Merahputih.com - Pameran bisnis ke bisnis (B2B) khusus kendaraan komersial, GIICOMVEC 20256 menghadirkan teknologi otomotif terbaru untuk mendukung efisiensi distribusi logistik dan mobilitas publik di Indonesia.
Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 yang berlangsung hingga 11 April mendatang.
Lokasi baru di JIExpo Kemayoran dipilih untuk memberikan akses yang lebih strategis bagi para pengunjung profesional. Eko S.A. Cahyanto menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat struktur industri nasional.
Baca juga:
Demo Area GIICOMVEC 2026 Ajak Pengunjung Siksa Performa Kendaraan Komersial
“Melalui GIICOMVEC 2026, kami mengharapkan pembangunan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, pelaku industri, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat struktur industri, meningkatkan efisiensi, serta mengembangkan teknologi kendaraan komersial yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto.
Inovasi dari 14 Merek Kendaraan Komersial
Sebanyak 14 merek besar ikut memeriahkan pameran ini, mulai dari kategori kendaraan komersial ringan, truk medium, heavy duty truck, hingga bus.
Nama-nama seperti Daihatsu, Foton, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, hingga Toyota menampilkan lini produk unggulan mereka. Selain itu, lebih dari 35 merek industri pendukung memamerkan inovasi karoseri dan sistem manajemen armada digital.
Baca juga:
GIICOMVEC 2026 Siap Gebrak JIExpo Kemayoran, Pamerkan Kekuatan Kendaraan Niaga Standar Global
Sementara, Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa kendaraan komersial merupakan tulang punggung ekonomi nasional.
"Penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 dirancang sebagai ajang untuk menjelajahi solusi kendaraan komersial terkini dan peluang bisnis dalam satu tempat, yang mempertemukan industri dalam negeri dengan para pembeli profesional,” tegas Putu.
Ajang ini mengkhususkan kunjungan bagi pelaku bisnis pada 8-10 April, sementara masyarakat umum dapat berkunjung pada hari terakhir, 11 April 2026. Para pebisnis dapat mendaftarkan diri secara gratis melalui situs resmi untuk mendapatkan akses sebagai trade visitors.

