MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyayangkan adanya pemadaman listrik mendadak Rabu (9/4) malam yang berdampak langsung pada terhentinya layanan transportasi massal MRT dan LRT di Ibu Kota.
"Jadi pemadaman ini kan sepenuhnya menjadi kewenangan PLN, tapi dampaknya kepada kami. Salah satunya MRT, kemudian LRT juga terkena," kata Pramono di Jakarta, Jumat (10/4).
Politikus PDI Perjuangan itu berharap kejadian pemadaman listrik secara tiba-tiba itu tak terulang lagi di kemudian hari. "Tentunya kami mengharapkan ini jangan terulang kembali," ucapnya.
Pramono menegaskan aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat metropolitan saat ini sangat bergantung pada stabilitas pasokan daya. Ia lantas meminta instansi terkait segera mengevaluasi sistem kelistrikan guna menghindari kelumpuhan mobilitas di kemudian hari. "Karena memang sekarang ini energi ini kan menjadi sesuatu yang sangat penting yang dibutuhkan masyarakat," ucapnya.
Baca juga:
Ini Hasil Penghematan Pemadaman Listrik Sabtu Kemarin Selama 1 Jam
Di satu sisi, Pramono juga menyampaikan pentingnya efisiensi energi di tengah krisis minyak yang disebabkan eskalasi geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran. "Karena dengan perang yang masih panjang ini tentunya kita juga saya sangat setuju apa yang disampaikan dalam arahan Presiden, kita memang harus berhemat energi," tuturnya.
Oleh karena itu, selaras dengan penghematan energi itu, Pemerintah DKI Jakarta juga memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap Jumat bagi aparatur sipil negara (ASN).
"Efektif menggunakan yang benar-benar diperlukan termasuk work from home bagi Jakarta semuanya akan dijalankan kecuali hal yang berkaitan dengan pelayanan publik, saya tetap minta mereka untuk bekerja seperti biasa," tutupnya.(Asp)
Baca juga:
Rayakan Hari Bumi, 5 Wilayah Jakarta Alami Pemadaman Listrik selama 1 Jam