Hasil Survei Tempatkan Anies-Cak Imin di Posisi Terakhir, Jubir: Tidak Bikin Kita Pesimis

Mula AkmalMula Akmal - Sabtu, 16 September 2023
Hasil Survei Tempatkan Anies-Cak Imin di Posisi Terakhir, Jubir: Tidak Bikin Kita Pesimis

Pertemuan PKS dengan Anies Baswedan-Cak Imin di DPP PKS, Jakarta, Selasa (12/9). Foto: Twitter

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Elektabilitas pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) menempati posisi terbawah menurut lembaga survei. Namun, tampaknya hasil lembaga penjaringan opini tersebut bukan masalah yang besar.

Juru Bicara bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, Sudirman Said mengatakan pemaparan lembaga survei tidak selalu mencerminkan hasil pemilu.

Baca Juga:

Anies-Muhaimin Klaim Jadi Pasangan Capres-Cawapres Pertama yang Daftar ke KPU

Hal itu, kata dia, sudah terbukti ketika Anies menjadi kontestan Pilkada DKI Jakarta 2017. Anies yang selalu tidak diunggulkan oleh hasil survei mampu keluar sebagai pemenang kontestasi politik pemilihan Gubernur Jakarta.

“Survei itu hanya salah satu dari alat ukur seberapa baik keterpilihan kandidat kita, dan pengalaman Pak Anies itu pengalaman anomali,” kata Sudirman di Sekretariat Koalisi Perubahan, Jakarta, Sabtu (16/9).

“Pada waktu di DKI kita tahu, bahkan sebagian besar lembaga survei meramalkan tidak akan masuk putaran kedua, selalu nomor tiga," imbuhnya.

Kendati demikian, Sudirman mengatakan pihaknya menghormati apapun hasil lembaga survei. Menurutnya, posisi juru kunci pasangan AMIN justru akan meningkatkan militansi relawan untuk memenangkan duet tersebut.

"Kita cermati juga seluruh survei, kita apresiasi terhadap hasil apa pun. Kami malah seperti tanda kutip menikmati underdog supaya relawan kita bergerak dengan lebih militan," ujarnya.

Sudirman menyampaikan pasangan AMIN semakin mendapatkan banyak simpati publik. Di antaranya dukungan dari Komunitas Masyarakat Indonesia Tionghoa atau Komit.

Baca Juga:

Didukung PKS, Cak Imin Makin Pede Jemput Kemenangan Bersama Anies

"Tentu saja, proses-proses di belakang layar atau yang tidak muncul di publik, kita melihat semakin banyak dukungan-dukungan dari berbagai macam kelompok," tuturnya.

Dia mengaku akan terus memantu pergerakan hasil survei tetapi tidak menjadikannya tolak ukur yang menimbulkan rasa pesimis sebelum menghadapi Pilpres 2024.

"Jadi, ini terus kita pantau, survei juga terus kita pantau, kembali sebagai alat ukur tapi tidak membuat kita pesimis atau punya suasana negatif, kita selalu optimis bahwa dari waktu ke waktu memperoleh dukungan lebih luas," pungkasnya.

Sebelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membuat simulasi tiga pasangan bakal capres dan cawapres pada 5 September 2023. Ketiga pasangan yang disimulasikan, yakni Anies-Muhaimin, Prabowo-Erick Thohir, dan Ganjar-Ridwan Kamil

Hasilnya, elektabilitas Ganjar-Ridwan Kamil mendapatkan perolehan suara tertinggi dengan 35,4 persen. Disusul Prabowo-Erick dengan tingkat keterpilihan 31,7 persen dan Anies-Cak Imin di posisi buncit dengan raihan 16,5 persen. (Pon)

Baca Juga:

PKS Resmi Dukung Pasangan AMIN, Anies: Koalisi Perubahan Makin Solid

#Anies Baswedan #Muhaimin Iskandar #Pilpres 2024 #Sudirman Said #Survei
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Sebut 'Politisi Keluar dari PBNU', Cak Imin: Saya Bicara karena Cinta NU
Kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap organisasi yang telah membesarkannya.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
Sebut 'Politisi Keluar dari PBNU', Cak Imin: Saya Bicara karena Cinta NU
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Indonesia
Gus Najmi Jadi Ketua Harian DPP PKB, Diberikan Tugas Perkuat Konsolidasi
Penunjukan Gus Najmi tersebut adalah bagian dari penguatan konsolidasi organisasi dan persiapan PKB menghadapi agenda-agenda strategis menuju Pemilu 2029.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Gus Najmi Jadi Ketua Harian DPP PKB, Diberikan Tugas Perkuat Konsolidasi
Indonesia
Cak Imin: MBG Harus Tepat Sasaran dan Menjadi Motor Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Cak Imin menegaskan program MBG harus tepat sasaran dengan mengacu pada DTSEN serta mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah 3T.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Cak Imin: MBG Harus Tepat Sasaran dan Menjadi Motor Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Indonesia
Puncak Haji 2026 Lancar, Menko PM Muhaimin Iskandar Terharu
Cak Imin mengaku terharu setelah mendengar langsung pengalaman para jemaah yang merasa puas terhadap pelayanan haji tahun ini.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Puncak Haji 2026 Lancar, Menko PM Muhaimin Iskandar Terharu
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
Cak Imin Ingin Reflikasi Mbloc Space Buat Anak Muda di Daerah Berdaya
Mbloc menjadi salah satu rujukan dan contoh yang positif, salah satu kolaborasi pemanfaatan fasilitas publik yang akhirnya memberikan ruang, ruang berkumpul para anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026
Cak Imin Ingin Reflikasi Mbloc Space Buat Anak Muda di Daerah Berdaya
Indonesia
Sekolah Rakyat Jadi Utama Pemutus Rantai Kemiskinan, Lulusan Diminta Jadi Agen Pemberdayaan Masyarakat
Setiap lulusan akan diarahkan sesuai potensi masing-masing, mulai dari jalur akademik hingga profesi tertentu. 

Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Sekolah Rakyat Jadi Utama Pemutus Rantai Kemiskinan, Lulusan Diminta Jadi Agen Pemberdayaan Masyarakat
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
"Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin. Sabar, kita akan terus bekerja keras."
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 April 2026
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
Bagikan