Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Teknologi

Go Digital, Cara UMKM Sukses di Masa Pandemi COVID-19

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 15 Juni 2021
Go Digital, Cara UMKM Sukses di Masa Pandemi COVID-19

Go Digital, solusi bagi UMKM untuk sukses di masa pandemi. (Foto: pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENGHADAPI pandemi COVID-19 yang penuh tantangan, dibutuhkan sejumlah inovasi bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar bertahan. Salah satu inovasinya yakni dengan memindahkan usaha ke ranah digital atau Go Digital.

Salah satu pelaku UMKM yang menerapkan hal itu yakni Hendy Setion, Founder dan CEO Baba Rafi Enterprise. Hendy mengaku tidak ada cara lain bagi UMKM selain dengan menerapkan digitalisasi selama pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Pelaku UMKM Perempuan di E-Commerce Meningkat Drastis Saat Pandemi

Go Digital bisa meningkatkan omset bisnis UMKM. (Foto: pixabay/geralt)

"Di era pandemi, tidak cukup go digital. Pelaku bisnis sepatutnya benar-benar menjadi bagian dari digital itu sendiri, atau be digital," tutur Hendy, seperti yang dikutip dari laman Antara.

Pelaku UMKM masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam memahami konsep digital. Seperti kurangnya pemahaman tentang fitur-fitur online untuk bisa menggunakannya secara tepat. Karena itu, UMKM membutuhkan edukasi lebih jauh tentang digital.

Hendy menjelaskan dari sisi operasional UMKM juga harus memperhatikannya. Dalam hal ini yaitu fasilitas yang sesuai untuk produksi, serta penyimpanan barang dalam ukuran lebih besar. Hal itu agar kualitas produk tetap terjaga.

Baca Juga:

Tren Bisnis 2021 yang Bisa Jadi Inspirasi UMKM

Kemudian, yang tak kalah penting harus diperhatikan, pelaku UMKM harus mempersiapkan sumber daya manusia kompeten.

Pelaku bisnis lebih baik merancang sebuah strategi penjualan secara virtual. (Foto: pixabay/photomix-company)

Menurut Hendy, pelaku bisnis lebih baik merancang sebuah strategi penjualan secara virtual, sehingga tidak bergantung pada gerai offline untuk menjual produk pada pelanggan.

"Dengan langkah ini, pelaku bisnis dapat tetap berhasil di tengah pandemi ataupun periode new normal. Selain itu, kunci untuk tetap mempertahankan bisnis yaitu mengedepankan atau bahkan memperbesar anggaran untuk marketing atau promosi produk," lanjut Hendy.

Bila langkah tersebut diterapkan, keuntungan bisnis online justru berkembang saat pandemi. Sebab, pemesanan online meningkat menjadi 90 persen. Setelah melengkapi keterampilan berbisnis, pelaku usaha sepatutnya juga memiliki perlindungan yang sesuai untuk menghindari berbagai bentuk risiko.

Pemerintah menargetkan 30 juta dari 64 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa go digital atau terintegrasi dalam sistem elektronik pada 2023. (ryn)

Baca Juga:

Demi Memajukan UMKM, Kominfo Perkecil Kesenjangan Digital

#Teknologi #UMKM #Bisnis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - 2 jam, 23 menit lalu
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Tekno
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
OPPO Find X10 kabarnya meluncur September 2026. HP ini sudah lolos sertifikasi dan siap diluncurkan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
OPPO Find X10 Lolos Sertifikasi, Spesifikasi dan Jadwal Rilisnya Mulai Terungkap
Indonesia
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Pemda dan pelaku UMKM terus bersinergi untuk memanfaatkan animo masyarakat yang tinggi menjelang final Piala Dunia 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
DPR Harap Final Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Panen Rezeki bagi UMKM Tanah Air
Indonesia
Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Mikro Turun Dari 22,5 Persen Jadi 8 Persen
APBN 2026 diarahkan untuk mendukung delapan agenda prioritas nasional termasuk pemberdayaan UMKM.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Bunga Pinjaman Bagi Pelaku Usaha Mikro  Turun Dari 22,5 Persen Jadi 8 Persen
Indonesia
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Pemerintah diharap dapat memastikan distribusi manfaat ekonomi dari AI berlangsung lebih adil.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Keuntungan Ekonomi dari AI tak Boleh hanya Dirasakan Pengusaha Besar
Tekno
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Redmi Note 17 versi global kini sudah bocor. Namun, HP tersebut akan meluncur sebagai POCO M8 Power.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Bocoran Redmi Note 17 Global Terungkap, Spesifikasinya Berbeda dari Versi China
Indonesia
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Selain mengutamakan produk lokal, Permendag Nomor 19 Tahun 2026 juga ditujukan untuk memperkuat perlindungan konsumen dalam perdagangan digital.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Alogaritma Platform E-Commerce Harus Utamakan Produk UMKM Dalam Negeri
Tekno
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Redmi Note 17 Pro resmi meluncur di Tiongkok. HP ini membawa baterai 9.000mAh. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Meluncur dengan Baterai Jumbo 9.000 mAh, Harganya Mulai Rp 4,2 Juta
Tekno
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Redmi Note 17 resmi meluncur di Tiongkok. HP ini memadukan layar dan baterai besar. Berikut spesifikasi lengkapnya.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Redmi Note 17 Resmi Meluncur, Bawa Layar OLED 7 Inci dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Indonesia
UMKM Indonesia Butuh Suntikan Kredit Rp 540 Triliun
Data Sistem Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia pada 2025, total kredit perbankan mencapai Rp 8.149 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
UMKM Indonesia Butuh Suntikan Kredit Rp 540 Triliun
Bagikan