Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hari Meteorologi Dunia, BMKG Berharap Peringatan Jadi Acuan Hadapi Cuaca Ekstrem

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Hari Meteorologi Dunia, BMKG Berharap Peringatan Jadi Acuan Hadapi Cuaca Ekstrem

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang Linda Fitrotul memberikan penjelasan soal penyebab cuaca ekstrem saat ditemui di kantornya di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026). ANT

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Peringatan Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-76 akan jatuh pada 23 Maret 2026. Peringatan ini menjadi momentum penting bagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menegaskan peran strategis observasi cuaca dan iklim dalam melindungi masyarakat.

Mengusung tema “Mengamati Hari Ini, Melindungi Masa Depan Indonesia”, BMKG menekankan bahwa pengamatan cuaca bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan fondasi penting dalam upaya mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan, setiap data yang dikumpulkan hari ini memiliki dampak besar bagi keselamatan di masa depan.

Hal ini menjadi krusial mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan tropis memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

Baca juga:

Update Cuaca BMKG: Deretan Provinsi Ini Bakal Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir

BMKG terus berupaya memperkuat sistem observasi, memperluas jaringan pemantauan, serta meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat semakin siap menghadapi risiko cuaca ekstrem dan perubahan iklim.

Tantangan seperti perubahan iklim dan urbanisasi yang pesat turut meningkatkan frekuensi serta intensitas kejadian cuaca ekstrem.

Oleh karena itu, kehadiran sistem peringatan dini yang akurat dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak dalam melindungi masyarakat.

Ketua HMD 2026 BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa saat ini BMKG mengoperasikan lebih dari 180 stasiun meteorologi, klimatologi, dan geofisika, serta 44 radar cuaca yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui jaringan tersebut, BMKG secara rutin memantau pergerakan atmosfer menggunakan berbagai teknologi, mulai dari radar cuaca, satelit pengamatan bumi, hingga buoy laut dan sensor otomatis.

Data yang dikumpulkan kemudian diolah menjadi informasi penting, seperti prakiraan cuaca harian hingga proyeksi perubahan iklim jangka panjang.

Pemanfaatan teknologi juga terus dikembangkan, termasuk integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi prediksi. Hasilnya, jutaan data observasi dapat diolah menjadi peringatan dini yang lebih cepat dan tepat sasaran.

BMKG juga memperkuat kolaborasi global dengan World Meteorological Organization (WMO) serta berbagai lembaga meteorologi internasional. Di dalam negeri, kerja sama dibangun bersama pemerintah daerah, kementerian, akademisi, hingga sektor swasta.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut keterlibatan Indonesia dalam jaringan global seperti Global Atmosphere Watch (GAW) membuat data nasional turut berkontribusi dalam pemantauan iklim dunia, sekaligus memperkuat kapasitas dalam negeri.

Peran BMKG tidak hanya berhenti pada pengumpulan data, tetapi juga terbukti penting dalam berbagai peristiwa bencana. Peringatan dini BMKG menjadi acuan penting dalam menghadapi fenomena cuaca ekstrem.

Dalam sejumlah kejadian, seperti Siklon Tropis Seroja 2021 dan Siklon Tropis Senyar 2025, BMKG melakukan pemantauan intensif untuk memberikan informasi potensi dampak kepada masyarakat dan pemerintah. Begitu pula saat banjir besar di Kalimantan Selatan pada 2021, data curah hujan ekstrem dari BMKG menjadi dasar penting dalam penanganan darurat.

Tak hanya itu, informasi cuaca juga berperan besar dalam mendukung keselamatan sektor transportasi, khususnya penerbangan dan pelayaran di jalur padat seperti lintasan Jawa–Sumatra.

BMKG mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat umum, untuk memanfaatkan informasi cuaca dan iklim dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

"Sebab, data tersebut tidak hanya relevan bagi ahli, tetapi juga penting bagi nelayan, petani, hingga pelaku usaha," katanya. (Tka)

#BMKG #Cuaca Ekstrem #Cuaca Buruk
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Paling Berisiko Kekeringan saat Puncak Kemarau 2026
BMKG telah mengungkap daftar wilayah Indonesia yang paling berisiko kekeringan saat puncak kemarau 2026.
Soffi Amira - Jumat, 31 Juli 2026
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Paling Berisiko Kekeringan saat Puncak Kemarau 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Meskipun sebagian besar wilayah Indoensia sudah memasuki kemarau, beberapa daerah tetap perlu mengencangkan sabuk pengaman menghadapi cuaca ekstrem
Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Juli 2026
Prakiraan Cuaca 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Indonesia
El Nino Bakal Bertahan Hingga Awal Kuartal Pertama Tahun 2027
Fenomena tersebut berpotensi dibarengi dengan munculnya kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
El Nino Bakal Bertahan Hingga Awal Kuartal Pertama Tahun 2027
Indonesia
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Sepanjang pelaksanaan modifikasi tahun ini, BMKG mencatat telah merealisasikan sebanyak 17 proyek operasi untuk karhutla yang mencakup 169 hari operasi dan 290 sorti penerbangan di kawasan rawan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Indonesia
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Indonesia
BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla
Dinamika atmosfer sepekan ke depan diprediksi masih didominasi kondisi kering
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
BMKG Ingatkan El Niño di Indonesia Makin Menguat, Wilayah-Wilayah Ini Terancam Kekeringan dan Karhutla
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 28–30 Juli 2026: Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang Hingga Angin Kencang
BMKG membagikan beberapa imbauan penting untuk masyarakat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 28–30 Juli 2026: Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang Hingga Angin Kencang
Dunia
3.800 Orang di Spanyol Meninggal Akibat Gelombang Panas, Rp 205,54 Miliar Disiapkan Buat Fasilitas Perlindungan
Spanyol telah mencatat 32 kebakaran hutan hebat sejak awal 2026 yang menghanguskan sekitar 153 ribu hektar lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
3.800 Orang di Spanyol Meninggal Akibat Gelombang Panas, Rp 205,54 Miliar Disiapkan Buat Fasilitas Perlindungan
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diselimuti Awan Tebal Hari Ini, Selasa, 28 Juli
Mayoritas kota besar Indonesia didominasi kondisi berawan tebal pada Selasa, 28 Juli.
Frengky Aruan - Selasa, 28 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Diselimuti Awan Tebal Hari Ini, Selasa, 28 Juli
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar Indonesia Didominasi Berawan, Tanjung Selor Hujan Petir
Wilayah yang berada dalam kondisi berawan hingga berawan tebal, yakni Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.
Frengky Aruan - Senin, 27 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar Indonesia Didominasi Berawan, Tanjung Selor Hujan Petir
Bagikan