Pemilu 2019

Hadapi Pemilu 2019, PSI Targetkan Dana Sebesar Rp1 Triliun

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 23 Februari 2018
Hadapi Pemilu 2019, PSI Targetkan Dana Sebesar Rp1 Triliun

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie. (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih setahun lagi. Bagi partai politik termasuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) persiapan mengahdapi pesta demokrasi adalah kunci.

Pemilu bukan sekedar kontestasi manusia antarpartai tapi juga butuh dana yang besar. Tak heran jika PSI menargetkan penggalangan dana publik sebesar Rp1 triliun untuk menghadapi Pemilu 2019.

"Penggalangan dana publik ini kami lakukan melalui kartu Solidaritas Anti Korupsi dan Intoleransi (Sakti). Targetnya, mengumpulkan dana Rp1 triliun," kata Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie di Semarang, Jumat (23/2).

Menurut Grace sebagaimana dilansir Antara, publik bisa ikut menyumbang dengan membeli kartu Sakti yang dipergunakan untuk mendanai sosialisasi calon anggota legislatif (caleg) dan saksi pada Pemilu mendatang.

Diyakininya, sistem kartu Sakti itu bisa mengubah pola masyarakat yang selama ini selalu meminta imbalan dalam setiap perhelatan pemilu agar berkembang sikap partisipatif publik.

"Selama ini, setidaknya ada beberapa faktor yang menentukan orang bisa masuk politik. Pertama, darah biru atau punya koneksi politik, kedua punya uang. Namun, uang juga tidak menjamin," katanya.

Ia mengaku saat bergabung dengan lembaga konsultan politik pernah menemui sosok bupati yang secara integritas baik dan mumpuni, tetapi ketika mau mencalonkan lagi harus membayar belasan miliar rupiah.

"Kami ingin praktik-praktik seperti ini dihilangkan. Dengan menyumbang, donatur juga punya hak untuk turut menentukan arah kebijakan partai dan kader PSI yang duduk sebagai wakil rakyat," katanya.

Grace menegaskan PSI tetap mengedepankan transparansi dalam pengelolaan partai, termasuk sumber dana yang masuk ke parpol yang akan dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Termasuk, kata dia, transparansi kinerja kader yang duduk di legislatif dengan menggunakan kecanggihan teknologi sehingga masyarakat bisa mengawasi kinerja wakilnya di legislatif.

"Jadi, nanti ada semacam tanda bintang seperti di aplikasi transportasi 'online'. Kalau terus menerus mendapatkan keluhan, akan ditegur, hingga di-recall dengan mekanisme pergantian antarwaktu (PAW)," pungkas Grace Natalie.(*)

#Pemilu 2019 #PSI #Grace Natalie
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bagikan