Haul Gus Dur ke-9 Dipusatkan di Solo, Ribuan Jemaah Bakal Padati Stadion Sriwedari

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 21 Februari 2019
Haul Gus Dur ke-9 Dipusatkan di Solo, Ribuan Jemaah Bakal Padati Stadion Sriwedari

Ketua Panitia Haul Husein Syifa. (Foto: merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keluarga besar KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menggelar acara haul Gus Dur di Stadion Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/2).

Acara haul tersebut rencananya dihadiri sebanyak 101 ribu orang dari berbagai wilayah se-Indonesia. Presiden Jokowi dikabarkan pulang kampung menghadiri acara haul Gus Dur. Haul dimulai pukul 19.00 WIB.

Ketua Panitia Haul Husein Syifa mengatakan peringatan ini mengambil tema-tema Kebinekaan atau Keberagaman. Tema itu sesuai ajaran Gus Dur yang selama ini dikenal sebagai tokoh pluralisme.

"Kita perkirakan sebanyak 101 ribu orang dari berbagai komunitas, agama dan etnis bakal memeriahkan haul. Haul ini digelar berdasarkan inisiatif masyarakat Solo," ujar Husain dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/2).

Pamflet acara haul Gus Dur. (Foto: merahputih.com/Ismail)
Pamflet acara haul Gus Dur. (Foto: merahputih.com/Ismail)

Husain menjelaskan ada sejumlah alasan h aul Gu Dur diadakan di Solo. Alasan tersebut di antaranya almarhum Gus Dur memiliki kedekatan dengan Solo saat menjadi Presiden RI ke-4 mendapatkan gelar Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) oleh Keraton Kasunanan Surakarta Haniningrat.

"Gelar ini merupakan tertinggi yang diberikan Keraton Solo untuk orang di luar keluarga. Kita juga mengundang Jokowi dalam acara ini," kata dia.

Haul rencananya akan dihadiri beberapa tokoh seperti KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Mahfud MD. Kehadiran Jokowi, lanjut dia, tidak ada kaitanya dengan acara politik.

"Jokowi diundang sebagai tokoh yang memiliki kedekatan dengan almarhum Gus Dur, terutama saat menjabat Wali Kota Solo. Kita benar-benar merajut kebangsaan melalui kegiatan ini," papar dia.

Rangkaian acara haul Gus Dur, kata Husain, dumulai Jumat (22/2) pagi dengan agenda khotmil quran di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Siang harinya akan dilanjutkan dengan bedah buku di Ponpes Al-Muayyad dengan tema 'Gus Dur Islam Nusantara dan Kewarganegaraan Bhineka'.

"Kita juga mengadakan acara kirab kebangsaan diikuti sekitar 101 ribu orang. Start kirab dimulai Stadion Manahan menuju Stadion Sriwedari," kata dia. (Ism)

#Haul Gus Dur #Nahdlatul Ulama (NU)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Bagikan