MERAHPUTIH.COM - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Selasa (4/6). Dalam kesempatan tersebut, KPK melaporkan soal Monitoring Center for Prevention (MCP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) 2023.
Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah 3 KPK Brigjen Bahtiar Ujang Purnama mengemukakan Pemkot Solo telah memperbaiki tata kelola penguatan antikorupsi. Hal itu sangat penting untuk menutup celah gratifikasi dan korupsi.
“Pada 2023, hampir seluruh Jawa Tengah, pemerintah daerah di Jawa Tengah ini, mengalami penurunan terhadap skor MCP. Ada delapan area KPK dan pemerintah daerah melakukan intervensi dan perbaikan,” ujar Bahtiar, Selasa (4/6).
Ia mengatakan ada dua pemerintah daerah yang tidak mengalami penurunan di Jateng, yakni Pemkot Solo dan Pemkot Semarang dengan skor di atas 90. Pemkot Solo mendapatkan skor 92. “Ada salah satu area manajemen ASN skornya bagus. Namun, jika dibandingkan dengan skor lainnya, itu masih perlu langkah perbaikan,” papar dia.
Baca juga:
Ia melanjutkan KPK telah menggelar Survei Penilaian Integritas (SPI) 2023 dengan melibatkan pihak internal, eksternal, dan ahli. Pemkot Solo mendapatkan skor 83. Skor tersebut hampir sama dengan Pemkab Gianyar yang memiliki skor tertinggi se-Indonesia.
“Berbagai macam program yang telah dilaksanakan Solo itu betul-betul membuat skor MCP maupun SPI linier di atas rata-rata. Skor 83 sekian itu artinya skor terjaga ya. Jadi integritas Pemkot Solo, integritas kepemimpinan, dan integritas sistem yang dibangun. Integritas individual terjaga dan sangat baik,” ucap dia.
Menurut dia, beberapa komponen yang menjadi catatan KPK untuk Pemkot Solo salah satunya ialah memperbaiki tata kelola bersama media massa. Organisasi perangkat daerah (OPD) harus menyampaikan apa yang telah dilakukan kepada masyarakat melalui media.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bersyukur hasil penilaian MCP dan SPI Pemkot Solo oleh KPK bagus. Pemkot Solo tetap menjaga komitmen dalam memberantas korupsi.
“Kami akan terus tingkatkan pencegahan korupsi. Jadi pengelolaan keuangan, komitmen setiap dinas, kecamatan, kelurahan, kami jaga dalam manajemen keuangan Kota Solo,” tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Amini Jokowi, Gibran Tidak Setuju Kaesang Maju Cawagub Jakarta