Hingga 2020, Megawati Didukung Jawat Pimpinan PDIP

Fredy WansyahFredy Wansyah - Selasa, 07 April 2015
Hingga 2020, Megawati Didukung Jawat Pimpinan PDIP

Presien ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato kebudayaan dalam peringatan Hari Perempuan Internasional di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (8/2). (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Politik - Ketua Umumm DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri akan kembali dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum DPP PDIP dalam Kongres ke IV PDIP yang akan dihelat di Bali pada 8-12 April 2015.

Wasekjen DPP PDIP Ahmad Basarah dalam jumpa persnya di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Selasa (7/4) menjelaskan keputusan kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai pucuk pimpinan partai Banteng sesuai dengan Keputusan rapat kerja nasional (Rakernas) di Semarang, Jawa Tengah pada September 2014.

"Hal ini merupakan wujud dari proses demokrasi musyawarah mufakat dan demokrasi terpimpin di PDIP," kata Ahmad Basarah. (BacaMiliki Trah Sukarno, Puan Layak Jabat Waketum PDIP)

Basarah melanjutkan, dalam Rakernas di Semarang, Jawa Tengah pada September 2014 silam, Presiden Joko Widodo mengusulkan agar Megawati Soekarnoputri tetap memegang kendali tampuk kekuasan PDIP.

Usulan yang disampaikan bekas Gubernur DKI Jakarta itu lantas diterima penuh oleh segenap fungsionaris, peserta dan kader PDIP. Usulan tersebut kemudian menjadi keputusan dalam Rakernas di Semarang. Setelah itu, lanjut Basarah keputusan tersebut terus disosialisasikan di setiap tingkatan, mulai dari pengurus daerah (DPD) pengurus cabang (DPC) hingga pengurus anak cabang (PAC). (BacaJokowi Disarankan Tinggalkan Megawati dan Surya Paloh)

"Jadi agenda Kongres IV PDIP di Bali hanya mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDIP periode 2015-20120," tandas Baskara. (bhd)

#Kongres PDIP #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Bagikan