Kesehatan Mental

Hindari deh, Hal-Hal yang Memicu Kecemasan

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 21 Januari 2022
Hindari deh, Hal-Hal yang Memicu Kecemasan

Kecemasan bisa dipicu banyak hal .(pexels David Garrison)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI yang belum juga usai telah menerbitkan berbagai isu kesehatan. Tak hanya kesehatan yang terkait dengan penyebaran virus corona, tapi juga kesehatan mental. Pembatasan aktivitas luar ruang, kebijakan kuncitara (lockdown), dan kekhawatiran terinfeksi COVID-19 telah membuat beberapa orang mengalami gangguan kecemasan.

Kecemasan adalah kondisi gangguan mental yang bisa menimbulkan perasaan khawatir, takut, atau tegang. Perubahan suasana hati terjadi secara mendadak, dari yang sebelumnya bahagia tiba-tiba bisa menjadi sedih hingga ingin sendirian. Semua orang yang pernah mengalami gejala itu tentunya sangat mengetahui bahwa kecemasan juga bisa menyebabkan serangan panik dan gejala fisik yang ekstrem seperti nyeri dada.

BACA JUGA:

5 Kebiasaan Ini Justru Memperburuk Gangguan Kecemasan

Gangguan keccemasan sangat umum terjadi. Menurut Anxiety and Depression Association Of America, gangguan kecemasan memengaruhi sekitar 40 juta orang di Amerika Serikat. Penyebab gangguan kecemasan bisa sangat beragam mulai dari genetika, lingkungan, peristiwa tertentu, hingga emosi atau pengalaman. Semua hal itu dapat menyebakan dimulainya gejala kecemasan ataupun bisa memperburuknya.

Pemicu kecemasan tentunya berbeda-beda pada setiap orang. Kebanyakan orang menemukan bahwa mereka memiliki banyak pemicu, tapi pada sebagian orang, serangan kecemasan bisa dipicu tanpa alasan sama sekali. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui pemicu kecemasan yang mungkin kamu miliki. Meski demikian, Ada beberapa pemicu umum yang bisa menyebabkan kecemasan. Seperti dilansir Healthline, beberapa hal ini bisa memicu kecemasan seseorang.


1. Situasi yang Menegangkan

kecemasan
Berada di situasi yang sulit juga bisa memicu kecemasan. (pexels Ron Lach)

Pemicu kecemasan yang paling umum ialah berada di situasi yang menegangkan dan juga stres yang berlebih. Situasi yang menegangkan bagi beberapa orang sangat beragam. Misalnya berada di ruangan yang penuh dengan orang asing yang menyebabkan kamu harus berbasa-basi atau berinteraksi dengan orang lain ataupun harus berbicara di depan umum.

Meskipun terlihat sepele, nyatanya bisa menimbulkan kecemasan bagi beberapa orang. Hal itu bisa disebut dengan gangguan kecemasan sosial. Tidak hanya itu, amarah dan gelisah juga bisa menyebabkan seseorang mengalami kecemasan yang bisa menyebabkan seseorang mengalami serangan panik di kemudian hari.


2. Stres

Stres
Stres bisa dipicu hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. (pexels Andrea Piacquadio)

Stres bisa disebabkan banyak hal, seperti kemacetan lalu-lintas atau ketinggalan jadwal kereta api. Hal- hal yang terlihat sederhana itu juga bisa memicu kecemasan bagi beberapa orang. Stres jangka panjang dapat menyebabkan kecemasan jangka panjang dan masalah kesehatan lainnya.

Stress juga bisa menyebabkan perilaku seperti melewatkan makan, minum alkohol, dan kurang tidur. Faktor itu juga yang kemudian bisa memicu atau memperburuk kecemasan. Ketika kamu sering berpesta sepanjang malam sehingga membuat waktu tidurmu terganggu, tentunya hal itu akan mengakibatkan kecemasan. Kamu bisa mempertimbangkan kembali keputusan untuk mengikuti pola hidup sehat dengan mengikuti jam tidur yang sesuai.


3. Kafein

kafein
Mengonsumsi kafein berlebih bisa menimbulkan kecemasan. (pexels Foodie Factor)


Mungkin ini akan menjadi berita buruk bagi kamu para pencinta kopi. Kafein yang berlebihan dapat memicu kecemasan. Menurut penelitian pada 2010, orang dengan gangguan panik dan kecemasan sosial sangat sensitif terhadap efek kafein yang memicu kecemasan. Jadi jika kamu selalu menghabiskan waktu dengan mengonsumsi secangkir kopi untuk menemani harimu, cobalah untuk mengurangi asupan kafeinmu dengan mengonsumsi minuman yang lebih sehat lainnya.


4. Pemicu Pribadi

stres
Ingatan buruk yang pernah dialami saat masa kecil juga bisa menjadi pemicu kecemasan. ( pexels Kat Smith)

Pemicu pribadi ini sulit diidentifikasi, tetapi hal ini mungkin dimulai dengan bau, tempat, atau bahkan lagu. Pemicu pribadi mengingatkanmu baik secara sadar atau tidak sadar tentang ingatan buruk atau peristiwa yang tidak menyenangkan yang terjadi dalam hidup. Individu yang mengalami gangguan stres pascatrama (PTSD) sering mengalami pemicu kecemasan dari pemicu lingkungan.(pid)

#Kesehatan #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
ShowBiz
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Britney Spears mengenang 15 tahun bekerja tanpa henti, masa konservatori, dan keinginannya menjalani hidup dengan lebih bebas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Britney Spears Kenang 15 Tahun Bekerja Tanpa Henti, Ungkap Kepahitan soal Kebebasan Pribadi
Lifestyle
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Khawatir anak kecanduan atau kena cyberbullying? Simak panduan lengkap dan fitur pengawasan orang tua dari Roblox untuk menjaga kesehatan mental anak saat main gim online.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 10 Oktober 2026
Anak Sering Main Roblox? Begini Cara Cegah Kecanduan dan Jaga Kewarasan Mentalnya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan