MerahPutih.com - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Asep Saifuddin Chalim membantah pernyataan eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmiziy (Romi) soal rekomendasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.
Bantahan itu disampaikan Kiai Asep usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Romi. "Ya jelas kalau saya berikan rekomendasi itu salah betul," kata dia, di Gedung KPK, Kuningan Jakarta Selatan, Senin (25/3).
Meskipun demikian, tokoh PPP Jatim itu tidak menyangkal bahwa dirinya mengenal Haris Hasanuddin. Kiai Asep mengingat Haris sebagai muridnya di pesantren. "Saya tak menyangkal kalau ada Haris mengaji di tempat saya," imbuhnya .
Kiai Asep juga mengaku tidak ingat kapan terakhir kali berkomunikasi dengan Romi. Oleh sebab itu, dia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merekomendasi Haris untuk mengisi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim. "Saya lama sekali enggak (komunikasi) dengan Romi," tandasnya.
Sebelumnya, Romi mengaku hanya meneruskan aspirasi soal pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansasatu nama yang disebut Romi turut merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jatim, yang kini sama-sama berstatus tersangka di kasus suap pengisian jabatan Kemenag.
"Ibu Khofifah indar Parawansa, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, 'Mas Rommy, percayalah dengan Haris karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus.' Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan 'kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik," kata Romi, di gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3).
Romi juga mengaku menerima aspirasi dari Kiai Asep Saifuddin Halim yang merekomendasi sosok Haris. "Dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai, Kiai Asep Saifuddin Halim yang dia adalah seorang pimpinan ponpes besar di sana," tutur tersangka.
KPK menetapkan Romi sebagai tersangka jual beli jabatan di Kemenag. Romi dijerat bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.
Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. (Pon)