Golkar Puji Prabowo Mau Sowan Temui Megawati
Arsip - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan) berbincang usai bertemu di Jakarta, Rabu (24/7/2019). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
MERAHPUTIH.COM - SEKJEN Partai Golkar Muhammad Sarmuji memuji kebesaran hati Presiden Prabowo Subianto yang bersedia menemui Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Teuku Umar, Jakarta, Senin (7/4).
Sarmuji menilai pertemuan itu sebagai bentuk silaturahmi yang baik. Ia mengamati biasanya Presiden yang menjadi tuan rumah. Namun, kali ini Prabowo bersedia mendatangi Megawati di rumahnya.
"Tampak sekali kerendahan hati Presiden ya mengunjungi Bu Mega selaku orang yang lebih tua. Karena kalau berdasarkan posisi saja, mungkin tidak seperti itu. Biasanya Presiden yang disowani, tetapi Pak Prabowo mau berkunjung silaturahmi ke Bu Mega. Mungkin Bu Mega lebih tua dari sisi umur dan pernah menjadi presiden Indonesia juga. Jadi itu mencerminkan kerendahan hati beliau," kata Sarmuji kepada wartawan, Selasa (8/4).
Sarmuji menyebut pertemuan tersebut akan berdampak positif bagi bangsa. Ia optimistis pertemuan itu dapat menggiring energi positif bagi bangsa. "Apa pun posisi politiknya, pertemuan itu bagus. Silaturahmi itu ya pasti membawa energi positif buat bangsa untuk lebih maju," ujarnya.
Baca juga:
Prabowo-Megawati Bahas Kepentingan Nasional, Golkar: Upaya Jaga Kondusivitas dan Stabilitas
Sarmuji memandang, sebagai tokoh bangsa, titik temu keduanya ialah kepentingan bangsa. Dengan begitu, menurut Sarmuji, segala perbedaan apa pun tak masalah asalkan tujuannya untuk bangsa dan negara.
"Titik temunya yakni bagaimana menjaga kondusivitas bangsa dan negara ini di saat penuh tantangan, bukan hanya tantangan di dalam negeri, persoalan-persoalan dalam negeri, tetapi juga persoalan global yang saat ini memang sedang tidak baik-baik saja," imbuhnya.
Terlepas dari itu, Sarmuji menyebut Prabowo punya hak sendiri untuk menentukan apakah akan menggandeng PDIP ke Kabinet atau tidak. Golkar menyatakan tetap loyal kepada Presiden.
"Kalau itu tergantung Presiden aja. Kami loyal kepada Presiden. Presiden bagaimana memandang perlu tidaknya masuk kabinet, monggo saja penilaian Presiden seperti apa," pungkasnya.(Pon)
Baca juga:
Rencana Video Call Megawati dan Prabowo Batal Gara-Gara Didit Mau ke Rumah Jokowi
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Bahlil: Adies Kadir Sudah Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Hakim MK
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
Presiden Prabowo dan Mas Didit Unggah Foto Bersama Zinedine Zidane dan Putranya di Sela WEF
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia
Gabung di Dewan Perdamaian Ala Trump, Komisi I DPR Bakal Minta Penjelasan Pemerintah
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Presiden Bakal Kenalkan Prabowonomics di World Economic Forum