MerahPutih.com - Bagi generasi yang menjalani aktivitas dengan mobilitas tinggi, tas bukan lagi sekadar tempat membawa barang. Pilihan tas turut menjadi bagian dari cara seseorang membentuk gaya, menunjukkan karakter, sekaligus menunjang beragam aktivitas dalam satu hari.
Gagasan tersebut terlihat dalam kolaborasi Hedgren, brand lifestyle asal Belgia, bersama seniman Indonesia Varsam Kurnia melalui karya bertajuk The Wayfarer.
Kolaborasi ini diperkenalkan bersamaan dengan preview koleksi Autumn/Winter 2026 (AW26) Hedgren di toko keduanya di Indonesia, Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG).
Pertemuan Hedgren dan Varsam menghadirkan perspektif baru mengenai travel essentials dengan menggabungkan kebutuhan akan fungsi dan elemen personal yang semakin relevan bagi gaya hidup generasi muda.
Baca juga:
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
'The Wayfarer' dan Sosok yang Terus Bergerak
The Wayfarer terinspirasi dari sosok yang terus bergerak, menjelajahi tempat baru, serta mengumpulkan pengalaman dari setiap perjalanan.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui pendekatan visual Varsam dan karakter Hedgren yang selama ini menempatkan fungsi serta desain sebagai bagian penting dari produknya.
Bagi Gen Z, mobilitas tidak selalu berarti bepergian jauh. Aktivitas dapat berpindah dari kampus ke tempat kerja, bertemu teman, menghadiri acara, hingga melakukan perjalanan singkat dalam satu hari.
Karena itu, tas dituntut mampu mengikuti berbagai situasi sekaligus tetap selaras dengan gaya personal penggunanya.
Baca juga:
Melalui The Wayfarer, perjalanan juga dipandang sebagai bagian dari proses membentuk identitas. Apa yang dibawa seseorang dalam perjalanan, termasuk tas dan berbagai benda di dalamnya, dapat menjadi representasi dari kebiasaan, kebutuhan, hingga karakter pemiliknya.
Kami melihat bahwa art dan travel memiliki kesamaan dalam hal storytelling. Ketika seseorang melakukan perjalanan, mereka membawa pengalaman dan cerita yang kemudian menjadi bagian dari diri mereka. Melalui kolaborasi dengan Varsam, kami ingin menerjemahkan perspektif tersebut ke dalam sebuah karya yang bisa menjadi bagian dari perjalanan konsumen,
ungkap Marketing Executive Hedgren, Putri Savana.
Perjalanan sebagai Cerita Personal
Perspektif tersebut sejalan dengan gagasan Varsam Kurnia dalam menerjemahkan perjalanan ke dalam bentuk visual.
“The Wayfarer” tidak hanya berbicara mengenai tujuan akhir, tetapi juga tentang berbagai pengalaman yang ditemui sepanjang perjalanan dan bagaimana pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Saya melihat 'The Wayfarer' sebagai representasi dari seseorang yang terus berjalan dan mengeksplorasi. Bukan hanya tentang ke mana kita pergi, tetapi juga apa yang kita temukan dan bawa pulang dari perjalanan tersebut. Saya tertarik bagaimana ide ini bisa diterjemahkan bersama Hedgren menjadi sesuatu yang fungsional sekaligus memiliki cerita,” ujar Varsam Kurnia. (Far)