Kesehatan

Hati-Hati! 4 Makanan Ini Dapat Menyebabkan Kematian

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juli 2019
Hati-Hati! 4 Makanan Ini Dapat Menyebabkan Kematian

Hati-Hati! Makanan Ini Dapat Menyebabkan Kematian (Foto: Pixabay/Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEGALA kekayaan bumi memang boleh dinikmati oleh manusia. Dari mulai kekayaan nabati dan hayati sampai saat ini diolah untuk menjadi makanan. Semua negara memiliki ciri khas makanan yang menjadi salah satu identitas negara. Dari mulai bahan-bahannya serta cara pengolahannya berbeda.

Ada begitu banyak ragam menu makanan di sekitar kita tetapi apakah kamu sudah yakin bahwa makanan tersebut aman dikonsumsi? Ada baiknya jika kamu cek terlebih dahulu karena ada beberapa makanan yang dapat menyebabkan kematian. Apa saja ya? Yuk intip ulasannya di bawah ini.

1. Ikan Fugu

Hati-Hati! 4 Makanan Ini Dapat Menyebabkan Kematian
Ikan fugu sangat populer di Jepang (Foto: Pixabay/Takedahrs)

Ikan fugu menjadi makanan ekstrim yang cukup digemari di Jepang. Ikan ini biasa dikenal sebagai ikan buntal yang mengandung banyak racun dalam tubuhnya dan dapat membunuh manusia.

Baca juga:

Jika Salah Cara Konsumsinya, 3 Makanan Terkenal Dunia ini Bisa Mengakibatkan Kematian

Mesikpun makanan ini cukup populer di negara asalnya, kamu harus memastikan restoran yang menyediakan hidangan ikan fugu sudah bersertivikasi profesional. Jika salah olah, ikan fugu bisa menyebabkan kematian.

2. Gurita Hidup

Hati-Hati! 4 Makanan Ini Dapat Menyebabkan Kematian
Gurita hidup (Foto: Pixabay/Alexandra Koch)

Makanan yang populer di Korea ini merupakan salah satu menu favorit. Gurita hidup biasa disajikan dengan mie dingin atau dimakan begitu saja menggunakan kecap asin. Perlu kamu ketahui, gurita semasa hidupnya tidak mengenali otaknya sendiri karena memang susunan tubuhnya seperti itu.

Baca juga:

Awas! Makanan ini Berbahaya untuk Bayi dan Balita

Hal tersebut lah yang kemudian menyebabkan kaki-kaki gurita beserta tentakelnya bisa tetap bergerak meskipun sudah dipotong-potong. Jika kamu tidak berhati-hati ketika mengkonsumsinya, tentakel pada kaki gurita bisa menyebabkanmu tersedak dan sesak nafas sampai meregang nyawa.

3. Biji Apel

Hati-Hati! 4 Makanan Ini Dapat Menyebabkan Kematian
Apel (Foto: Pixabay/Pixel2013)

Kamu pasti pernah mendengar istilah orangtua yang berkata jika kamu memakan biji buah maka dari perutmu akan tumbuh pohon. Sebenarnya pemaknaan ini perlu diperhatikan karena beberapa biji buah sebaiknya tidak dikonsumsi karena berbahaya.

Baca juga:

Berbahaya buat Ibu dan Janin, Jenis Makanan Ini Tak Boleh Dituruti saat Ngidam

Contohnya seperti biji buah apel yang mengandung amigladin dan mampu melepaskan zat sianida saat bersinggungan dengan enzim pencernaan manusia. Jika tidak sengaja menelan banyak biji apel bisa menyebabkan keracunan hingga kematian.

4. Daging Mentah

Hati-Hati! 4 Makanan Ini Dapat Menyebabkan Kematian
Daging mentah (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Tujuan memasak daging mentah sampai matang adalah untuk mematikan cacing-cacing beserta telurnya yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Baca juga:

Awas! Makanan ini Sebabkan Halusinasi

Memakan daging mentah sama saja membiarkan tubuhmu dibunuh perlahan. Cacing-cacing yang kemudian bertelur di dalam tubuhmu akan menjadi parasit yang memakan organ-organ dalam tubuh. (mar)

#Makanan Jepang #Makanan Korea #Makanan Unik #Makanan Sehat #Kesehatan #Info Kesehatan #Tips Kesehatan #Jajanan Berbahaya #Makanan Berbahaya
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan