MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung telah meresmikan revitalisasi jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/3). Dalam revitalisasi ini, Pemprov DKI menambahkan fasilitas lift untuk memudahkan kelompok disabilitas dan masyarakat berkebutuhan khusus mengakses halte.
Namun, keberadaan lift menuai sorotan karena menghalangi sebagian besar jalur pedestrian dan menyisakan ruang yang lebih sempit bagi pejalan kaki. Pramono menyebut pihaknya sempat mengajukan permintaan agar akses JPO bisa langsung terhubung ke dalam kawasan Mal Sarinah. Namun, opsi tersebut belum disetujui karena pertimbangan status bangunan sebagai cagar budaya.
"Sebenarnya kami sudah menawarkan JPO ini masuk langsung ke (dalam kawasan mal) Sarinah. Tetapi kan Sarinah ini heritage, cagar budaya. Sehingga mereka masih ingin mempertahankan itu," kata Pramono saat meresmikan JPO Sarinah, Senin (2/3).
Oleh sebab itu, Pemprov DKI juga berencana melebarkan jalur pedestrian di lokasi tersebut sekitar 2,6 meter agar ruang bagi pejalan kaki lebih luas dan nyaman.
Baca juga:
Dihilangkan Anies, JPO Sarinah Direvitalisasi Gubernur Pramono agar Ramah Disabilitas
"Nantinya jalur pedestrian ini akan dilebarkan kurang lebih 2,6 (meter). Dengan demikian, jalur pedestrian ini akan bisa lebih luas, lebih lebar," jelas Pramono.
Lebih lanjut, Pramono berharap kemudahan akses itu dapat mendorong aktivitas masyarakat menuju kawasan Sarinah yang berstatus cagar budaya tersebut.
"Kami menginginkan agar ini betul-betul karena Sarinah ini kan heritage sehingga jadi pilihan orang untuk belanja atau pergi ke Sarinah akan menjadi semakin mudah," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Pemprov DKI Jakarta Bangun Kembali JPO Sarinah Dilengkapi Lift untuk Lansia dan Disabilitas