Edukasi

Hadapi Dunia Kreatif dan Digital, Binus University Luncurkan 4 Program Baru

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 25 Agustus 2024
Hadapi Dunia Kreatif dan Digital, Binus University Luncurkan 4 Program Baru

Hadapi dunia kreatif dan digital, Binus University luncurkan 4 program baru. (Foto: Merahputih.com/Andrew Francois)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BINUS University resmi meluncurkan empat program studi baru yang dirancang untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kreatif dan digital.

Dekan Fakultas Humaniora Binus University Dr Elisa Carolina SS, MSi, menjelaskan program-program ini lahir dari proses panjang untuk membantu mahasiswa menjadi pemimpin masa depan dan warga global.

"Kami ingin meramu sesuatu supaya bermanfaat bagi teman-teman semua, bukan sekadar keren-kerenan nama jurusan saja," ujarnya, menekankan program ini merupakan pengembangan dari program yang sudah ada.

Head of Talent Acquisition & Experience of PT Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat) Ade Mayasari Nasution mengungkapkan pentingnya empat bidang yang ditawarkan Binus: Global Business Chinese, Digital Creative English, Japanese Pop Culture, dan Digital Psychology.

Baca juga:

Kembangkan Industri Digital, BINUS University Luncurkan Program Digital Business Innovation



“Sebagai perusahaan Jepang, kita fokus pada bidang-bidang ini. Psikologi saat ini sangat beririsan dengan digital, misalnya bagaimana kita bisa branding untuk mendorong well-being masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Head of People & Culture Catalyst Peter Wijaya melihat dunia kerja saat ini sangat dinamis dan multikultural. “Kemampuan digital akan sangat dibutuhkan di dunia kerja,” ujarnya. Ia mencatat pentingnya program yang menggabungkan psikologi dan teknologi.

BINUS
Binus berambisi cetak mahasiswa pemimpin masa depan. (Foto: Merahputih.com/Andrew Francois)


Sejalan dengan itu, General Manager of Grand Mansion Angel Lazuardi menyoroti pentingnya kreativitas dan psikologi di dunia perhotelan. “Kolaborasi antara kreativitas dan psikologi ini sangat dibutuhkan di dunia hospitality,” ujarnya.

Sementara itu, Emilza Yuswar dari Huawei menyambut baik program Global Business Chinese. Ia menilai hal ini menawarkan peluang besar bagi mahasiswa untuk belajar dan beradaptasi dengan semangat bisnis China. "Kita bisa banyak belajar dari mereka. Dulu ada ungkapan 'Belajarlah Sampai ke Negeri China', tapi sekarang enggak perlu jauh-jauh," kata Emil.

Dengan program-program ini, Binus University berharap dapat mempersiapkan mahasiswanya untuk sukses di era digital yang terus berkembang.(waf)

Baca juga:

Binus-ASO Satu Dekade Cetak 300 Insinyur

#Pendidikan #Binus
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - 2 jam, 51 menit lalu
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Indonesia
Guru Pamulang Dipolisikan karena Nasihati Murid, DPR Desak Restorative Justice
Guru tersebut dilaporkan pihak orangtua murid ke kepolisian setelah memberikan nasihat kepada siswanya agar tidak mudah menyerah.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Guru Pamulang Dipolisikan karena Nasihati Murid, DPR Desak Restorative Justice
Indonesia
Komisi X DPR Nilai Gaji Guru Honorer Belum Sejahtera, Usulkan Rp 5 Juta per Bulan
Komisi X DPR meminta gaji guru honorer minimal Rp 5 juta per bulan. Saat ini, gaji yang diterima masih jauh dari kata layak.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
Komisi X DPR Nilai Gaji Guru Honorer Belum Sejahtera, Usulkan Rp 5 Juta per Bulan
Indonesia
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Sebanyak 1.000 lebih kasus kekerasan terjadi selama 2025. Komisi X DPR RI pun menyoroti maraknya kasus tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Indonesia
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Januari 2026
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Indonesia
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Menegaskan Presiden tidak antikritik dan terbuka terhadap berbagai aspirasi dari seluruh elemen masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Indonesia
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Rincian kuota tersebut mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S-1), 4.000 kursi untuk jenjang S-2 dan S-3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Indonesia
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Langkah strategis ini dilakukan dalam memperkuat layanan kesehatan nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Indonesia
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor fundamental dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Bagikan