MerahPutih.Com - Keputusan DPP Partai Golkar mengusung Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien dalam Pilgub Jabar kontan membuat soliditas Golkar di Jawa Barat terancam.
Sejumlah kader Golkar melakukan perlawanan dengan mengajukan petisi online, mendesak DPP Golkar meninjau ulang pilihan mengusung Ridwan Kamil yang notabene bukan kader Partai Beringin itu.
Aat Safaat Hodijat, salah seorang kader Golkar Jabar sebagaimana dilansir Antara mempertanyakan sikap DPP yang lebih memilih Emil ketimbang kadernya sendir yang juga Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. Ia mempertanyakan sikap DPP Partai Golkar yang dinilai tidak menaati konstitusi partai.
"DPP Partai Golkar tengah membuat standar ganda dengan memerintahkan kepada DPD kabupaten/kota untuk taat pada AD/ART partai, peraturan organisasi dan juklak, namun mereka sendiri melanggar," kata Aat Safaat Hodijat, di Bandung, Jumat (3/11).
Sementara, dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Golkar Jabar yang selain dihadiri oleh pengurus kabupaten/kota di Jabar juga dihadiri oleh para pengurus Partai Golkar Jabar, bahkan DPP Partai Golkar, tidak ada nama lain selain Dedi Mulyadi yang diputuskan untuk maju dalam Pilgub Jabar dari Partai Golkar.
"DPD kabupaten/kota sudah jelas hanya menginginkan Kang Dedi Mulyadi untuk maju dalam Pilgub Jabar. Ini disampaikan dalam Rapimda lalu. Mengapa keputusan Tim Pilkada Pusat DPP Golkar bertentangan dengan hasil Rapimda. Ini jelas pelanggaran terhadap konstitusi partai," kata Aat.
Keputusan Tim Pilkada Pusat, lanjut Aat, telah melukai nilai persatuan dan setia kawan yang termaktub dalam Ikrar Panca Bakti Partai Golkar. Selama ini, nilai tersebut dijunjung tinggi oleh kader Golkar di Jabar yang berimplikasi positif terhadap kenaikan elektabilitas partai menjelang Pileg 2019 mendatang.
"Tentunya ini mencederai kehormatan kader Golkar, suara mereka tidak didengar lagi, padahal mereka yang bekerja menaikkan elektabilitas partai ini di Jawa Barat," kata dia.
Apabila keputusan pengusungan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqien tidak diubah oleh DPP Partai Golkar, maka Aat menyerukan perlawanan kader semesta Partai Golkar untuk memboikot keputusan tersebut.
Menurut dia, kader Partai Golkar di Jabar sangat merindukan kader terbaiknya dalam hal ini Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi untuk menjadi Gubernur.
"Ya lawan saja. Saya membuat petisi online, ini baru awal saja, perlawanan kader ini akan berlanjut jika keputusan DPP tidak diubah. Kader di Jawa Barat hanya menginginkan Kang Dedi Mulyadi untuk maju, bukan yang lain," kata dia.
Selain itu ia juga menilai, keputusan DPP Partai Golkar kontraproduktif bagi Golkar karena dengan kepemilikan 17 kursi di DPRD Jabar, seharusnya Golkar tak memilih bergabung dengan parpol pengusung Ridwan Kamil hanya karena alasan elektabilitas Wali Kota Bandung itu.(*)