Hilangkan Debat Normalisasi dan Naturalisasi, DPR: Rakyat Butuh Bantuan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 05 Januari 2020
Hilangkan Debat Normalisasi dan Naturalisasi, DPR: Rakyat Butuh Bantuan

Petugas SAR menggunakan perahut karet untuk mengevakuasi korban banjir di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Pulo, Jakarta, Kamis (2/1/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Tubagus Ace Hasan Syadzily menilai tidak etis ketika di tengah-tengah musibah banjir, justru pemerintah malah berdebat tentang normalisasi atau naturalisasi sungai.

Menurut Ace, pemerintah fokus bagaimana menangani dampak banjir itu. Apalagi banyak korban banjir yang saat ini membutuhkan bantuan.

"Rakyat membutuhkan bantuan makanan, minuman, pakaian, tempat pengungsian dan pelayanan medis. Itu yang penting,” kata Ace dalam akun Twitternya yang dikutip di Jakarta, Minggu (5/1).

Baca Juga:

Banjir Jakarta Meluas seperti 2010, Anies Dianggap Lalai

Politikus Partai Golkar itu meminta agar perdebatan tersebut dilakukan usai penanganan banjir dan bencana tersebut tuntas teratasi.

“Debat normalisasi atau naturalisasi kita selesaikan setelah banjir reda dan langsung eksekusi mana yang terbaik terkait teknologi rekayasa air yang dapat menanggulangi banjir yang selalu menghampiri Jabodetabek,” ujarnya.

Ace mengatakan bahwa antisipasi terhadap bencana banjir harus tetap dilakukan. Apalagi berdasarkan hasil laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa curah hujan masih akan diprediksi tinggi hingga bulan Februari nanti. “Ini artinya kemungkinan bencana banjir tetap harus diwaspadai,” tuturnya.

Ace berharap, persiapan posko-posko penanganan bencana banjir harus terus disiagakan oleh pemerintah.

“Tentu kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan posko-posko banjir yang ditujukan sebagai tempat mengungsi warga yang merupakan daerah aman untuk dijadikan sebagai tempat tinggal sementara warga,” tutupnya

Sebelumnya, terdapat perbedaan pendapat antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kementerian PUPR Basuki Hadimuljono terkait penyebab banjir yang hubungannya dengan normalisasi sungai Ciliwung.

Anies menyebut normalisasi Sungai Ciliwung pada era Gubernur sebelumnya (Basuki Tjahaja Purnama/Ahok) tetap tak bisa menghalau banjir di kawasan Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.

Baca Juga:

Menteri PUPR Tinjau Banjir di Ruas Tol Dalam Kota Menuju Bandara

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut penyebab banjir karena pekerjaan normalisasi Ciliwung belum selesai. Basuki menegaskan mau naturalisasi atau normalisasi, pelebaran sungai tetap mesti dilakukan.

"Mau namanya naturalisasi mau normalisasi sama semua. Sungai tetap butuh dilebarkan," kata Basuki kepada awak media beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, pelebaran dilakukan demi menambah kapasitas sungai untuk menampung air. Terlebih dalam menghadapi luapan air yang besar saat musim hujan. "Di video pak Anies juga sama sungai dilebarkan. Semua dibikin supaya penampung air lebih banyak," ungkap Basuki. (Knu)

#Banjir #Banjir Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Penyediaan hunian menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Dunia
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Bencana banjir parah terjang 23 provinsi di Thailand, tewaskan 19 orang dan berdampak pada 700 ribu warga Bangkok. Pemerintah tetapkan libur khusus!
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
700 Ribu Orang Terjebak Banjir, Bangkok Lumpuh Total Kota Diliburkan!
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Bagikan