Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Gunung Merapi Siaga, Ganjar: Daerah Klaten Diperkirakan Paling Terdampak

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 06 November 2020
Gunung Merapi Siaga, Ganjar: Daerah Klaten Diperkirakan Paling Terdampak

Gunung Merapi dan Gunung Merbabu tertutupi awan piring di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (5/11). (MP/Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Kamis (5/11).

Peningkatan status itu berdasarkan evaluasi data pemantauan aktivitas vulkanik dapat berlanjut ke erupsi.

Melihat status Gunung Merapi ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang wilayahnya dekat Gunung Merapi untuk bergegas mempersiapkan diri.

Baca Juga:

Level Gunung Merapi Naik Jadi Siaga, Ini Daerah yang Masuk Zona Bahaya

"Mereka (BPBD) sudah bergerak hari ini (Kamis) sudah ada di lokasi. Saya berikan perhatian khusus bagi Kabupaten Klaten karena berpotensi paling terdampak jika Gunung Merapi terjadi erupsi," ujar Ganjar, Kamis (5/11).

Ganjar mengatakan, berdasarkan data BPPTKG dari tiga kabupaten di Jawa Tengah yang dilintasi Gunung Merapi, yakni Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten, yang paling terdampak adalah Klaten. Ia pun tetap meminta daerah lain disekitar tiga kabupaten ini juga waspada dampak abu vulkanik.

"Kami minta Pemkab Klaten, Magelang, dan Boyolali tetap siaga mulai sekarang. Pantau terius update Gunung Merapi dari BPPTKG," kata dia.

Kubah gunung Merapi terlihat dari Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/aww.
Kubah gunung Merapi terlihat dari Tlogowatu, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (7/9/2019). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/aww.

BPBD dan Pemkab, kata Ganjar, harus mulai mempersiapkan diri tempat-tempat pengungsian sangat diperlukan terlebih pada pandemi COVID-19. Para pengungsi harus diatur jaraknya agar lokasi pengungsian tidak menjadi klaster penyebaran virus corona.

"Situasi masih pandemi. Lokasi pengungsian harus tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jangan lupa jalur evakuasi diperbaiki dan armada juga," tutup dia.

Baca Juga:

Status Merapi Naik, Sri Sultan Instruksikan Pemkab Sleman Siapkan Jalur Evakuasi

Fenomena Alam Berbentuk Awan Piring

Sementara itu, fenomena alam berbentuk piringan awan menutupi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu muncul sebelum status Gunung Merapi naik menjadi siaga. Penampakan tersebut membut heboh warga Kabupaten Boyolali hingga viral di medsos. Fonomena alam awan bertopi juga terjadi di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Kamis pagi dan viral di medasos.

Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tertutupi awan bertopi Kamis (5/11). (MP/Istimewa)
Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tertutupi awan bertopi Kamis (5/11). (MP/Istimewa)

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang Iis W Harmoko membenarkan adanya fenomena alam tersebut. Ia memastikan tidak ada pengaruh apa pun dengan munculnya awan bertopi itu.

"Kami tegaskan munculnya awan ini tidak ada kaitannya dengan kejadian bencana alam. Awan ini ada karena terperangkap dalam atmosfer bawah," kata Lis.

Ia menjelaskan, awan itu terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar seperti pegunungan atau gunung. Akhirnya membentuk mengikuti kontur puncak gunung atau seperti sebuah pusaran.

"Kelembaban udara yang basah di gunung juga mempengaruhi terbentuknya awan tersebut. Gerakan lainnya, uap air tersebut mulai berkondensasi menjadi awan mengikuti kontur puncak gunung," tutup dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Berstatus Siaga, Gunung Merapi Berpotensi Erupsi

#Gunung Merapi #Letusan Gunung Merapi #Ganjar Pranowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Merapi Jogja Erupsi Jumat Pagi, Awan Panas Meluncur 2 KM ke Barat Daya
Gunung Merapi erupsi Jumat pagi dengan awan panas guguran sejauh 2 km ke arah barat daya. BPPTKG menetapkan status Level III (Siaga) dan mengingatkan warga untuk menjauhi zona bahaya serta waspada banjir lahar dan hujan abu.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
Merapi Jogja Erupsi Jumat Pagi, Awan Panas Meluncur 2 KM ke Barat Daya
Indonesia
Warga Lereng Merapi Nekat Buka Jalur Pendakian via Selo, BTNGM Lakukan Pendekatan
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) Heri Wibowo mengatakan kejadian ini membuktikan masyarakat tidak menghiraukan imbauan pihak-pihak terkait.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Warga Lereng Merapi Nekat Buka Jalur Pendakian via Selo, BTNGM Lakukan Pendekatan
Indonesia
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Awan panas guguran terjadi pada pukul 20.56 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 2 kilometer ke arah barat, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Gunung Merapi Erupsi, Jalur Pendakian Tetap Ditutup
Indonesia
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Partai Demokrat ikut mempertanyakan posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Indonesia
Nobar 'Ghost in the Cell', Ganjar Pranowo: Sindirannya Nyelekit
Ganjar menambahkan bahwa media seni dan budaya penting untuk melatih kepekaan agar para pemimpin dan masyarakat selalu sadar terhadap realitas.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Nobar 'Ghost in the Cell', Ganjar Pranowo: Sindirannya Nyelekit
Indonesia
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi tersebut juga sekaitan dengan status Gunung Marapi yang hingga kini masih berada pada Level II atau Waspada.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Hati-Hati! Gunung Marapi di Sumbar Masih Berpotensi Keluarkan 4 Jenis Gas Vulkanik Beracun
Indonesia
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki ilegal Gunung Merapi asal Yogyakarta yang hilang sejak 20 Desember ditemukan meninggal dunia di wilayah Sapu Angin, Klaten, Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Indonesia
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Proses evakuasi korban berlangsung cukup menantang mengingat medan di kawasan Gunung Merapi yang curam dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Desember 2025
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Indonesia
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Dua orang tersebut dari keterangan rekannya yang turun nekat naik ke Gunung Merapi. Padahal sudah jelas dilarang naik Gunung Merapi berstatus siaga III.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Indonesia
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Satu dari tujuh pendaki ilegal Gunung Merapi ialah perempuan. Mereka rata-rata masih berumur belasan tahun, yakni antara 17 dan 19 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Bagikan