Hasto Sebut Soekarno Run Jadi Bukti Menggelorakan Spirit Kemandirian

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 18 Agustus 2024
Hasto Sebut Soekarno Run Jadi Bukti Menggelorakan Spirit Kemandirian

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di gelaran Soekarno Run 2024. (Foto: MerahPutih.com/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, merasa kaget dengan membludaknya peserta Soekarno Run yang diselenggarakan parpol berlambang Banteng moncong putih.

Sebab, kata Hasto, membludaknya rakyat ikut Soekarno Run menandakan masyarakat ingin menghidupkan spirit kemandirian yang selalu digelorakan Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno.

Diketahui, PDIP menggelar Soekarno Run 2024 dengan tema 'Berlari di Atas Kaki Sendiri' di Parkir Timur Senayan, Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (18/8).

"Jadi, antusiasme ternyata luar biasa, membanggakan, bagaimana spirit bung Karno untuk berdiri di atas kaki sendiri ternyata dibuktikan bisa berlari di atas kaki sendiri dengan penuh semangat menggelorakan semangat proklamasi," kata Hasto.

Baca juga:

PDIP Resmi Gelar Soekarno Run, Hasto: Berlari di Atas Kaki Sendiri

PDIP membuat tiga kategori dalam Soekarno Run kali ini, yakni lomba lari 17 kilometer, delapan kilometer, dan 4,5 kilometer.

Hasto melanjutkan PDIP bakal menjadikan Soekarno Run sebagai acara tahunan demi merayakan Hari Ulang Tahun Indonesia pada 17 Agustus 2024.

"Jadi, kategori Soekarno Run itu 17 kilometer, delapan kilometer, dan 4,5 kilometer dan ini akan menjadi event tahunan dari PDI Perjuangan setiap tahun. Nanti pas Agustus kita adakan Soekarno Run," ungkapnya.

Baca juga:

Ganjar Maknai Ajang Soekarno Run

Hasto mengaku cukup terengah-engah ikut lomba lari delapan kilometer dengan menempuh waktu hingga 71 Menit.

"Tadi saya delapan kilometer, waktu yang saya tempuh sekitar 71 menit. Sudah terengah-engah karena kurang tidur," katanya.

Politikus PDIP yang juga cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno dan anak Ketua DPR RI Puan Maharani, Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka turut menjadi peserta Soekarno Run.

Baca juga:

PDIP Resmi Gelar Soekarno Run, Hasto: Berlari di Atas Kaki Sendiri

Hasto mengaku berbicara dengan Puti ketika berlari dan menyebut anak Guntur Soekarnoputra itu sedang menguatkan spirit Bung Karno dengan ikut Soekarno Run.

"Saya katakan kepada beliau, you are represent the spirit, not just Soekarno idea, but also Soekarno spirit," lanjut alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu.

Hasto kemudian menerima pertanyaan awak media soal kemungkinan PDIP membuat acara Soekarno Run pada tahun depan melibatkan sepuluh ribu peserta karena pelaksanaan 2024 ini diikuti sekitar enam ribu orang.

"Kita akan targetkan nanti sepuluh ribu, karena medalinya harus dipesan lebih awal. Ini kita buka emam hari, ternyata langsung habis untuk 6 ribu orang. Begitu banyak antusiasme, maka kami akan menyiapkan medali, rest pack itu lebih awal," ungkap Hasto. (Pon)

#Hasto Kristiyanto #PDIP
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell dalam rangka merayakan bulan Bung Karno.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Indonesia
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
PDIP merespons usulan ambang batas parpol 13 kursi di DPR. PDIP mengatakan, bahwa harus ada kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Bagikan