Gugus Tugas Ungkap Lima Langkah Cegah Penyebaran Corona

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 19 Maret 2020
Gugus Tugas Ungkap Lima Langkah Cegah Penyebaran Corona

Pakar dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (18/3/2029) (ANTARA/Prisca Triferna)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan lima langkah yang perlu dilakukan masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona.

"Yang pertama adalah jaga jarak dengan orang lain, dilarang jabat tangan, cuci tangan, hindari kerumunan. Terakhir adalah pakai masker di tempat ramai ," kata Wiku saat konfrensi pers, di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3).

Baca Juga

Tekan Penyebaran Corona, Pemerintah Terbitkan Protokol Transportasi Publik

Wiku menerangkan, pihaknya akan terus mengingatkan masyarakat terkait lima cara untuk meminimalisir penyebaran virus corona.

Masyarakat, kata Wiku, perlu memahami cara tersebut. Sebab, untuk melawan virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok itu hanya dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri.

"Masyarakat sendirilah yang bisa menghadapi. Kami ini tidak bisa menangani seluruh Indonesia sendirian. Kalau boleh kami katakan ini adalah kita perang bersama. Untuk perang bersama, kenali lawan," jelas dia.

Wiku berharap apabila masyarakat mengetahui cara menangkal virus corona, tingkat penurunan terjangkit virus tersebut dapat terjadi. Sebab, proses penularan virus tersebut dapat dikendalikan dengan baik.

"Dengan edukasi masyarakat harapannya kasusnya bisa menurun cukup drastis. Karena penularannya terkendali," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah telah menyampaikan adanya penambahan pasien positif terinfeksi virus corona sebanyak 38 kasus. Dengan demikian, total pasien positif korona menjadi 172 kasus per Selasa (17/3).

Baca Juga

MPR Ungkap Jokowi Sebetulnya Punya Dana Tes Corona Massal Gratis Rp128 T

Sebanyak 12 kasus, didapat pada Senin (16/3) malam. Sedangkan 20 kasus lainnya, diperoleh dari hasil pemeriksaan spesimen Balitbangkes. Sementara, 6 kasus lainnya didapat dari hasil pemeriksaan spesimen oleh Universitas Airlangga.

Dari 172 kasus itu, 9 dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 156 kasus yang terinfeksi virus corona. Wilayah DKI Jakarta masih menempatkan daerah yang paling tinggi penyebaran virus corona. (Pon)

#Virus Corona #Penyakit Corona #Bencana Nasional #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Luas Karhutla Papua Selatan Turun Jadi 695 Hektare, BNPB Tetap Waspada
Berdasarkan data per 1 November 2026 pukul 17.00 WIB, terdapat 171 titik api dengan sekitar 253 hektare lahan yang masih belum padam.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Luas Karhutla Papua Selatan Turun Jadi 695 Hektare, BNPB Tetap Waspada
Indonesia
Pemerintah Terapkan 8 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, penyiapan personel dan logistik, pemantauan informasi cuaca, penguatan sistem peringatan dini, hingga edukasi.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Pemerintah Terapkan 8 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Indonesia
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
BNPB mengingatkan bahaya Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru yang berstatus Level III atau Siaga. Simak radius larangan aktivitasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
Indonesia
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia, BNPB Petakan Wilayah Siaga dan Waspada
BNPB mengimbau masyarakat waspada banjir, angin kencang, dan longsor. Simak daftar wilayah berstatus siaga dan waspada cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia, BNPB Petakan Wilayah Siaga dan Waspada
Indonesia
BNPB Peringatkan Hujan Lebat hingga 31 Oktober 2026, 7 Provinsi Diminta Waspada
Hujan lebat mengancam tujuh provinsi di Indonesia. BNPB memperingatkan hujan lebat terjadi hingga 31 Oktober 2026.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
BNPB Peringatkan Hujan Lebat hingga 31 Oktober 2026, 7 Provinsi Diminta Waspada
Indonesia
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Bibit siklon tropis 91B kini muncul di Laut Andaman, yakni dekat perairan utara Aceh. Fenomena ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Indonesia
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Bibit siklon tropis 91B mulai terbentuk di Laut Andaman, dekat perairan utara Aceh, Kamis (29/10) dini hari.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Bibit siklon tersebut berpotensi menimbulkan hujan deras, petir, hingga angin kencang. Hal tersebut dapat terjadi di siang ataupun malam hari.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Bagikan