Gubernur NTB: Hentikan Penindasan Muslim Rohingya

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 05 September 2017
Gubernur NTB: Hentikan Penindasan Muslim Rohingya

Ratusan pengungsi Rohingya terdampar di Laut Aceh tepatnya di Desa Meunasah Sagoe, Seuneudon, Aceh Utara, Aceh, Minggu (10/5). (ANTARA FOTO/Syifa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Muhammad Zainul Majdi menyerukan segera dihentikan penindasan dan kebiadaban yang dilakukan terhadap muslim Rohingya di Myanmar.

"Kita satu suara, hentikan penindasan terhadap saudara-saudara kita (Rohingya) di Myanmar. Berikan hak-hak hidup mereka," kata gubernur dalam orasinya saat menerima aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah organisasi masyarakat, pemuda, dan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Kemanusiaan Peduli Rohingya, di depan Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (4/9).

Zainul menuturkan, segala macam yang berlawanan dengan nilai-nilai kemanusiaan harus dilawan, seperti yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar.

"Saya di sini bersama rekan-rekan, ini melambangkan sisi lahiriyah, tidak hanya terkait umat Islam tetapi juga sisi kebangsaan. Sama ketika kita bicara Palestina, itu juga soal kemanusiaan," ujarnya.

Ia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa baik Islam maupun nonmuslim terhadap aksi tersebut.

"Saya ingin sampaikan kepada kita semua. Satu suara kita menunjukkan. Kita semua tahu persis. Yang kita lawan ini adalah kegilaan atas nama apapun. Kehilangan akal sehat," jelas Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB.

Menurut dia, sebagai bangsa Indonesia dan umat beragama dirinya yakin semua agama manapun tidak ada yang membenarkan atau membolehkan penindasan sebagaimana yang terjadi di Myanmar terhadap muslim Rohingya.

"Saya yakin itu. Dalam Islam dan agama-agama lain bahkan juga Buddha, saya yakin tidak ada yang membolehkan seperti itu," tegasnya.

Seperti diketahui, sekitar 38.000 orang Rohingya telah melintas ke Bangladesh dari Myanmar, sumber-sumber di PBB mengatakan, sepekan setelah para pejuang Rohingya menyerang pos-pos polisi dan sebuah pangkalan tentara di negara bagian Rakhine, yang mendorong bentrokan-bentrokan dan ofensif balasan oleh militer.

Bentrokan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh tentara telah menewaskan sekitar 370 gerilyawan Rohingya, 13 aparat keamanan, dua pejabat pemerintah dan 14 warga sipil, kata militer Myanmar pada Kamis (30/8).

Serangan tersebut merupakan peningkatan tajam dari kemelut yang terjadi sejak Oktober, ketika serangan serupa yang dilancarkan oleh geriyawan Rohingya dengan ukuran yang jauh lebih kecil terhadap pos keamanan, mendorong militer melakukan serangan balasan besar-besaran diikuti dugaan pelanggaran hak asasi manusia. (*)

Sumber : ANTARA

#Imigran Rohingya #NTB #Islam #Agama Islam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tok! 46 Negara Pilih Menag Nasaruddin Umar Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia
Menag Nasaruddin Umar resmi terpilih jadi Presiden Pertama IAMI di IGIC 2026. Jakarta ditunjuk sebagai sekretariat permanen Majelis Imam Masjid Dunia!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Tok! 46 Negara Pilih Menag Nasaruddin Umar Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia
Indonesiaku
Putri Mahkota Swedia Victoria Terpikat Wastra NTB, Borong Kain Tenun dan Mutiara
Putri Mahkota Swedia Victoria mengunjungi NTB dan tertarik dengan kain tenun serta mutiara khas daerah. Ia juga membeli sejumlah produk lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Putri Mahkota Swedia Victoria Terpikat Wastra NTB, Borong Kain Tenun dan Mutiara
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Desa Sade
Pemulihan ini berfokus pada penyusunan masterplan rekonstruksi yang menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Desa Sade
Indonesia
Desa Adat Sade Lombok Dipulihkan Pascakebakaran, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
Desa Adat Sade Lombok dipulihkan pascakebakaran dengan tetap mempertahankan nilai budaya dan arsitektur tradisional Sasak. 189 KK terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Desa Adat Sade Lombok Dipulihkan Pascakebakaran, Arsitektur Tradisional Sasak Tetap Dipertahankan
Indonesia
Jangan Lewatkan 3 Amalan Sunnah Saat Peringatan Maulid Nabi
Gelombang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menggema. Malam puncak 25 Agustus bukan sekadar ritual, melainkan momentum spiritual umat Islam.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 Agustus 2026
Jangan Lewatkan 3 Amalan Sunnah Saat Peringatan Maulid Nabi
Indonesia
Kronologi Kebakaran Desa Adat Sade, Ratusan Rumah Suku Sasak Hangus
Kebakaran melanda kawasan wisata Desa Adat Sade Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Kronologi Kebakaran Desa Adat Sade, Ratusan Rumah Suku Sasak Hangus
Indonesia
7 Daerah di NTB Masuk Status Awas Kekeringan
Tujuh daerah yang masuk status awas kekeringan meliputi Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
7 Daerah di NTB Masuk Status Awas Kekeringan
Indonesia
Santri Tewas Dibakar di Lombok Tengah, Komisi III DPR Desak Polda NTB Usut Tuntas
Polda NTB harus segera mengusut tuntas perkara ini dan membongkar potensi pembiaran serta kelalaian sistemik dalam tata kelola lembaga pendidikan tersebut.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Santri Tewas Dibakar di Lombok Tengah, Komisi III DPR Desak Polda NTB Usut Tuntas
Indonesia
WNA Prancis Tuduh Kapolda NTB Beking Bisnis Narkoba, Pengadilan Buka Opsi Mediasi
Pengadilan Negeri Mataram membuka opsi mediasi dalam kasus WNA Prancis Ludovic Roche yang didakwa mencemarkan nama baik Kapolda NTB lewat unggahan video di media sosial.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
WNA Prancis Tuduh Kapolda NTB Beking Bisnis Narkoba, Pengadilan Buka Opsi Mediasi
Indonesia
Jaksa Bilang Eks Kapolres Bima Terima Rp 150 Juta per 1 Kg Sabu, Polda: Kita Dalami, Itu Baru Omongan
Polda NTB mendalami dugaan aliran dana Rp150 juta per kilogram sabu yang menyeret mantan Kapolres Bima Kota. Jaksa minta kasus dikembangkan ke tindak pidana pencucian uang.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Jaksa Bilang Eks Kapolres Bima Terima Rp 150 Juta per 1 Kg Sabu, Polda: Kita Dalami, Itu Baru Omongan
Bagikan