas tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 120 truk kontainer ukuran 40 kaki.

Baca juga:

Libur Panjang di Bulan Mei, PT KAI Siapkan 9 Tambahan Perjalanan Dari Jakarta



Dari perspektif logistik, kapasitas angkut besar dalam satu perjalanan turut memberikan efisiensi distribusi dan membantu mengurangi pergerakan kendaraan berat di jalan raya pada lintas tertentu. Untuk meningkatkan kapasitas angkutan batu bara, KAI terus melakukan penguatan sarana dan pengujian operasional. Salah satunya melalui uji coba satu lokomotif CC205 pada 12 Mei 2026 di lintas Sumatra Selatan.

Pengujian dilakukan dengan menarik rangkaian 60 gerbong batu bara pada lintasan menanjak. Dalam simulasi tersebut, kereta api dihentikan di beberapa titik tanjakan, kemudian rel disiram air untuk menguji kemampuan adhesi lokomotif saat perjalanan dijalankan kembali pada kondisi lintasan yang lebih berat. Hasil pengujian menunjukkan lokomotif tetap mampu menarik rangkaian dengan beban sekitar 4.000 ton di lintasan tersebut. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur performa sarana dalam mendukung peningkatan volume angkutan batu bara yang terus berkembang.

Menurut Anne, penguatan kapasitas angkutan barang perlu dilakukan secara bertahap karena kebutuhan distribusi logistik nasional juga terus meningkat. "Keandalan distribusi logistik akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas dilakukan dengan pendekatan yang terukur dan berbasis kebutuhan jangka panjang," kata Anne.

Pengembangan sarana tersebut merupakan bagian dari investasi KAI senilai USD 222,5 juta atau sekitar Rp 3,56 triliun. Investasi ini diproyeksikan mendukung target angkutan batu bara sebesar 111,2 juta ton dan angkutan nonbatu bara sebesar 10,9 juta ton pada 2029.

KAI juga mendorong penguatan industri nasional melalui penggunaan sarana produksi dalam negeri. Seluruh gerbong datar BM 54 ton diproduksi di dalam negeri melalui kerja sama dengan PT INKA dengan optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Selain mendukung peningkatan kapasitas logistik, pengembangan sarana tersebut dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan angkutan di wilayah Sumatra Selatan, termasuk proyek Tarahan II dan Kertapati yang diproyeksikan meningkatkan volume distribusi barang beberapa tahun mendatang.

Anne menambahkan distribusi energi sering kali bekerja di balik aktivitas masyarakat tanpa banyak terlihat, tapi memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan kehidupan sehari-hari.

"Ketika distribusi energi berjalan stabil ruang belajar akan tetap terang, layanan kesehatan tetap beroperasi, dan aktivitas ekonomi dapat terus bergerak," tutupnya.(Asp)

Baca juga:

Penumpang KRL Capai 155.009.997, Jaringan PT KAI Makin Terhubung

#PT KAI #Kendaraan Angkutan Barang #Batu Bara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Stasiun Bogor Padat Penumpang, Peron akan Diperbanyak
Pengembangan ini disiapkan untuk mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Stasiun Bogor Padat Penumpang, Peron akan Diperbanyak
Indonesia
Stasiun Gambir akan Dapat Upgrade, Jadi Seperti Mall dan Ada Tempat Menginap Penumpang
Pengembangan Gambir diarahkan agar ruang stasiun lebih produktif dan memberi manfaat lebih luas.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Stasiun Gambir akan Dapat Upgrade, Jadi Seperti Mall dan Ada Tempat Menginap Penumpang
Indonesia
Intip Rencana Besar KAI untuk Stasiun Gambir
PT KAI merancang pengembangan Stasiun Gambir sebagai pusat hospitality dan leisure. Konsep New Gambir akan menghadirkan retail, kuliner, hotel, rooftop park, dan ruang MICE, sekaligus membuka peluang kerja hingga 1.000 orang.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Intip Rencana Besar KAI untuk Stasiun Gambir
Indonesia
KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru
Kesiapan KAI sejalan dengan mandatori biodiesel B50 yang mulai diberlakukan pemerintah pada 1 Juli 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
KAI Pastikan Seluruh Sarana Diesel Siap Terapkan Biodiesel Baru
Indonesia
Belum Setahun, Kereta Petani Pedagang Lintas Rangkasbitung–Merak Layani 26.074 Penumpang
Layanan ini memberi ruang yang lebih tertata bagi pelanggan yang membawa barang dagangan, hasil pertanian, maupun perlengkapan usaha dalam perjalanan harian.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Belum Setahun, Kereta Petani Pedagang Lintas Rangkasbitung–Merak Layani 26.074 Penumpang
Indonesia
Bedeng Liar Stasiun Pasarsenen-Gaplok Dibongkar, Warga Mulai Pindah ke Hunian Senen
PT KAI Daop 1 Jakarta menertibkan 38 lapak dan 57 bangunan liar di jalur Pasarsenen–Pasar Gaplok. Sebanyak 183 jiwa direlokasi ke Hunian Senen.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Bedeng Liar Stasiun Pasarsenen-Gaplok Dibongkar, Warga Mulai Pindah ke Hunian Senen
Indonesia
Gempa Pacitan Sampai Solo dan Yogya, 15 Kereta Api Berhenti Luar Biasa
Pusat gempa berada di koordinat 8,96 Lintang Selatan dan 111,16 Bujur Timur, atau sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
Gempa Pacitan Sampai Solo dan Yogya, 15 Kereta Api Berhenti Luar Biasa
Indonesia
Warga Alami Pemadaman Listrik Bergirir, Kementerian ESDM Sempat Stop Ekspor Batu Bara
Hingga saat ini, sekitar 141 juta metrik ton (MT) batu bara telah diamankan, dari total kebutuhan tahunan sebesar 154 juta MT.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
Warga Alami Pemadaman Listrik Bergirir, Kementerian ESDM Sempat Stop Ekspor Batu Bara
Indonesia
Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk di 2026, Layani 3,15 Juta Pergerakan Penumpang KA Jarak Jauh
KAI mencatat Stasiun Pasar Senen sebagai stasiun kereta api jarak jauh tersibuk sepanjang Januari-Mei 2026 dengan total 3,15 juta pergerakan penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Pasar Senen Jadi Stasiun Tersibuk di 2026, Layani 3,15 Juta Pergerakan Penumpang KA Jarak Jauh
Indonesia
KAI Kasi Tiket Diskon 30 Persen untuk Liburan Sekolah, masih Tersedia 554 Ribu Kursi
Kuota tersedia yakni 1.174.624 tempat duduk sediakan untuk periode perjalanan 20 Juni sampai 5 Juli 2026.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
KAI Kasi Tiket Diskon 30 Persen untuk Liburan Sekolah, masih Tersedia 554 Ribu Kursi
Bagikan