Hati-hati, Penyakit Asma Incar Generasi Muda

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 04 Oktober 2023
Hati-hati, Penyakit Asma Incar Generasi Muda

Meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat global mengenai asma. (Unsplash/Sahej Brar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASALAH kesehatan pernapasan menjadi isu yang mendapat perhatian global, terutama pascapandemi COVID-19. Selain tuberkulosis, asma menjadi penyakit saluran pernapasan (respiratori) yang juga memerlukan perhatian khusus. Namun, di Indonesia, asma belum menjadi perhatian serius.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat global mengenai asma, unit penelitian global yang menaruh perhatian terhadap kajian kesehatan respiratori 'RESPIRE' melakukan kolaborasi dengan beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, kolaborasi tersebut dikoordinatori oleh Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Kedokteran.

Baca Juga:

MPASI Fortifikasi Tetap Menyehatkan untuk Bayi

asma
'RESPIRE Annual Scientific Meeting 2023 External Showcase Programme' yang berlansung di Kota Bandung, Rabu (27/9). (Humas Unpad)

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad yang juga Lead Representative RESPIRE Indonesia Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita, Sp.A(K), PhD, mengatakan, penyakit asma di Indonesia belum menjadi perhatian serius. Selain itu, penanganan penyakit ini juga dinilai masih salah. Banyak orang yang cenderung lebih takut terhadap Tb dibandingkan asma.

“Padahal asma sama Tb sama beratnya dan bisa menyebabkan kematian,” ungkap Prof. Cissy, dikutip Senin (2/10).

Cissy menyampaikan hal tersebut saat menggelar jumpa pers dalam acara RESPIRE Annual Scientific Meeting 2023 External Showcase Programme di Hotel Mercure Bandung City Centre, Bandung, Rabu (27/9).

Untuk itu, RESPIRE yang berpusat di University of Edinburgh, Inggris, tersebut berkolaborasi dengan akademisi dari berbagai negara di Asia, yaitu Bangladesh, India, Malaysia, dan Pakistan sejak 2016 untuk melakukan kajian mengenai kesehatan respiratori.

Kolaborasi yang dibiayai National Institute for Health and Care Research dari Inggris menggandeng tiga negara lainnya, yaitu Indonesia, Bhutan, dan Sri Lanka. Di Indonesia, Unpad menjadi motor pelaksana kolaborasi internasional tersebut.

Prof. Cissy memaparkan, kelompok remaja menjadi fokus kelompok yang akan dilakukan pembinaan dan pencegahan gangguan kesehatan pernapasan. Ini disebabkan, anak merupakan kelompok yang rentan terkena asma. Jika dibiarkan, penyakit ini akan tetap ada hingga dewasa dan sulit disembuhkan.

Tim juga melihat, dengan memberikan pendidikan pada remaja diharapkan akan mendorong mereka untuk mengubah pola hidup, salah satunya adalah menjauhi rokok. Rokok menurut Prof. Cissy, merupakan salah satu faktor risiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit pernapasan.

“Mudah-mudahan dengan riset ini, kita memproteksi anak-anak kita supaya jangan melakukan aktivitas merokok yang membahayakan diri sendiri,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan adalah mengetahui sejauh mana orang tua, komunitas, hingga layanan kesehatan mengetahui upaya preventif terhadap asma. Data ini kemudian dievaluasi untuk selanjutnya dibuatkan pedoman pencegahan asma. Pedoman ini kemudian akan dicoba untuk diimplementasikan di lima negara.

“Kita cari dulu anak-anak yang menderita asma, kita didik dan lihat ke depan hingga 2026 dengan pedoman ini apakah asmanya menurun. Jika hasilnya baik ini akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga:

Bebek Karet Penuh Bakteri

asma
Remaja dan anak rentan terhadap sakit ini. (Unsplash/Emma Simpson)

Tim RESPIRE melakukan kunjungan ke sekolah dan menetapkan dua sekolah sebagai subyek penelitian, yaitu SMPN 1 dan SMPN 9 Kota Bandung.

Representatif RESPIRE Bangladesh Prof. Aziz Sheikh yang ikut melakukan kunjungan ke dua sekolah itu mengatakan, sangat penting menciptakan lingkungan yang mendukung kelompok remaja untuk berperilaku sehat. Selain menyiapkan kurikulum pendidikan yang mendukung, peran orang tua juga sangat penting.

Senada dengan Prof. Aziz, Representatif RESPIRE Malaysia Prof. Ee Ming Khoo juga menekankan, regulasi sekolah dalam mencegah anak merokok hingga mendukung lingkungan yang bersih dan bebas polusi sangat dibutuhkan.

“Sekolah bisa untuk memulai langkah untuk mendukung Indonesia menciptakan lingkungan yang bersih,” kata Prof. Ming Khoo.

Dengan demikian, tim mengharapkan remaja dapat menjadi pemengaruh positif bagi keluarga maupun komunitasnya. “Mereka akan pulang dan bertemu orang tuanya dan bisa bilang ‘Jangan Merokok’,” sarannya.

Selain faktor gaya hidup, tingginya asma juga dipengaruhi kualitas udara yang buruk. Polusi udara hingga sampah dinilai menyumbang peningkatan gangguan pernapasan.

Prof. Ming Khoo mengatakan, permasalahan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara di Asia dan Australia pun dihadapkan pada permasalahan ini. Karena itu, perlu ada sinergi antarnegara dalam memperkuat regulasi untuk menurunkan polusi, salah satunya kebijakan dalam pembukaan hutan.

Wakil Dekan Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Riset FK Unpad Dr. Ruswana Anwar, dr., Sp.OG., Subsp. FER., M.Kes., menuturkan, kolaborasi riset ini menjadi upaya untuk memperkuat promosi pelayanan kesehatan di komunitas.

Selain itu, kolaborasi ini juga berperan meningkatkan keterampilan mahasiswa Kedokteran, mulai dari tingkat mahasiswa dasar. “Mahasiswa akan bergabung dengan peneliti, dokter, dan dokter spesialis untuk (bersama) mendapatkan strategi yang baik dalam melakukan pencegahan, deteksi, hingga pengobatan,” kata Ruswana. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Pentingnya Meminum Air Putih untuk Pertahankan Kesehatan Tubuh

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan