Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada

Gunung Anak Krakatau yang berada diperairan selat sunda Lampung Selatan. (ANTARA/HO/Warga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - AKTIVITAS vulkanis Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berlangsung hingga Sabtu (5/9) pagi. Erupsi terus-menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB tersebut disertai terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran.

Dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunungapi untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif.

Baca juga:

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Pandeglang Rasakan Getaran Hebat



Kekhawatiran masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung, terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian pemerintah. Kekhawatiran tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman masyarakat terhadap peristiwa tsunami pada 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

"Oleh sebab itu, diharapkan kepada masyarakat agar tidak panik," ucapnya, Sabtu (5/9).

Meski demikian, PVMBG tetap memantau secara intensif perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari PVMBG serta tidak mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan aktivitas visual maupun suara dentuman yang terdengar.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Sabtu (5/9) pukul 00.00–06.00 WIB, erupsi masih berlangsung dan secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari. Dalam pemantauan visual, gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sedangkan asap kawah tidak teramati.

Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi yang tercatat dalam laporan selama 21.600 detik. Kondisi cuaca di sekitar gunungapi berawan hingga mendung, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga). PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

BNPB bersama PVMBG dan BPBD menekankan bahwa kewaspadaan perlu berjalan beriringan dengan ketenangan. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terhadap isu tsunami, namun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi.

Pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang perlu diketahui masyarakat.

Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB


Dalam menghadapi aktivitas erupsi, BNPB menekankan tiga hal utama. Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas sehingga pemerintah daerah bersama unsur terkait perlu memastikan tidak ada masyarakat maupun wisatawan yang berada dalam radius bahaya. Pengawasan dan patroli di kawasan tersebut perlu terus diperkuat untuk mencegah masyarakat memasuki zona terlarang.

Kedua, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi serta kebutuhan dasar masyarakat siap digunakan apabila terjadi perubahan aktivitas yang membutuhkan langkah evakuasi.

Ketiga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap arahan petugas. Masyarakat tidak perlu mendekati kawasan gunungapi hanya untuk menyaksikan atau mendokumentasikan erupsi.

"Informasi yang belum terverifikasi, termasuk mengenai potensi tsunami, juga sebaiknya tidak disebarluaskan karena dapat menimbulkan kepanikan," ucapnya.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. PVMBG juga akan melakukan evaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terdapat perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi.

Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui Badan Geologi, PVMBG, pemerintah daerah, BNPB, serta kanal resmi kebencanaan lainnya.(Asp)





Baca juga:

Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali dalam Sehari, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada

#Gunung Anak Krakatau #Erupsi #PVMBG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Daratan baru seluas 32,8 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau setelah erupsi. Badan Geologi menjelaskan dugaan asal material pembentukannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Daratan Baru 32,8 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Keluarga jurnalis yang hilang kontak melakukan tabur bunga di bibir Pantai Kampung Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Pantai Pagedongan
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Tim sempat menemukan sebuah terpal berwarna oranye, tetapi benda tersebut kemudian dipastikan bukan bagian dari barang milik korban maupun speedboat Arupadhatu 1.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Dikoordinasikan Hingga Wilayah Barat Pulau Sumatra
Indonesia
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Operasi SAR hari kedelapan pencarian 5 jurnalis dan 3 ABK kapal Arupadhatu 1 di perairan Gunung Anak Krakatau masih nihil. Simak laporan lengkap Basarnas di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tembus 500 Meter Bibir Anak Krakatau, Pencarian Hari ke-8 Jurnalis dan ABK Hilang Masih Nihil
Indonesia
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Bagikan