Hadapi Cuaca Ekstrem, PAM Jaya Salurkan 100 Unit Water Purifier ke Fasilitas Umum Jakarta

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Oktober 2025
Hadapi Cuaca Ekstrem, PAM Jaya Salurkan 100 Unit Water Purifier ke Fasilitas Umum Jakarta

Foto: dok PAM Jaya.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda Jakarta, PAM Jaya mengambil langkah nyata dengan menyerahkan 100 unit Water Purifier ke berbagai fasilitas umum dan sosial, seperti rumah ibadah, puskesmas, dan sekolah.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kontribusi PAM Jaya dalam memastikan akses air siap minum yang aman, sehat, dan berkualitas bagi warga Jakarta.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengungkapkan bahwa Water Purifier PAM Jaya merupakan inovasi teknologi canggih yang mampu mengolah air perpipaan menjadi air siap minum secara higienis dan efisien.

Hingga saat ini, PAM Jaya telah memasang 155 unit Water Purifier di titik-titik strategis seperti halte TransJakarta, Balai Kota DKI, sekolah, dan instansi pemerintahan.

“Penambahan 100 unit baru tahun ini menjadi bagian dari sinergi PAM Jaya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat ketahanan air perkotaan dalam hal air siap minum serta mendukung pengurangan limbah plastik sekali pakai,” katanya melalui keterangan di Jakarta, Jumat (24/10).

Baca juga:

Buka Program Difabel Empowering, PAM Jaya Beri Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Ia menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan kepedulian nyata perusahaan dalam menjaga ketahanan layanan publik di tengah perubahan iklim.

Arief menegaskan, PAM Jaya terus berkomitmen menghadirkan layanan air yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan.

“Melalui pemasangan Water Purifier di fasilitas umum, kami ingin memastikan warga Jakarta dapat dengan mudah menikmati air siap minum yang berkualitas di berbagai titik aktivitas mereka. Ini adalah salah satu bukti nyata kepedulian PAM Jaya terhadap warga Jakarta,” ujar Arief.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari langkah strategis PAM Jaya dalam mencapai target 100 persen cakupan layanan air perpipaan pada tahun 2029.

Baca juga:

KOMWAJA Siap Turun ke Warga Kawal IPO PAM Jaya: Demi Air Bersih dan Transparansi

Upaya peningkatan akses air berkualitas tidak hanya dilakukan melalui pembangunan jaringan dan sambungan baru, tetapi juga lewat peningkatan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan warga.

“PAM Jaya menempatkan pelanggan dan masyarakat Jakarta sebagai prioritas utama dalam setiap inovasi dan programnya, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat layanan air perpipaan yang merata, modern, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Asp)

#PAM Jaya #Cuaca Ekstrem #Air Bersih
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
WFH Banjir Jakarta Tak Berlaku untuk Sektor Layanan 24 Jam, Pakai Sistem Shif
Pemprov Jakarta memberlakukan penyesuaian sistem kerja bagi sektor operasional 24 jam seperti kesehatan, transportasi, logistik, energi, dan utilitas dasar.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
WFH Banjir Jakarta Tak Berlaku untuk Sektor Layanan 24 Jam, Pakai Sistem Shif
Indonesia
Jakarta Dilanda Hujan Buruk, Pekerja Diminta Work From Home
Adapun penyesuaian sistem kerja dikecualikan bagi perusahaan atau tempat kerja dengan operasional 24 jam
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Jakarta Dilanda Hujan Buruk, Pekerja Diminta Work From Home
Indonesia
Redam Cuaca Buruk di Jabodetabek, Operasi Modifikasi Cuaca Digelar Hingga 27 Januari.
Sebelum melakukan penyemaian, dilakukan pemantauan radar cuaca dan pertimbangan matang untuk memastikan keberhasilan operasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Redam Cuaca Buruk di Jabodetabek, Operasi Modifikasi Cuaca Digelar Hingga 27 Januari.
Indonesia
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Siswa Belajar dari Rumah Hingga 28 Januari
Dinas Pendidikan DKI Jakarta keluarkan Surat Edaran Nomor 9/SE/2026 tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat cuaca ekstrem. Berlaku hingga 28 Januari 2026.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Siswa Belajar dari Rumah Hingga 28 Januari
Indonesia
Hujan Sangat Lebat Bakal Terjadi di Jakarta Hingga 24 Januari2025
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menyiapkan langkah antisipasi, antara lain dengan membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah serta menyiapkan tas siaga bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
 Hujan Sangat Lebat Bakal Terjadi di Jakarta Hingga 24 Januari2025
Indonesia
Mensesneg Prasetyo Hadi: Banjir Jakarta Tak Hanya Dipicu Curah Hujan
Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut banjir Jakarta dipicu perubahan tata ruang dan hilangnya situ. Prabowo minta grand design penanganan banjir Jawa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Mensesneg Prasetyo Hadi: Banjir Jakarta Tak Hanya Dipicu Curah Hujan
Indonesia
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Pemprov DKI Jakarta terus melakukan OMC untuk menekan hujan ekstrem. Gubernur Pramono Anung meminta BMKG memperluas modifikasi cuaca hingga daerah penyangga.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Indonesia
Antisipasi Banjir, BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca di Selat Sunda
BPBD DKI Jakarta melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca hari keenam untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan potensi banjir di Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Antisipasi Banjir, BPBD DKI Lakukan Modifikasi Cuaca di Selat Sunda
Indonesia
Cuaca Ekstrem di Bali Bisa Berdampak pada Jaringan Listrik, PLN Imbau Warga Waspada
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali pada 21 sampai 27 Januari.
Frengky Aruan - Rabu, 21 Januari 2026
Cuaca Ekstrem di Bali Bisa Berdampak pada Jaringan Listrik, PLN Imbau Warga Waspada
Indonesia
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta angin kencang, puting beliung, maupun hujan es, di seluruh 29 kabupaten dan sembilan kota di Jawa Timur, kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan
Frengky Aruan - Rabu, 21 Januari 2026
BMKG Minta Masyarakat Jawa Timur Waspada Bencana Hidrometeorologi Dampak Cuaca Ekstrem hingga 30 Januari
Bagikan