Hasto Peringati Gibran Tak Terlibat Agenda Politik saat Bertemu Anies
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: MP/Dicke Prasetia)
MerahPutih.com - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto angkat bicara merespons pertemuan Anies Baswedan dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, di Kota Solo, Selasa (15/11).
"Ya kalau pertemuan namanya silahturahim itu kan budaya kita, tetapi apakah pertemuan itu dilanjutkan dengan agenda politik," kata Hasto di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (15/11).
Baca Juga:
Hasto mengingatkan Gibran untuk menghindari motif politik dalam pertemuan dengan Anies. Hal itu mengingat Anies merupakan bakal calon presiden dari Partai NasDem.
"Itu yang harus dipertanyakan (agenda politik). Mas Gibran ini kan kader PDI Perjuangan," ujar Hasto.
Baca Juga:
Meski demikian, Hasto menganggap wajar pertemuan tersebut. Sebab sebagai kepala daerah, Gibran memang sudah semestinya menyambut setiap orang yang datang ke Solo.
"Karena mas Gibran juga putera dari Presiden Jokowi, jadi sebagai wali kota dia menerima tamu-tamu dari berbagai elemen termasuk yang datang dan berkunjung ke Solo," kata Hasto. (Pon)
Baca Juga:
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Kaesang Yakin PSI Bisa Rebut Jateng dan Bali dari PDIP, Pengamat Sentil Terlalu Berkhayal dan Bermimpi
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara